Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Menampar pipi


__ADS_3

Pria itupun mengutak atik ponsel milik pria itu dan menghapus video rekaman tersebut begitu pula dengan yang lainnya.


" Ingat jika hal ini sampai kedengaran dari luar bersiap - siap tinggal di kolong jembatan." Ancam salah satu pria tersebut.


Ke dua belas pria yang berseragam hitam - hitam itu langsung pergi meninggalkan tempat tersebut namun ada seorang pria yang melihat itu hanya tersenyum devil. Pria itu menyimpan video tentang kejadian tersebut dari Dennis menampar gadis tersebut hingga ke datangan ke dua belas pria tersebut. Pria tersebut langsung menghubungi seseorang, panggilan pertama langsung di angkat.


" Tuan saya mempunyai berita penting buat tuan." Ucap pria tersebut


" Berita apa?" tanya pria dari sebrang.


" Saya mempunyai rekaman tentang putra bungsu tuan Alvonso yang bernama Dennis menampar seorang gadis di mall." ucap pria tersebut.


" Baik kirimkan videonya nanti saya kirimkan uangnya." ucap pria dari sebrang.


" Baik tuan." Jawab pria itu


tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian pria itu hendak mengirimkan video tersebut namun baru saja mau di kirim dua orang mendekati pria tersebut. Satu orang menodongkan pistol ke arah pinggangnya dan satunya berada di depannya.


" Berikan ponselnya." Ucap pria di depannya


Pria itu menatap ke arah depan kemudian melirik ke arah samping.


" Jangan sekali - kali mencoba kabur jika tidak ingin nyawamu melayang. Pistol ini ada peredam suara jadi jangan lakukan tindakan bodoh." Ancam pria itu lagi.


Pria itupun terpaksa menyerahkan ponselnya karena dirinya lebih menyayangi nyawanya.


" Baik." Jawab pria itu


Salah satu dari mereka mengambil ponsel itu kemudian mengeceknya setelah apa yang di cari sudah ada ponsel itupun di sita.


" Ponselmu akan kami ambil dan ini sebagai pengganti ponselmu." Ucap pria itu mengambil ponselnya.


" Tidak ponselku tidak aku jual." Tolak pria itu


" Kami akan tetap membeli ponselnya dan ingat kami tahu apa yang kamu lakukan jadi jangan coba - coba bermain dengan kami." Ancam orang itu.


Mereka pun pergi meninggalkan pria itu yang sudah sangat pucat karena dirinya ketakutan hampir saja nyawanya hilang.


" Fiuhhhh... hampir saja.. Sebenarnya siapa mereka kenapa melindungi Dennis?" gumam pria itu.


xxxxxxx


Dennis dan Elisabeth sedang duduk di dalam mobil sambil menunggu kedatangan Rocky, Putri dan Doddy tidak berapa lama mereka pun datang.


Rocky membuka pintu samping pengemudi dan Putri masuk ke dalam mobil kemudian Rocky menutup pintu mobil tersebut kemudian dirinya memutar tubuhnya ke arah pengemudi dan membuka pintu mobil pengemudi. Rocky duduk di pengemudi sedangkan Doddy duduk di sebelah Dennis.

__ADS_1


Rocky dan Putri melihat dari spion raut wajah Dennis yang tidak bersahabat dan juga melihat tangan kanan Elisabeth sedang menggenggam tangan Dennis sedangkan tangan kirinya mengelus punggung Dennis.


" Kok tumben cepat banget baru juga kita muter - muter." Ucap Doddy dengan wajah di tekuk.


" Maaf kak, aku lagi tidak enak badan makanya pulang cepat." Ucap Elisabeth karena Dennis tidak menjawab pertanyaan Doddy.


Dennis memalingkan wajahnya ke arah Elisabeth dan memegang kening Elisabeth.


" Maaf sayang, kamu sakit?" tanya Dennis dengan nada kuatir.


" Hanya pusing sedikit di bawa istirahat nanti juga enak kok." Ucap Elisabeth sambil tersenyum.


" Sebelum pulang kita ke dokter dulu." Ucap Dennis


" Tidak usah kak, nanti juga enakkan kok." ucap Elisabeth sambil tersenyum dan membelai punggung tangan Dennis agar tidak kuatir.


