
" Petra." Panggil Putri dengan nada terkejut
Elisabeth yang mendengar ucapan Putri langsung memalingkan wajahnya ke arah Putri dan melihat Putri menengok ke arah dirinya.
" Ada apa Put?" tanya Elisabeth dengan nada bingung
" Mobil sebelah kiri itu Petra adik kembarku yang duduk di kursi belakang." ucap Putri
Elisabeth langsung memutar lehernya ke arah kiri dan melihat seorang gadis duduk di belakang kursi mengemudi sambil menatap mereka dengan tatapan membunuh lebih tepatnya menatap Putri. Di depan Petra seorang pria duduk di kursi pengemudi sepertinya seorang sopir karena hanya menatap ke arah depan.
" Adikmu menatapmu penuh kebencian sepertinya sifat benci dan iri hati tidak bisa hilang di hatinya." ucap Elisabeth dengan nada jujur.
" Ya benar, hatinya dipenuhi rasa iri hati dan dendam. Padahal kami saudara kandung tapi kenapa dia membenciku padahal aku sering mengalah sampai dia juga tega memisahkan aku dengan tunanganku." Ucap Putri dengan nada sedih.
" Berdoa saja agar adikmu segera sadar dan menyesali perbuatannya." Ucap Elisabeth
" Amin." Jawab Putri singkat
Putri melambaikan tangannya ke arah adiknya tapi adiknya hanya memalingkan wajahnya.
" Sudah hijau." ucap Elisabeth
Putri pun melanjutkan perjalanan kembali menuju ke rumah milik orang tua Rocky. Selama perjalanan Elisabeth bercerita agar Putri bisa melupakan kesedihan. Tidak berapa mereka sudah sampai di tempat tujuan.
" Tempatnya bagus dan sejuk." ucap Elisabeth sambil turun dari mobil sambil membawa koper yang berada di kursi belakang pengemudi.
" Ya benar karena itulah aku butuh teman untuk mengobrol." Ucap Putri sambil turun dari mobil.
Putri mengambil kunci rumah yang di simpan di dalam tas. Setelah di buka mereka masuk ke dalam dan menutup pintu utama.
" Kamu boleh milih kamar tapi tiga kamar itu tidak boleh di tempati." ucap Putri.
" Memang kenapa?" tanya Elisabeth
" Kalau yang di sebelah kanan kamar milik orang tua tunanganku, yang di sebelah kamar tunanganku dan sebelahnya lagi kamarku." Ucap Putri
" Kalian tinggal satu rumah?" tanya Elisabeth kepo.
" Iya tapi walau satu rumah kami tidak melakukan apa-apa paling hanya ciuman." ucap Putri sambil tersenyum malu.
__ADS_1
" Yakin nich hanya ciuman?" goda Elisabeth
" Aish... nyerempet dikit." ucap Putri sambil menutup wajahnya.
" Pffftttt hahahaha... kamu lucu Put." ucap Elisabeth sambil tertawa.
" Kamu ya." ucap Putri pura - pura kesal.
" Hehehehe... Aku di lantai satu saja." Ucap Elisabeth
" Kalau begitu aku juga pindah ke lantai bawah." Ucap Putri
" Lho kenapa ikutan pindah?" tanya Elisabeth sambil membuka pintu kamar yang memang tidak di kunci dan masuk ke dalam kamar diikuti oleh Putri.
" Kalau mengobrol kan enak lebih dekat." ucap Putri sambil tersenyum
Elisabeth hanya tersebut dan tanpa sengaja matanya menatap sebuah koper yang dikenalnya.
" Ini mirip koperku." Ucap Putri sambil meletakkan kopernya di dekat ranjang kemudian mendekati kopernya yang berada di dekat lemari.
" Benarkah?" tanya Putri penasaran.
" Iya benar, waktu itu aku menumpang mobil milik kak Dennis dan meletakkan koperku di bagasi ketika kak Dennis ponselnya telepon aku yang mengangkat dan yang telepon mommynya kak Dennis. Pas di tanya namanya siapa aku sebut Elisabeth tiba-tiba kak Dennis marah dan memintaku turun dan aku ditinggalkan di tengah jalan." ucap Elisabeth menjelaskan ke Putri.
