Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Rahasia


__ADS_3

" What?? Jam segini baru mandi?" tanya Alex dengan nada terkejut.


Debby hanya tersenyum dan tidak berapa lama Leo datang sambil tersenyum menatap wajah istrinya tanpa memandang kakaknya Alex dan juga Inge istrinya kak Alex.


" Jam segini sudah mandi memang tidur jam berapa Leo?"tanpa kak Alex.


" Jam 3 pagi." Jawab Leo santai sambil duduk di kursi dekat samping istrinya.


" Jam 3 pagi? kenapa tidak bisa tidur?" tanya kak Alex


" Biasa bikin anak." jawab Leo dengan nada santai.


" Auch... sakit sayang.." ucap Leo sambil pura - pura mengusap pinggangnya yang di cubit oleh istrinya.


Bagi Leo cubitan istrinya tidak terasa sama sekali karena dirinya sering berolahraga. Debby menatap suaminya dengan tatapan horor sedangkan Leo hanya tersenyum dan mengecup bibir istrinya secara singkat.


" Hmmm... masih ada kita... memang kita nyamuk." ucap Alex


" Kakak kan bisa mengecup istri kakak." ucap Leo dengan nada santai.


cup


Alex ikut mengecup singkat bibir istrinya membuat Inge menatapnya dengan tatapan horor sedangkan suaminya hanya tersenyum.


" Kita makan saja nanti keburu dingin makanannya." ucap Debby mengalihkan pembicaraan.


" Ok." Jawab mereka serempak.


Mereka pun makan dalam diam tidak ada satupun yang berbicara hanya suara sendok, garpu dan piring yang saling beradu. Setelah setengah jam mereka sudah selesai makan dan kini mereka berada di ruang keluarga.


" Honey, apakah Louis sudah mengoperasi wajahnya?" tanya Inge


" Belum tahu sayang, memangnya kenapa?" tanya Alex dengan nada cemburu.


" Kalau belum aku mempunyai teman yang bisa mengoperasi wajahnya. Kasihan Louis pasti ingin bisa keluar tanpa ada orang yang menghinanya." ucap Inge


" Benar juga Inge, Debby bisa merasakan jika seandainya wajah Debby seperti kak Louis pasti selalu di dalam kamar dan merasakan frustrasi." ucap Debby dengan mata mulai berembun.


" Honey, hubungi kak Louis." pinta Debby sambil menatap mata suaminya.


" Baiklah sayang." ucap Leo yang tidak bisa menolak keinginan istrinya.


Leo mengeluarkan ponselnya di saku kemejanya kemudian menghubungi kakaknya, deringan pertama langsung di angkat kakaknya.


" Hallo kak?" panggil Leo


" Gunakan loud speaker." bisik Debby


Leo pun mengikuti keinginan istrinya untuk me loud speaker ponselnya.


" Ada apa Leo?" tanya Louis


" Apakah kakak sudah operasi wajah?" tanya Leo tanpa basa basi.

__ADS_1


" Tumben kamu menanyakan itu? semenjak kamu dan kakakku Alex menikah dan berbulan madu kalian tidak pernah menghubungiku." ucap Louis dengan nada merajuk.


" Maafkan kami kak karena kami sibuk." ucap Leo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Sibuk apa?" tanya Louis


" Sibuk buat anak kak." ucap Leo


uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk


uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk


Debby dan Inge langsung terbatuk mendengar ucapan vulgar Leo.


" Siapa itu yang batuk?" tanya Louis.


" Istriku dan kak Inge.


" Kalian sedang berkumpul?" tanya Louis


" Iya tadi kami makan bersama." ucap Leo


" Beli atau masak?" tanya Louis kepo


" Masak donk.." ucap Leo dengan nada bangga.


" Siapa yang masak?" tanya Louis ingin tahu.


" Istriku dan juga Inge. Lain kakak cobain masakan istriku yang sangat enak. Leo saja sejak menjadi pasangan kekasih hingga menikah jarang makan di luar." ucap Leo dengan nada bangga.


" Iya nanti kakak akan cobain masakan istrimu dan juga kak Inge." ucap Louis dengan nada berbeda.


" Kak Louis." panggil Debby tiba - tiba


" Ini siapa?" tanya Louis dengan nada terkejut.


" Aku Debby, kak Louis aku dan Inge mempunyai teman yang bisa mengoperasi wajah apakah kak Louis bersedia?" tanya Debby mencoba mengalihkan pembicaraan.


" Buat apa?" tanya Louis


" Kami ingin agar kak Louis bisa kembali bekerja seperti dulu." ucap Debby keceplosan.


