Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Penyerangan Di Rumah Sakit


__ADS_3

" Kamu serius Dennis?" tanya mommy Laras tidak menjawab pertanyaan anaknya.


" Serius mom, Rocky juga mendaftar menjadi tentara dan barusan aku meminta tolong untuk mendaftarkan aku sebagai tentara." ucap Dennis mantap sambil bangun dari tidurnya dan berjalan ke arah mommy Laras kemudian berdiri di samping ranjang mommy Laras.


" Apakah karena wanita itu?" tanya mommy Laras sambil menatap mata anaknya dan menggenggam ke dua tangan Dennis.


" Maaf mommy, sebenarnya aku dan Rocky sudah lama bercita - cita menjadi tentara dan karena Rocky sudah mendaftar maka Dennis ikut mendaftar jadi tidak ada hubungannya dengan wanita ular itu.'' Jawab Dennis sambil membalas genggaman mommy Laras.


" Kalau itu sudah menjadi cita - cita mu mommy tidak akan memaksamu karena kamu sudah besar dan bisa bertanggung jawab dengan dirimu sendiri." ucap mommy Laras pasrah


" Terima kasih mommy." Jawab Dennis sambil tersenyum.


" Bagaimana dengan daddy?" tanya Dennis sambil menatap wajah tampan daddynya.


" Sama seperti mommy, daddy tidak akan melarangmu untuk menjadi prajurit TNI walau sebenarnya daddy ingin kamu menjadi CEO seperti kakak - kakakmu." ucap Daddy Alvonso berkata jujur.


" Maafkan Dennis ya dad? kalau daddy tidak setuju Dennis akan telepon Rocky untuk membatalkan rencana Dennis untuk menjadi prajurit TNI." Ucap Dennis


" Tidak Dennis, daddy tidak ingin memaksakan kehendakmu." Jawab daddy Alvonso sambil memeluk Dennis dan menepuk - nepuk pundak anaknya.


" Terima kasih daddy." Jawab Dennis sambil membalas pelukan daddy Alvonso.


Setelah agak lama daddy Alvonso dan Dennis melepaskan pelukannya. Dennis berbaring kembali ke ranjang.


" Kamu tidak makan Leo?" tanya daddy Alvonso


" Belum dad." Jawab Leo


krucuk krucuk krucuk


Tiba - tiba perut Leo berbunyi nyaring membuat daddy Alvonso, mommy Laras, Debby dan Dennis menahan tahan sedangkan Leo tersipu malu karena ketahuan berbohong.


" Tapi kok cacingnya lagi demo." Ledek mommy Laras


" Hehehehe... demo lapar ya mom." goda daddy Alvonso.


Leo hanya bisa tersenyum malu karena ke dua mertuanya menggoda dirinya.


" Mommy, daddy sudah jangan godain kak Leo." bela Debby


" Iya... iya... ayo Leo kita beli makanan... ada yang mau nitip makanan?" tanya daddy Alvonso.


" Boleh dad." Jawab mereka serempak.

__ADS_1


" Ok." Jawab daddy Alvonso


" Ayo Leo kita pergi." ajak daddy Alvonso


" Daddy tidak bertanya dulu?" tanya Leo dengan nada bingung


" Maksudnya?" tanya daddy Alvonso menjawab pertanyaan dengan pertanyaan.


" Maksudnya daddy tidak bertanya ke mommy, Debby dan Dennis mau pesan makanan apa?" tanya Leo


" Oh, daddy sudah hapal kesukaan makanan mommy dan anak - anak daddy apalagi selera makanan para menantu daddy begitu pula dengan mommy." Jawab daddy Alvonso menjelaskan


" Memang kesukaan Leo apa dad?" tanya Leo penasaran


" Kamu suka semua makanan tapi lebih suka dengan makanan xxxx." jawab daddy Alvonso dengan nada santai.


" Kenapa daddy bisa tahu?" tanya Leo penasaran


" Waktu kita ada acara makan bersama kamu sangat suka makanan itu sampai nambah tiga kali, benar bukan?" tanya daddy Alvonso


" Hehehehe... Benar dad." Jawab Leo tersenyum malu karena ketahuan dirinya makan sampai nambah tiga kali.


