Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Nasehat Mommy Laras dan Daddy Alvonso 2


__ADS_3

" Tapi apakah mommy melakukannya setiap hari belanja, jalan - jalan dan menghambur - hamburkan uang? jawabannya tidak bukan. Mommy kalian lebih memikirkan Daddy dan anak - anak. Itulah mengapa daddy mengijinkan mommy bertemu dengan ke dua sahabatnya karena mommy kalian mengerti waktu dan selalu menganggap keluarga adalah yang lebih penting dan tidak pernah menghamburkan uang. Kalian juga bisa saudara - saudaramu dan juga para ipar yang perempuan apakah mereka semua menghamburkan uang suaminya? jawabannya tidak bukan?" ucap daddy Alvonso.


" Karena itu daddy minta sama kamu berpikirlah dengan jernih kalau wanita yang kamu sukai itu adalah bukan wanita baik - baik." sambung Daddy Alvonso.


"Iya dad, terima kasih atas nasehatnya." ucap Dennis.


" Bagus, mommy dan daddy sangat senang jika kamu mendengarkan nasehat dari kami." ucap mommy Laras sambil memeluk Dennis dari arah samping begitu pula dengan daddy Alvonso.


Mommy Laras melepaskan pelukannya begitu pula dengan daddy Alvonso.


" Dennis, mommy dan daddy mau jalan - jalan dulu." ucap mommy Laras sambil berdiri.


" Mommy sama daddy memang mau pergi kemana?" tanya Dennis ikut berdiri.


" Pacaran." ucap daddy Alvonso sambil berdiri dan memeluk mommy Laras dari arah samping.


" Hahhh!!! pacaran??? tidak salah dad?" tanya Dennis dengan nada terkejut.


" Tidak, kan semua perusahaan sudah Daddy bagi - bagi ke semua anak daddy jadi sekarang Daddy dan mommy ingin menikmati masa tua daddy dengan pacaran dan bulan madu." ucap daddy Alvonso.


" Aish.. daddy seperti ABG saja." ledek Dennis.


" Dulu waktu menikah daddy dengan mommy kalian, Daddy sibuk mengurus perusahaan dan juga keluarga kini kalian sudah besar dan bisa memikul tanggung jawab jadi daddy ingin menikmati masa tua kami." ucap Daddy Alvonso.


" Iya dad, kami anak - anak sangat senang melihat mommy dan Daddy masih romantis sampai masa tuanya. Kami bahagia memiliki Daddy dan mommy." ucap Dennis dengan nada tulus sambil memeluk ke dua orang tuanya.


Mommy Laras dan daddy Alvonso membalas pelukan Dennis sambil tersenyum dan tidak berapa lama mereka melepaskan pelukannya. Mommy Laras dan daddy Alvonso pergi meninggalkan Dennis sendirian sedangkan Dennis melanjutkan kembali pekerjaannya.


xxxxxxx


Di Tempat Yang Berbeda


Elisabeth yang kesal dengan kekasihnya kembali lagi ke rumah lamanya karena dirinya di usir dari apartemen mewahnya. Elisabeth berbaring di sofa dengan wajah memerah.


"Awas saja kalau Dennis menghubungi diriku aku akan meminta empat kali lipat dari semua yang dulu diberikan padaku." ucap Elisabeth dengan nada kesal.


Tidak berapa lama ponselnya berdering tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya Elisabeth menggeser tombol berwarna hijau.

__ADS_1


" Ada apa?"tanya Elisabeth dengan nada jutek.


" Jaga bicaramu!!!" bentak wanita di sebrang.


Elisabeth terkejut dan melihat ponselnya siapa yang menghubungi dirinya.


" Maaf nona, saya pikir Dennis." ucap Elisabeth


" Ada apa dengan Dennis? kapan kalian menikah?" tanya wanita dari sebrang.


" Kami putus dan tidak bakalan menikah." ucap Elisabeth.


" Dasar bodoh, kenapa bisa putus hah!!!" bentak wanita itu.


" Semua fasilitas yang Dennis berikan atas namaku di ambil alih oleh seseorang dan Dennis tidak memperdulikannya karena itulah kami putus." ucap Elisabeth.


" Dasar bodoh, memang uang yang saya kirimkan untuk membayarmu kurang hah!!!" bentak wanita itu.


