
Dennis menarik selimut Elisabeth karena dirinya takut terjadi sesuatu dengan Elisabeth.
" Kak Dennis, aku ngantuk." Ucap Elisabeth sambil memejamkan matanya.
" Tidak boleh makan dulu." Tolak Dennis dengan nada tegas
" Aku lagi malas makan." Ucap Elisabeth
" Nanti kamu sakit." Ucap Dennis
" Biarkan saja toh tidak ada yang perduli denganku." Ucap Elisabeth
" Siapa bilang tidak ada yang perduli? aku perduli padamu." Ucap Dennis sambil membelai wajah pucat Elisabeth tapi masih terlihat cantik.
" Kenapa perduli denganku?" tanya Elisabeth sambil membuka matanya dan menahan tangan Dennis.
" Karena kamu aku anggap adikku." Ucap Dennis berusaha menolak perasaannya.
" Tapi aku tidak mau kak Dennis menganggapku adik. Lebih kak Dennis keluar dan biarkan aku sendiri jangan perdulikan aku." ucap Elisabeth bersikeras
" Baik jika itu maumu aku pergi." Ucap Dennis dengan nada kesal sambil melepaskan tangannya yang di pegang Elisabeth.
Dennis langsung melangkahkan kakinya keluar dari ruang perawatan Elisabeth. Elisabeth hanya menatap Dennis dengan sendu. Elisabeth hanya menangis dan melepaskan infus dan turun dari ranjang.
Elisabeth memegang ranjang dan berjalan perlahan menuju ke pintu keluar ruang perawatan.
" Lebih baik aku pulang ke Jakarta dan kuliah kedokteran di sana." Ucap Elisabeth
ceklek
Elisabeth membuka pintu ruang perawatan dan melihat punggung Dennis berjalan ke arah kantin. Elisabeth berjalan sambil menahan rasa sakit dan berjalan mengendap - ngendap sambil menengok ke arah kanan dan kiri sampai ke pintu lobby rumah sakit Elisabeth menghentikan taksi.
Taksi itupun berhenti Elisabeth naik ke dalam mobil sambil pandangannya ke arah rumah sakit.
( " Lebih baik aku melupakan semuanya terlalu sakit jika mengingatmu karena cintaku hanya bertepuk sebelah tangan, aku sangat mencintaimu tapi aku tahu diri kakak tidak pantas mendapatkan wanita kotor seperti diriku." Ucap Elisabeth dalam hati ).
" Pak perumahan Citra Lestari." Ucap Elisabeth
" Baik mbak." Ucap sopir taksi
Setengah jam kemudian Elisabeth sudah sampai di rumah milik Rocky. Elisabeth mengeluarkan kunci yang berada di tasnya namun ketika hendak mencari kunci pintunya tiba - tiba terbuka.
ceklek
__ADS_1
" Elisabeth." Panggil Doddy dengan nada terkejut.
" Kakak siapa?" tanya Elisabeth
" Kakak teman Dennis dan Rock.." Ucapan Doddy terpotong karena tiba - tiba Elisabeth tidak sadarkan diri.
bruk
" Aduh kenapa Elisabeth ada di sini." Ucap Doddy dengan nada panik.
Doddy langsung menangkap tubuh Elisabeth sebelum terjatuh di lantai. Doddy menggendong Elisabeth dan di bawa ke kamarnya.
Ceklek
Doddy membuka pintu kamar Elisabeth dengan membungkukkan badannya karena ke dua tangannya menggendong Elisabeth ala bridal style. Doddy masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh Elisabeth perlahan ke ranjang kemudian menyelimuti tubuh Elisabeth.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda Dennis keluar dari ruang perawatan menuju ke kantin sampai di kantin Dennis melihat Rocky dan Putri masih mengobrol.
" Pantesan kalian lama." Ucap Dennis dengan nada dingin.
" Eh maaf bro, kami kan ingin memberi waktu buat kalian berdua agar kalian menjadi pasangan kekasih seperti kami." Ucap Rocky sambil menampilkan dua barisan gigi putihnya.
Dennis hanya mendengus sebal dengan ucapan Rocky.
" Aku ikut." Ucap Rocky sambil berdiri tapi tangannya di tahan oleh Dennis
" Duduk temani aku makan apalagi aku lihat kalian sudah makan." Ucap Dennis dengan nada masih dingin.