" Dunia ini memang ternyata sempit juga ya." sambung Putri
" Hahahaha..." tawa mereka bersama.
Putri membuka kopernya dan ternyata benar semua barang - barang miliknya.
" Kamu tahu tidak Put, gara - gara kak Dennis terpaksa aku beli koper dan membeli pakaian baru dan peralatan mandi juga kosmetik." Adu Elisabeth
" Pantas saja pas aku membantumu kok kamu ada pakaian, peralatan mandi dan juga kosmetik ternyata kamu beli lagi." Ucap Putri.
Elisabeth hanya tersenyum sambil memasukkan semua pakaiannya ke dalam lemari kemudian menyusun kosmetik di meja rias.
" Tidak apalah jadi sudah ada cadangan jika kosmetik dan perlengkapan mandi habis." Ucap Elisabeth yang tidak membenci Dennis karena telah tega meninggalkan dirinya dan juga membawa kopernya.
Elisabeth mengambil perlengkapan mandi dan meletakkan di kamar mandi yang kebetulan kamar mandinya berada di dalam kamarnya sehingga tidak repot jika dirinya mandi.
__ADS_1
" Oh iya Elisabeth hobbymu apa?" tanya Putri
" Bela diri " Jawab Elisabeth singkat sambil duduk di ranjang bersebelahan dengan Putri
" Wah sama donk, Oh iya aku dengar di kota ini ada taekwondo kita daftar yuk." Ajak Putri
" Boleh banget, kapan kita daftar?" tanya Elisabeth semangat
" Bagaimana kalau sekarang pulangnya kita beli makanan." Ucap Putri
" Boleh deh, oh ya Putri aku ingin bekerja di perusahaan cabang milik daddy ku kamu mau ikut?" tanya Elisabeth
" Perusahaan bergerak dalam bidang apa?" tanya Putri
" Perusahaan kosmetik." Jawab Elisabeth
" Boleh... boleh.. tapi ada tidak bagian administrasi?" tanya Putri
" Karena yang punya ayahku pasti adalah lowongan buatmu." ucap Elisabeth percaya diri.
" Tapi lebih enak kalau di tanya dulu ada tidak lowongannya?" tanya Putri berharap
Selama ini Putri hidup dengan uang dari Rocky dan itu membuat Putri tidak enak hati karena itulah dirinya ingin bekerja dan bisa mengembalikan uang Rocky dengan cara di cicil. Walau Rocky tidak pernah mengeluh ataupun menyuruh dirinya bekerja agar tidak memakai kartu kredit tanpa batas dan kartu debit miliknya tapi Putri cukup tahu diri dan merasa tidak enak hati terhadap Rocky.
" Iya - iya aku telepon wakil CEO." ucap Elisabeth sambil mengambil ponsel miliknya di meja dekat ranjang.
Elisabeth menghubungi wakil CEO dan di sambungan pertama langsung di angkat. Elisabeth mengobrol basa basi terlebih dahulu kemudian berlanjut ke intinya setelah selesai Elisabeth menaruh kembali ponselnya ke meja.
" Katanya ada besok kita ke perusahaan, oh iya berarti kita ambil kuliah shift malam karena pagi sampai sore kita kuliah." ucap Elisabeth
" Tidak apa-apa yang penting aku bisa kerja terus mengenai pendaftaran taekwondo berarti batal donk?" tanya Putri
" Jadilah kita ambil hari Sabtu dan Minggu karena perusahaan libur." ucap Elisabeth
" Syukurlah karena selain untuk kebugaran tubuh juga melatih otot-otot ku yang kaku." ucap Putri
" Yup betul terlebih dengan berlatih taekwondo kita bisa menjaga diri kita dari kriminal kejahatan dan juga kita bisa menolong orang yang membutuhkan pertolongan kita." ucap Elisabeth
" Betul... betul... kita berangkat sekarang yuk?" ajak Putri
__ADS_1
" Ok." Jawab Putri singkat.
Merekapun berangkat untuk mendaftar taekwondo dengan mengendarai mobil.