" Baiklah." Jawab Dennis pasrah.


Rocky mengendarai mobil dengan kecepatan sedang dalam perjalanan perut Elisabeth dan Putri berbunyi membuat Elisabeth dan Putri menutup wajahnya karena malu.


" Pffftttt hahahaha..." tawa pecah Dennis, Rocky dan Doddy serempak


" Aish nyebelin, perut bunyi malah diketawain." ucap Elisabeth dengan wajah cemberut.


" Tahu nich." ucap Putri sambil memajukan bibirnya yang bawah.


" Kita mau makan di mana?" tanya Rocky


" Bagaimana kalau tempat makanan khas Magelang?" tanya Putri


" Boleh juga Put." Ucap Elisabeth


" Ok, kita ke sana." Ucap ke tiga pria serempak.


Rocky mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke tempat makan yang ditunjuk oleh Putri. Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di rumah makan mereka duduk saling berhadapan.


" Elisabeth kamu mau makan apa?" tanya Dennis.


" Apa saja kak." Ucap Elisabeth


" Kalau kamu Put?" Tanya Rocky


" Sama aku juga apa saja." Ucap Putri.


Rocky melambaikan tangannya ke arah pelayan dan memesan makanan dan minuman.


" Aku mau ke toilet dulu." Ucap Putri

__ADS_1


" Aku juga." Jawab Elisabeth


" Bareng yuk ke toiletnya." Ajak Putri sambil berdiri.


" Ok." Jawab Elisabeth singkat sambil berdiri.


Putri dan Elisabeth berjalan ke arah toilet meninggalkan ke tiga pria tersebut. Tiga gadis cantik dan seksi berjalan mendekati ke tiga pria tersebut.


" Boleh kami duduk di sini? tanya salah satu dari mereka sambil mengedipkan matanya ke arah Dennis sambil duduk di samping Dennis.


" Tempatnya penuh jadi boleh donk kami duduk di sini." ucap gadis ke dua sambil mengedipkan matanya ke arah Rocky sambil duduk di samping Rocky.


" Boleh ya." ucap gadis ke tiga sambil duduk di sebelah Doddy dan memegang tangan Doddy.


" Tidak boleh, pergilah!!" Usir Dennis, Rocky dan Doddy dengan nada dingin.


" Memangnya kenapa?" tanya ke tiga gadis serempak dengan suara menggoda.


" Kekasihku sedang di toilet, pergi atau kami panggil orang untuk mengusir kalian." Ucap Dennis sambil menatap tajam ke gadis sampingnya.


" Baik - baik saya akan pergi." Ucap gadis itu ketakutan karena melihat tatapan Dennis seperti ingin membunuhnya.


" Kekasihku juga, jangan sampai kami melakukan kekerasan karena kami tidak tertarik dengan wanita murahan seperti kalian." ucap Rocky dengan kata pedasnya dan nada dingin.


" Iya, kita makan di rumah makan yang lain saja." Ucap gadis ke dua karena melihat tatapan Rocky seperti ingin menguliti dirinya.


" Ya benar, kalian pergilah kami sama sekali tidak tertarik berkenalan dengan ulat bulu seperti kalian bertiga." Hina Doddy sambil menepis gadis tersebut.


" Ayo teman - teman kita pergi saja." Ajak gadis ketiga


" Baiklah." Jawab nya dengan pasrah


Ke tiga gadis itupun pergi meninggalkan mereka. Tiba - tiba ponsel Dennis berdering dan langsung mengambil ponselnya di saku kemejanya.


Kak Alviana Is Calling


" Kak Alviana telepon aku ada apa ya?" tanya Dennis pada dirinya sendiri.


" Tidak tahu, coba saja angkat." Ucap Rocky


Dennis langsung menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan ponselnya ke telinganya.


" Hallo kak." Panggil Dennis


" Kamu pinta bantuan kak Arlan untuk melindungi Elisabeth ya?" tanya Alviana tanpa pada basi.


" Benar kak, memangnya kenapa?" tanya Dennis

__ADS_1


" Kamu ingat kejadian tadi di mall? kamu menampar pipi seorang gadis?" Tanya Alviana


__ADS_2