Rocky hanya mendengus sebal ke arah Dennis karena dirinya masih kangen dengan kekasihnya.
" Baiklah tapi makannya cepat, aku masih kangen sama kekasihku." Ucap Rocky
" Iya bawel." Ucap Dennis sambil melambaikan tangannya dan memesan makanan.
" Aku lihat mukamu asem banget habis makan asem ya? ledek Rocky
" Rese." Ucap Dennis dengan nada jutek
" Ada apa?" tanya Rocky serius karena dirinya tahu pasti ada masalah dengan Elisabeth.
Dennis menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupinya, Rocky hanya diam mendengarkan cerita Dennis.
__ADS_1
" Begitulah ceritanya." Ucap Dennis
" Aku ingin ber..." ucapan Rocky terpotong oleh kedatangan pelayan kantin.
Pelayan kantin meletakkan makanan dan minuman sesuai pesanan Dennis. Pelayan kantin itu tersenyum manis ke arah Dennis dan Rocky dua pria tampan tapi Rocky dan Dennis cuek dan tidak memperdulikan sama sekali.
" Pergilah." Usir Dennis dan Rocky serempak karena pelayan kantin berdiri di tengah - tengah mereka.
" Maaf mas, mas satunya mau pesan apa?" tanya pelayan kantin
" Aku tidak pesan, kamu pergilah." Usir Rocky sambil mengibaskan tangan kanannya.
"Baik mas." Ucap gadis kantin sambil tersenyum kecut karena baru kalinya dirinya diacuhkan oleh pria bahkan tidak dilirik sama sekali.
" Kamu makan aja Den sambil mengobrol." Ucap Rocky
" Ok." Jawab Dennis
Sebelum makan Dennis berdoa terlebih dahulu kemudian mulai memakannya.
" Lanjutin pembicaraan yang tadi, aku ingin bertanya denganmu dan jawab dengan jujur. Apakah kamu mencintai Elisabeth?" tanya Rocky sambil menatap mata Dennis.
uhuk uhuk uhuk uhuk
Dennis langsung terbatuk kemudian mengambil air minum agar batuknya berhenti.
" Kenapa kamu ngomong seperti itu?" tanya Dennis menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.
" Aish kebiasaan di tanya malah balik nanya." Omel Rocky
Dennis hanya tersenyum sambil melanjutkan makannya.
" Kalau kamu tidak mencintainya aku akan menjodohkan Doddy dengan Elisabeth karena aku lihat Elisabeth bukan wanita matre dia berbeda dengan wanita diluaran sana. Elisabeth sama seperti tunanganku karena itulah jika kamu tidak menyukai Elisabeth aku akan menjodohkan ke Doddy karena aku lihat Doddy suka sama Elisabeth." Ucap Rocky berbohong karena dirinya ingin tahu perasaan Dennis terhadap Elisabeth.
" Aku tidak setuju." Jawab Dennis sambil meminum karena dirinya sudah selesai makan.
" Kenapa tidak setuju? apakah kamu mencintainya? iya atau tidak?" tanya Rocky
" Ingat Den, Elisabeth cantik dan tidak matre pasti banyak pria yang menyukainya. Jangan menyesal jika suatu saat nanti Elisabeth menemukan seorang pria dan menikah di saat kamu terlambat menyadari akan perasaanmu. sambung Rocky.
" Jujur iya aku menyukai Elisabeth, jantungku berdetak kencang dan ketika aku bersamanya aku merasakan nyaman berbeda dengan mantanku hanya perasaan suka tapi jantung dan perasaan nyaman tidak ada sama sekali." Ucap Dennis dengan jujur
" Kalau begitu katakan padanya kalau kamu mencintainya." Ucap Rocky sambil tersenyum bahagia karena akhirnya Dennis mengakui perasaannya terhadap Elisabeth.
__ADS_1
" Aku takut terluka lagi Rock." Ucap Dennis
" Kamu tahu Den, dulu aku menyukai kakakmu Debby sejak kecil hingga Debby belum menikah dan aku sangat sedih dan terluka ketika orang yang aku cintai menikah dengan Leo tapi dengan berjalannya waktu dan bertemu dengan Putri perasaan ku semakin menghilang dan di hatiku hanya ada nama Putri. Aku harap kamu pun juga sama seperti ku menatap masa depan dan jangan menengok ke arah belakang lagi karena masa lalu tidak bisa di ulang." ucap Rocky dengan kata - kata bijaknya.