Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Elisabeth Tinggal Bersama Putri


__ADS_3

" Kamu tinggal di mana?" tanya Putri dengan nada ramah.


" Aku kos, kalau kamu?" tanya Elisabeth sambil tersenyum.


" Aku dipinjamkan rumah sama tunanganku, bagaimana kalau kamu tinggal denganku karena aku merasa sepi." ucap Putri


" Memang tunanganmu kemana?" tanya Elisabeth


" Tunanganku tinggal di barak, tunanganku ingin menjadi seorang tentara." ucap Putri menjelaskan.


" Apakah tunanganmu tidak masalah kalau aku tinggal di rumah tunanganmu?" tanya Elisabeth


" Sebenarnya bukan punya tunanganku tapi milik ke dua orang tua tunanganku. Waktu itu tunanganku bilang tidak apa-apa mengajak teman asalkan wanita." Ucap Putri menjelaskan.


" Kenapa kamu percaya padaku? bagaimana kalau aku ternyata gadis jahat?" tanya Elisabeth


" Hatiku mengatakan kalau kamu adalah gadis baik - baik dan bukan sahabat makan tanaman." ucap Putri dengan yakin.


" Bagaimana kalau ternyata aku adalah seorang pelakor dan ingin merebut tunanganmu?" tanya Elisabeth


" Kalau ternyata itu terjadi aku akan pergi dari rumah milik ke dua orang tua tunanganku." Ucap Putri dengan nada sendu


" Kenapa?" tanya Elisabeth dengan nada bingung.


" Karena buat apa mempertahankan suatu hubungan jika salah satu tidak setia karena itulah aku akan pergi dari kehidupan kalian dan aku hanya berharap kalian akan hidup bahagia." ucap Putri dengan mata mulai memerah.


" Kenapa kamu tidak mempertahankan suatu hubungan dan mengusirku?" tanya Elisabeth


" Karena aku ingin memiliki kekasih yang setia dan tulus mencintaiku apa adanya bukan ada apanya." Ucap Putri


" Bagus aku suka itu dan jujur aku bukan tipe orang yang suka merebut orang yang sudah mempunyai kekasih karena aku sudah pernah mengalaminya dan rasanya sakit sekali." ucap Elisabeth.


" Suka kenapa?" tanya Putri dengan nada bingung.


" Suka karena aku juga satu pemikiran denganmu mempunyai kekasih yang setia dan tulus mencintai kita apa adanya bukan karena ada apanya." ucap Elisabeth


" Berarti kamu mau tinggal denganku?" tanya Putri berharap


" Iya aku bersedia, pulang dari kuliah aku akan pulang untuk membereskan barang - barangku. Oh iya aku minta alamatmu jadi kalau sudah selesai membereskan barang-barangku aku langsung ke tempatmu." ucap Elisabeth


" Tidak usah aku akan ikut kamu ke ke tempat kosmu sekalian bantuin kamu beresein barang - barangmu kita berangkat bersama - sama." Ucap Putri.


" Ok. Pelajaran kuliah ke dua sudah mulai kita masuk yuk?" ajak Elisabeth


" Ayuk." Jawab Putri.

__ADS_1


Mereka berdua berjalan menuju ke ruang kampus untuk mengikuti mata kuliah ke dua. Waktu berjalan dengan cepat dan jadwal kuliah kini sudah berakhir merekapun pergi ke tempat kos di mana Elisabeth menginap.


Putri duduk di kursi pengemudi sedangkan Elisabeth duduk di samping pengemudi.


" Ini mobil tunanganku, aku di suruh merawat mobil dan rumah milik orang tua tunanganku." Ucap Putri


" Tunanganmu baik banget." Ucap Elisabeth


" Ya benar sangat baik dan aku bersyukur bisa bertemu di saat aku sedang terluka dan di hina banyak orang." Ucap Putri sambil mengingat masa lalu.


" Coba ceritakan masa lalumu." pinta Elisabeth


" Nanti saja di tempat kosmu aku akan ceritakan." ucap Putri


Entah kenapa Putri sangat percaya dengan teman barunya kalau Elisabeth adalah gadis baik dan tulus berteman dengannya karena itulah dirinya jujur untuk menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupinya.