" Ya kuranglah karena itulah ketika Dennis memberikan semua fasilitas apartemen, mobil, kartu kredit tanpa batas dan kartu debit dan beberapa aset aku sangat senang tapi semuanya di tarik dalam sekejap." omel Elisabeth.


" Aku tidak perduli pokoknya bagaimana caranya kamu harus kembali dengan Dennis kalau tidak aku akan menyiksa dan berakhir dengan kematian." ancam wanita itu.


Elisabeth menelan salivanya dengan kasar dirinya tidak mau mati secepat itu.


" Ba...baik saya akan kembali pacaran dengan Dennis." ucap Elisabeth.


" Bagus, sehari sebelum menikah kamu harus selingkuh dengan orang suruhan ku dan Dennis melihat kalian sedang melakukan hubungan suami istri." ucap wanita itu.


" Hahh... aku tidak mau jika aku menikah dengan Dennis aku tentunya hidup enak dan tidak perlu bersusah payah." tolak Elisabeth.


" Lakukan perintahku atau kamu akan aku siksa dan kubunuh." ancam wanita itu.


" Iya... iya.." ucap Elisabeth dengan nada kesal.


Tut


Tut

__ADS_1


Tut


Sambungan komunikasi langsung dimatikan secara sepihak membuat Elisabeth bertambah kesal.


" Si*l enak saja aku yang cape merayu dan menikah dengan Dennis malah aku di suruh sehari sebelum menikah di suruh selingkuh." ucap Elisabeth dengan nada kesal.


" Aku iyakan saja tapi aku tidak akan menuruti keinginannya." sambung Elisabeth sambil tersenyum menyeringai.


Tanpa sepengetahuan Elisabeth segala gerak geriknya dimatai oleh seseorang melalui rekaman cctv yang di pasang tanpa sepengetahuan Elisabeth membuat orang itu menatap tajam dan menggenggam gelas hingga pecah hingga melukai tangannya dan keluarlah darah segar dari tangannya.


" Si*l kamu Celline, kamu memang tidak pantas untuk dipercaya, tunggu saja apa yang kamu harapkan ingin bahagia dengan Dennis tidak akan bisa berjalan sesuai dengan rencanamu karena aku masih banyak ide jahat. Max kamu harus menjadi milikku dan kalian keluarga besar daddy Alvonso aku akan membalas dendam melalui anak kalian Dennis karena telah membunuh mommy dan daddyku terutama kamu Alviana aku akan menyiksamu dan membunuhmu." ucap orang tersebut sambil tersenyum menyeringai.


" Aku tahu kalianlah yang melakukan agar semua aset milik Dennis menjadi milik Dennis kembali tapi kalian tidak akan bisa mencari identitas Elisabeth Ardiansyah karena nama yang sebenarnya adalah Celline Lumanto." sambungnya lagi.


ceklek


" Hai wanita murahan." panggil pria paruh baya sambil tersenyum mesum.


" Aku bukan perempuan murahan, mau apa kamu ke sini tua bangka!" bentak wanita itu.


plak


" Jaga mulutmu, aku ingin adik kecilku masuk ke punyaku lagi." ucap pria paruh baya itu menampar wanita itu dengan kencang hingga terjatuh kemudian membuka pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun.


" Dasar, tidak paman dan tidak tuan muda sama - sama pria psycopath dan mesum." bentak wanita itu.


plak


sretttt


sretttt


Pria itupun menampar wanita itu lagi kemudian menarik pakaian wanita itu hingga polos tanpa sehelai benangpun dan langsung menarik tangan wanita itu dan di dorong ke arah ranjang . Tanpa pemanasan pria paruh baya itu menancapkan kerisnya membuat wanita itu berteriak kesakitan.


" Brengs*k... sakit.." bentak wanita itu


Pria paruh baya itu tidak menghiraukan teriakan wanita itu hingga setengah jam pria paruh baya itupun mengeluarkan laharnya ke dalam rahim wanita itu barulah pria itu menarik kerisnya dan bangun dari tubuh wanita itu yang berada di bawahnya.

__ADS_1


" Kalau kamu ingin bebas dari ini ajak temanmu yang bernama Celline agar kamu tidak tersiksa lagi karena punyamu sudah tidak enak alias sudah doll karena setiap hari aku pakai terus, aku ingin yang masih segar." ucap pria itu tanpa dosa sambil memakai pakaiannya kembali dan meninggalkan wanita itu yang badannya terasa sakit karena pria paruh baya itu bermain dengan sangat kasar.


__ADS_2