" Maksud kamu apa Deb?" tanya Alex, Louis dan Leo bersamaan dengan nada curiga.


" Hmmm... bukankah dulu sebelum kejadian kak Louis bekerja?" tanya Debby akhirnya dirinya membongkar rahasia yang disimpannya.


" Tahu dari mana kalau dulu aku bekerja?" tanya Louis dengan nada penasaran.


" Maafkan aku kak Louis, kak Alex dan honey kalau Debby meretas keluarga kalian." ucap Debby pasrah.


" Apa yang kamu dapatkan dari informasi keluarga kami?" tanya Alex, Louis dan Leo bersamaan.


" Kalau kak Alex, kak Louis dan Leo adalah keluarga psycopath." ucap Debby dengan jujur.

__ADS_1


" Apa??? apakah kamu juga tahu itu Inge?" tanya Alex


" Aku sudah tahu sebelum kita melakukan hubungan suami istri. Aku sudah tahu semuanya." ucap Inge berkata jujur.


tut tut tut tut


Louis langsung mematikan ponselnya sepihak kemudian menghubungi Leo dengan panggilan video call sambungan pertama langsung terhubung. Leo menaruh ponselnya di meja agar mereka berempat bisa melihat Louis.


" Kenapa kalian tidak takut pada kami?" tanya mereka serempak.


" Karena kami bertiga ingin kalian melupakan dendam." ucap Debby dan Inge bersamaan.


" Bertiga? satu lagi siapa?" tanya mereka serempak


" Angelina." ucap Debby dan Inge


" Angelina??" panggil mereka serempak mengulangi perkataannya.


" Iya benar, Angelina sahabatku yang di ambil kehormatannya oleh kak Louis dan membuatnya kehabisan darahnya ketika pergi meninggalkan mansion kak Alex." ucap Debby sambil berlinangan air matanya.


" Apakah keluarga besar mu tahu?" tanya Alex


" Keluarga besarku tahu dan aku juga tahu kalau kak Alex, kak Louis dan kak Leo ingin membunuh Max, Baron dan Charli." ucap Debby


" Tapi sebelum kalian membunuh mereka, tembaklah kami." sambung Inge sambil memeluk suaminya.


Alex terdiam tanpa membalas pelukan istrinya dan tanpa pengetahuan Alex, Inge mengambil pistol di dalam pinggang Alex begitu pula dengan Debby memeluk suaminya dan Leo hanya bisa diam karena dirinya sangat terkejut mendengar ucapan istrinya dan tanpa sepengetahuan suaminya Debby mengambil pistol tersebut.


" Honey ini pistolmu tembak lah di keningku." ucap Debby sambil memegang tangan kanan suaminya kemudian memberikan pistol milik Leo.


" Honey ini pistolmu tembak lah di keningku." ucap Inge sambil memegang tangan kanan suaminya kemudian memberikan pistol milik Alex.


Debby dan Inge memegang tangan suaminya dan mengarahkan pistolnya ke kening Debby dan Inge sambil menatap wajah tampan suaminya.


" Aku sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa melihat orang-orang yang aku cintai terluka karena itulah lebih baik aku mati." ucap Debby


" Mungkin dengan kematian kami bisa mengurangi dendam pada keluarga besar Alvonso." sambung Inge.


" Ada satu lagi yang belum kami katakan bahwa Max, Baron dan Charli telah membeli saham milik orang tua kalian yang telah direbut oleh seseorang dan kini perusahaan itu sudah atas nama kak Alex, kak Louis dan honey berdasarkan surat wasiat mertua kami." ucap Debby


" Surat wasiat?" tanya mereka bertiga dengan kompak.


" Iya benar surat wasiat daddy kak Alex, kak Louis dan honey. Surat dan dokumen untuk kak Louis masih aku simpan di lemari pakaianku. Honey bisa mencarinya." ucap Debby


" Maaf kami baru jujur sekarang karena terus terang kami sangat tersiksa menyembunyikan sesuatu pada pasangan kami." sambung Inge


" Sekarang honey, kak Alex dan kak Louis sudah tahu dan kami pasrah jika kami harus mati di tangan orang yang kami cintai." ucap Debby sambil menatap wajah suaminya dengan mata sudah berkaca-kaca.


" Tembaklah honey, jika itu bisa mengurangi rasa dendam pada Max, Baron dan Charli." ucap Inge sambil menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan sendu dan pasrah.


xxxxxxx


Ayo donk like, komentar vote dan hadiahnya agar author semangat menulisnya.

__ADS_1


Terima kasih atas like, komentar vote dan hadiahnya.


__ADS_2