
Debby berjalan diikuti oleh Dennis hingga mereka menaiki anak tangga menuju ke lantai dua. Sampai di sebuah pintu kamar Debby membuka pintu tersebut secara lebar sehingga Dennis bisa melihat isi di dalam kamar tersebut.
Mata Dennis membulatkan matanya dengan sempurna melihat wanita yang akan dinikahi sedang berpelukan dengan seorang pria tua membuat dirinya sangat emosi.
" Elisabeth!!!" teriak Dennis hingga terdengar suara di lantai satu.
Di ruangan lantai satu tepatnya di ruang keluarga yang tadi sedang tertawa tiba - tiba dikejutkan dengan suara teriakan Dennis kecuali keluarga besar Alvonso. Merekapun berdiri dan berjalan menuju ke lantai dua untuk melihat apa yang terjadi.
Elisabeth yang sedang tertidur pulas bersama pria tua itu sangat terkejut mendengar suara teriakan Dennis dan tanpa sadar terbangun dan terlihat tubuh polos bagian atas mereka. Dennis menatap dengan penuh kebencian langsung masuk ke dalam dan mendekati mereka berdua.
plak
plak
" Dasar wanita murahan mulai hari ini kita putus dan pernikahan kita batal!!" bentak Dennis sambil menampar pipi kanan dan kiri Elisabeth.
Pria paruh baya itu langsung mengambil boxernya yang berada di lantai kemudian memakainya.
" Honey dengarkan saya dulu." pinta Elisabeth
" Tutup mulutmu wanita murahan!!" bentak Dennis kembali.
" Brengs*k siapa kamu!! menganggu kesenanganku." bentak pria paruh baya sambil berdiri mendekati Dennis karena pria itu sangat membenci suara keras.
Dennis memalingkan wajahnya dan menatap tajam ke arah pria paruh baya itu.
" Hei bandot tua ingat dosa, sudah bau tanah bukannya bertobat malah berbuat dosa." hina Dennis
" Kau.." ucap pria itu tidak terima.
Pria tua itu mendekati Dennis dan memukul Dennis tapi Dennis bisa menghindari pukulan itu.
" Bandot tua lagi memukul angin ya?" ledek Dennis
bugh
akhhh
bruk
Dennis membalas pukulan pria itu hingga jatuh dan mengeluarkan darah segar. Pria itupun menyeka darahnya dengan menggunakan tangannya sambil berdiri ingin membalas pukulan Dennis.
bugh
akhhhh
bruk
__ADS_1
Dennis berhasil menghindar dan membalas pukulan pria tua itu hingga pria itu terjatuh kembali. Kaki Dennis di angkat ke atas ingin menendang pria itu.
" Jika kamu menendang pamanku maka kakakmu aku tembak." ucap Louis yang tiba - tiba datang dan mengarahkan pistolnya ke arah Debby.
Dennis menurunkan kakinya dan membalikkan badannya menatap tajam ke arah Louis.
" Kak Louis apa yang kakak lakukan dengan istriku?" tanya Leo
Mommy Laras dan daddy Alvonso langsung masuk ke dalam dan mendekati putranya Dennis sedangkan kakak - kakaknya yang bernama Alvonso dan Alvian bersiap - siap menolong adik kesayangannya yang bernama Debby.
" Adiknya telah menyiksa pamanku karena itulah aku ingin menembak istrimu." ucap Louis menjelaskan.
" Kak Louis, adikku Dennis marah terhadap wanita ular itu karena selingkuh dengan pamanmu sedangkan besok mereka akan menikah." ucap Debby menjelaskan
" Berarti tadi kamu mengajak adikmu untuk memberitahukan tentang perselingkuhan paman dan calon pengantin nya?" tanya Leo memastikan
" Maafkan aku honey." ucap Debby
" Kenapa kamu membohongi suamimu hah!!" ucap Leo dengan nada kesal.
Debby hanya diam namun tiba-tiba kepalanya terasa pusing tapi Debby berusaha menahannya.
" Karena aku takut honey tidak setuju dengan mempertemukan adikku dengan wanita ular itu." ucap Debby sambil mendekati suaminya tanpa memperdulikan Louis menempelkan pistol ke keningnya.
