Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Rencana 3


__ADS_3

" Debby, kemarin mommy beli pakaian rompi ini nanti kamu pakai besok ya." pinta mommy Laras sambil memberikan rompi anti peluru.


" Baik mom, terima kasih banyak mom." Jawab Debby sambil menerima paper bag tersebut.


" Mommy ini kamarnya Louis." ucap Debby


tok


tok


tok


" Masuk." panggil Louis dari dalam


ceklek


Setelah Debby mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk Debby membuka pintu tersebut. Mommy Laras dan Debby melihat punggung Louis saja sepertinya dirinya malu karena wajahnya masih buruk.


" Sore kak Louis, maaf mommyku ingin berbicara dengan kak Louis." ucap Debby menjelaskan.


Louis terkejut mendengar ucapan Debby tapi Louis hanya diam tanpa membalikkan badannya karena Louis beranggapan pasti mommy Laras dan Debby akan merasa jijik dan pasti akan menghinanya seperti yang di alaminya selama ini.


" Debby, mommy ingin bicara dengan Louis kamu boleh turun temani Leo." ucap mommy Laras dengan nada lembut.


" Baik mommy." Jawab Debby sambil membalikkan badannya kemudian keluar dari kamar Louis.


" Louis boleh mommy masuk?" tanya mommy Laras meminta ijin terlebih dahulu.


" Silahkan Tante." Jawab Louis


" Panggil lah mommy seperti Alex dan Leo memanggilku dengan sebutan mommy." ucap mommy Laras dengan nada lembut.


" Ada urusan apa datang ke sini? apakah Tante tidak takut padaku?" tanya Louis yang enggan memanggilnya dengan sebutan mommy.


Mommy Laras hanya menghembuskan nafasnya perlahan sambil menatap punggung Louis karena Louis masih membelakangi mommy Laras.


" Buat apa mommy takut padamu? mommy hanya takut dengan Tuhan yang telah menciptakan manusia dan seluruh dunia ini." ucap mommy Laras.


" Apakah Tante tidak takut jika tiba - tiba aku membunuhmu?" tanya Louis


" Tidak, jika itu benar-benar terjadi mommy hanya minta dua permohonan padamu." ucap mommy Laras dengan nada masih lembut.


" Apa itu?" tanya Louis penasaran


" Yang pertama mommy ingin kamu operasi wajahmu agar kamu bisa keluar dan beraktifitas kembali seperti dulu."ucap mommy Laras sambil berjalan mendekati Louis tanpa di ketahui oleh Louis.


" Kenapa Tante perduli padaku? dan dari mana tahu kalau wajahku buruk dan harus operasi?" tanya Louis


" Karena Alex, kamu dan Leo sudah mommy anggap sebagai anak mommy jadi sebagai orang tua menginginkan anak - anaknya bahagia. Kebahagian orang tua adalah melihat anak - anak bahagia tapi kesedihan orang tua adalah melihat anak - anaknya sedih." ucap mommy Laras dengan nada lembut sambil menatap wajah Louis yang memang menyeramkan.


" Louis." Panggil mommy Laras sambil menyentuh tangan Louis


Louis yang sedang melamun langsung terkejut ketika tangannya di sentuh oleh mommy Laras.


" Tante jangan melihat wajahku?" ucap Louis sambil menepis tangan mommy Laras kemudian membalikkan badannya.


Mommy Laras yang melihat Louis membalikkan badannya langsung membalikkan badan Louis.


" Louis, mommy tahu perasaanmu saat ini bolehkah mommy memelukmu?" tanya mommy Laras.

__ADS_1


Louis hanya diam dan mommy Laras tahu artinya mommy Laras langsung memeluk Louis. Mommy Laras merasa tubuhnya bergetar sepertinya Louis ingin menangis.


" Menangislah jika itu bisa mengurangi sesak hatimu. Kamu sebenarnya anak baik Louis sama seperti ke dua saudaramu." ucap mommy Laras sambil mengusap punggung Louis.


" Aku orang jahat mommy, apakah mommy tidak tahu kalau adalah psycopath?" tanya Louis mengubah panggilan Tante menjadi mommy.


" Mommy tahu, kalian tiga bersaudara adalah psycopath." ucap mommy Laras tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Louis terkejut dan mendorong perlahan tubuh mommy Laras perlahan.


" Apakah mommy dan keluarga mommy tidak takut jika sewaktu-waktu kami membunuh keluarga besar Alvonso?" tanya Louis


" Tidak, jika itu benar-benar terjadi mungkin sudah takdir kami mati di tangan kalian. Hanya saja mommy minta kamilah korban terakhir yang kalian bunuh." ucap mommy Laras sambil menatap mata Louis dengan tatapan sendu membuat Louis merasakan kasih sayang seorang ibu dengan anak.


" Kenapa mommyku tidak seperti mommy Laras." ucap Louis


" Kenapa begitu?" tanya mommy Laras pura-pura tidak mengerti.