" Ok." Jawab Elisabeth singkat


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai Putri menghentikan mobilnya dan memarkirkan mobilnya. Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan ke tempat kos.


Elisabeth membuka tas untuk mengambil kunci kamarnya setelah mengambil kunci Elisabeth memasukkan kunci pintu di gagang pintu kamarnya.


ceklek


" Ini kamar kosku." Ucap Elisabeth sambil mengambil tasnya yang diletakkan di samping lemari.


" Tempatnya agak sepi ya?" tanya Putri


" Memang aku tidak begitu suka dengan suara berisik karena itulah aku mencari tempat kos yang agak sepi." Ucap Elisabeth sambil membuka lemarinya untuk mengeluarkan semua pakaiannya dan dimasukkan ke dalam tas.


Putri ikut membantu membereskan semua barang - barang Putri untuk dimasukkan ke dalam tas. Setelah selesai membereskan barang-barang mereka duduk di ranjang untuk bercerita.


Putri menceritakan awal mula ketika gagal bertunangan hingga Dennis membantu Putri agar orang - orang tidak menghinanya juga tentang sifat ibu kandungnya dan adik kembarnya yang jahat padanya. Elisabeth dengan setia mendengarkan ucapan Putri.


" Begitu ceritanya." ucap Putri dan tidak berapa lama air matanya keluar.


Elisabeth memeluk Putri agar tidak terlampau sedih.


" Nasibmu hampir sama denganku di hari pernikahan dia tidak datang dan dia juga selingkuh dengan sahabat baikku karena itulah ketika pas di kantin aku bicara seperti itu." ucap Elisabeth


" Apakah kamu sudah menemukan penggantinya?" tanya Putri


" Saat ini belum ada dan aku juga belum ada niat untuk menjalin suatu hubungan." Ucap Elisabeth dengan nada dingin.


" Apa karena takut terluka?" tebak Putri

__ADS_1


" Di antara nya tapi yang pasti saat ini aku ingin konsentrasi agar cepat lulus kuliah dan menjadi seorang dokter sesuai cita - citaku." Ucap Elisabeth


Putri hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Kita berangkat sekarang saja." Ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Putri singkat


Merekapun keluar dari kamar Elisabeth dan menemui ibu pemilik kos.


" Selamat siang Bu, maaf Bu saya hari ini pindah kos jadi saya kembalikan kunci kamarnya." ucap Elisabeth dengan nada sopan sambil mengembalikan kunci kamarnya.


" Kenapa mendadak keluar apakah kamu tidak betah tinggal di sini? kan baru sehari." tanya ibu kos


" Maaf Bu, saya tinggal sama temanku karena itu saya pindah" ucap Elisabeth


" Kalau begitu uang kosnya saya kembalikan karena kamu hanya menginap satu hari." ucap ibu kos


" Tidak usah Bu, buat anak ibu saja." tolak Elisabeth dengan nada halus.


" Sayanya merasa tidak enak." Ucap ibu kos


" Di enakkin saja Bu." Jawab Elisabeth sambil tersenyum


" Terima kasih banyak semoga kuliahnya lancar dan cepat lulus menjadi dokter dan cepat dapat jodoh yang terbaik. Kalau sudah jadi orang kaya jangan lupa sama ibu." Jawab ibu kos.


" Amin, terima kasih Bu atas doanya. Kami pamit dulu Bu." ucap Elisabeth dengan sopan.


" Hati - hati di jalan." ucap ibu kos.


" Terima kasih bu." Jawab Elisabeth dan Putri serempak.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat kos dan pergi menuju ke rumah milik orang tua Rocky.


" AC nya matikan saja ya Put? kita pakai angin dari luar karena di sini udaranya sejuk." ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Putri singkat


Elisabeth mematikan AC kemudian Putri menekan tombol membuat kaca mobil kanan dan kiri terbuka.


" Benar - benar segar ya?" ucap Putri


" Iya benar sangat segar udaranya." Jawab Elisabeth


Putri menghentikan mobilnya karena lampu merah dan tanpa sengaja ketika Putri menengok ke arah samping seseorang menatapnya dengan penuh kebencian.

__ADS_1


__ADS_2