Elisabeth melirik sekilas di meja ranjang ada pistol peremdam suara punya pria tua tersebut kemudian pistol tersebut diarahkan ke Debby karena Debby yang telah membuat rencananya gagal.
dor
akhhhhh
Daddy Alvonso berhasil menembak tangan wanita ular itu tapi sebelum pistol itu terjatuh wanita ular itu menembakkan pelurunya ke arah Debby tapi meleset ke arah Leo dan Debby yang mengetahui hal itu langsung memeluk suaminya.
dor
akhhhhh
" Honey maafkan aku karena membohongi honey. I Love You my husband, jaga diri honey baik - baik." ucap Debby sambil memeluk tubuh suaminya ketika pistol itu ditembakkan dan mengenai punggungnya. Kepala Debby sangat pusing dan di tambah tembakan yang mengenai punggungnya dan tidak berapa Debby melepaskan pelukannya dan hendak jatuh ke lantai karena Leo tidak membalas pelukan Debby.
Sebelum terjatuh Debby tersenyum menatap wajah tampan suaminya. Leo sangat terkejut melihat mulut Debby berdarah membuat tangan kiri Leo menangkap tangan kanan istrinya sedangkan tangan kanan Leo menahan tubuh istrinya sehingga belum sempat terjatuh di lantai.
Leo sangat terkejut tangan kanannya basah ketika memegang punggung Debby membuat Leo menarik tangannya.
" Darah.. kamu.." tanya Leo tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
" Aku tidak bisa melihat honey tertembak karena itulah biarlah aku yang tertembak." ucap Debby lirih
Leo langsung mengangkat tubuh Debby dan membawanya ke rumah sakit diikuti oleh Alvian.
__ADS_1
Mommy Laras yang melihat putri kesayangannya di tembak langsung menendang wanita ular itu.
bugh
akhhhh
bugh
akhhhh
Mommy Laras memukul secara membabi buta dan tidak memperdulikan dia berteriak kesakitan sedangkan pria tua itu berusaha bangun untuk membantu wanita ular itu tapi Daddy Alvonso langsung menghalanginya.
" Jika bergerak membantu ular itu aku tembak." perintah daddy Alvonso
" Dasar wanita ular, kamu berani menyakiti ke dua anak kesayanganku." memaki mommy Laras sambil memukuli Elisabeth.
" Mommy sudah dia bisa mati." ucap Dennis yang tidak tega melihat Elisabeth yang sudah babak belur dipukuli oleh mommy Laras.
" Apakah kamu mencintai wanita ular ini?" tanya mommy Laras
" Tidak mom." Jawab Dennis
" Tunggu aku mohon, ada yang ingin aku katakan. Aku disuruh pria tua itu dan seorang wanita untuk menghancurkan keluargamu tapi aku tidak mau." ucap Elisabeth
Mommy Laras, daddy Alvonso, Alvonso dan Dennis menatap tajam ke arah pria tua itu.
" Siapa kamu sebenarnya aku tidak mengenalmu, tapi kenapa ingin menghancurkan keluargaku?" tanya Daddy Alvonso dengan nada geram.
Pria itu hanya menatap tajam ke arah Elisabeth karena telah membocorkan rahasianya. Dennis yang kesal memukul pria tua itu tanpa memberikan kesempatan untuk membalas.
" Siapa wanita satunya? di mana dia?" tanya mommy Laras
" Aku tidak tahu namanya dan aku juga tidak tahu dimana dia tapi aku mempunyai..." ucap Elisabeth terpotong karena ada seorang yang menembak dirinya.
dor
akhhhh
Daddy Alvonso memalingkan wajahnya dan melihat orang itu sedang berlari. Daddy Alvonso langsung mengejar orang itu dengan di bantu oleh anaknya yang bernama Alvonso. Kini tinggallah mommy Laras dan Dennis bersama pria tua dan Elisabeth yang tertembak.
Mommy Laras duduk di lantai dan menaruh kepala Elisabeth di pahanya sebagai bantalan nya.
" Nyonya maafkan aku karena berbuat jahat sama anak nyonya, aku tahu dosaku sudah terlalu banyak." ucap Elisabeth
" Sebenarnya namaku adalah Celline Lumanto bukan Elisabeth Ardiansyah. Saya terpaksa melakukannya karena tergiur dengan uang yang saya dapat tapi ketika melihat Dennis aku tidak mau mengikuti mereka dan ingin hidup enak dengan Dennis. Sekali lagi maafkan saya nyonya." mohon Celline.
Tidak berapa lama Celline menghembuskan nafas terakhirnya dan belum sempat mengatakan selanjutnya. Celline meninggal dengan mata melotot.
__ADS_1
" Celline bangun, kamu mempunyai apa? foto wanita itu?" tanya mommy Laras