" Mommy kami tidak pernah memperdulikan kami melakukan apa sedangkan mommy begitu perhatian terhadap kami." ucap Louis


" Semua orang tua pasti menyayangi anak - anaknya walau caranya berbeda." ucap mommy Laras


" Kamu maukan operasi wajahmu?" tanya mommy Laras lagi


Louis hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan ulang mommy Laras


" Jika itu keinginan anak mu bagaimana?" tanya mommy Laras


" Maksud mommy?" tanya Louis bingung.


" Kamu ingat Angelina?" tanya mommy Laras


" Iya dia hamil anakmu, dia menginginkan satu stel pakaianmu karena anak kalian sangat merindukan daddynya." ucap mommy Laras


" Bolehkah aku bertemu dengannya?" tanya Louis berharap


" Angelina berada di luar negri, apakah kamu mau mendengarkan suaranya?" tanya mommy Laras


" Bolehkah mom?" tanya Louis berharap.


Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya kemudian membuka tasnya yang dari tadi dipegangnya untuk mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya. Deringan pertama langsung diangkat.


" Hallo, Angelina nya ada?" tanya mommy Laras


" Ada, sebentar." ucap dokter Maria


Mommy Laras langsung loud speaker agar Louise bisa mendengar suaranya.


" Hallo mommy." panggil Angelina dengan suara merdu


deg


Jantung Louise berdetak kencang mendengar suara orang yang selama ini dirindukan. Mommy Laras melirik sekilas ke arah Louis dan mommy Laras tahu kalau Louis sebenarnya mencintai Angelina.


" Angelina, apakah kamu merindukan Louis?" tanya mommy Laras tanpa basa basi.


Terdengar suara menghembuskan nafas secara perlahan.


" Iya mommy, aku sangat merindukan Louis tapi aku tahu Louis tidak mungkin mencintaiku." ucap Angelina terdengar suara seperti menahan rasa kesedihan.

__ADS_1


" Mommy, bolehkah aku minta tolong." sambung Angelina memintaku pertolongan mommy Laras.


" Minta tolong apa sayang?" tanya mommy Laras


" Tolong ambilkan satu stel pakaian milik Louis." ucap Angelina


" Buat apa Angelina?" tanya mommy Laras pura-pura tidak tahu.


" Aku sangat merindukan Louis mom, mungkin dengan menghirup wangi Louis bisa mengurangi kerinduan Louis." ucap Angelina


" Maaf mommy." ucap Angelina yang tiba - tiba dirinya merasakan mual dan meletakkan ponsel milik dokter Maria di ranjang kemudian berjalan cepat ke arah kamar mandi.


" Maaf kenapa Angelina?" tanya mommy Laras


hoek


hoek


hoek


Terdengar suara orang sedang muntah membuat Louis tanpa sadar mengeluarkan air matanya.


" Kamu tahu Louis, Angelina lagi hamil anakmu apakah kamu tetap tidak ingin operasi?" tanya mommy Laras ulang


Louis ingin menjawab ucapan mommy Laras tapi terdengar suara Angelina.


" Mommy, maaf perut Angelina mual." ucap Angelina


" Apakah kamu hamil Angelina? anak siapa?" tanya mommy Laras pura-pura tidak tahu.


" Anak kak Louis mom, Angela akan merawat anak ini dengan penuh cinta seperti Angelina mencintai kak Louis dan Angela berharap agar kak Louis selalu bahagia." ucap Angelina dengan nada tulus.


" Jika Louis mengetahui kamu hamil dan mengambil anakmu bagaimana?" tanya mommy Laras.


" Aku akan memberikannya ke kak Louis bukannya aku tidak mencintai anak kami tapi apapun yang kak Louis inginkan aku akan memberikannya walau dia meminta nyawaku sekalipun aku akan memberikannya. Waktu itu aku pergi karena aku tidak mau di sentuh oleh laki - laki lain selain kak Louis walau aku tahu kak Louis tidak mencintaiku." ucap Angelina dan tidak berapa lama air matanya keluar.


" Aku harap Louis dan dirimu bahagia." ucap mommy Laras.


" Amin, mommy jangan lupa ambilkan satu stel pakaian kak Louis ya. Angelina mau istirahat tadi habis ke dokter kandungan." ucap Angelina


" Apakah kamu mencetak foto usg?" tanya mommy Laras


" Sudah mom." ucap Angelina


" Kirimkan ke mommy." pinta mommy Laras


" Baik mom, salam buat semua nya." Jawab Angelina tanpa curiga


" Ok. Selamat istirahat. Bye." pamit mommy Laras


" Bye." ucap Angelina.


tut tut tut tut


Panggilan komunikasi pun terputus dan tidak berapa lama ponsel mommy Laras berdering sekali dan mommy Laras melihat foto usg dan diberikan ke Louis.



" Selamat Louis anak kalian kembar dua." ucap mommy Laras

__ADS_1


__ADS_2