" Leo rakus ya dad?" tanya Leo


" Akhhhh.. daddy... mommy jadi malu." ucap mommy Laras


Semua hanya tersenyum dan berharap jika mereka sudah tua akan seperti mommy dan daddy yang selalu romantis. Daddy Alvonso dan Leo pun meninggalkan mommy Laras, Dennis dan Debby.


" Debby kenapa kamu sampai terluka? bukankah mommy sudah memberikan rompi anti peluru?" tanya mommy Laras dengan nada bingung


" Waktu mommy dan kak Louis sedang mengobrol Debby masuk ke dalam kamar untuk menaruh paper bag berisi rompi anti peluru ke meja dekat ranjang kemudian Debby keluar dari kamar menuju ke lantai satu untuk menemui kak Leo dan kak Alex serta Inge." ucap Debby.


" Lalu?" tanya mommy Laras penasaran.


" Mommy pulang aku dan kak Leo langsung naik ke lantai dua menuju ke kamar kami tapi paper bag pemberian mommy yang aku taruh di meja hilang karena itulah ketika Debby tertembak langsung terluka." ucap Debby menjelaskan.


" Berarti di mansion milik paman Leo kemungkinan ada cctv atau ada mata - mata." ucap mommy Laras


" Pantas saja pas mommy tertembak sambil matanya memberikan kode, untung Dennis langsung mengerti." ucap Dennis.


" Hehehehe karena mommy sudah menyangka pasti ada pengkhianat di mansion kita karena itulah mommy tidak bisa memberitahukan ke kalian semuanya." ucap mommy Laras menjelaskan.


" Memang siapa mom pengkhianat di mansion kita?" tanya Debby dan Dennis penasaran.

__ADS_1


" Ada dua orang mereka adalah dua anak pelayan yang bernama Juminten dan Syarief." jawab mommy Laras menjelaskan.


" Bukankah mereka berdua rajin dan sepertinya mereka setia dengan kita." Jawab Dennis


" Iya benar, tutur katanya sangat sopan sungguh tidak aku mempercayai." sambung Debby menimpali ucapan adiknya.


" Benar, mommy dan daddy tidak percaya kalau mereka berdua ternyata pengkhianat. Sekarang mommy, Dennis dan Debby pura - pura tidur tapi mata kalian terbuka sedikit saja jika ada yang datang dan bersiap - siap siapa tahu ada musuh tiba-tiba datang menyerang kita karena mommy yakin pasti ada penyerangan di rumah sakit ini." ucap mommy Laras sambil pura - pura memejamkan matanya.


" Baik mom." Jawab Debby dan Dennis sambil pura - pura memejamkan matanya.


Tidak berapa lama pintu ruang perawatan VVIP di buka secara perlahan seorang dokter dan tiga perawat masuk ke dalam dengan diikuti dua orang anak pelayan yang bernama Juminten dan Syarief.


Jumlah mereka ada enam orang, dan masing - masing kelompok di bagi menjadi tiga. Dua orang berjalan dengan perlahan sambil masing-masing mengeluarkan pisau tajam ke arah mommy Laras, dua orang lagi berjalan ke arah Debby dan sisanya yang berjumlah dua orang juga berjalan ke arah Dennis.


Ketika pisau itu diarahkan ke mommy Laras, Debby dan Dennis membuat mereka bertiga langsung menahan ke dua pisau dengan menggunakan ke dua tangannya kanan dan kiri.


duag


brugh


duag


brugh


Masing-masing penjahat langsung terjatuh karena belum ada persiapan. Mommy Laras dan Dennis langsung bangun dari brangkar dan berjalan ke arah Debby untuk melindunginya karena melihat Debby sedang menahan rasa sakit pada perutnya.


Mommy Laras dan Dennis langsung menyerang mereka berenam tapi lama kelamaan mommy Laras dan Dennis terdesak karena mereka semua bisa bela diri.


bugh


akhhhhh


duag


duag


akhhhhh


brugh


Mommy Laras yang melihat salah satu dari mereka ingin menyerang Debby membuat mommy Laras memukul punggung pria itu hingga pria itu berteriak kesakitan tapi sayang salah satu dari mereka yang melihat temannya terkena pukulan mommy Laras membuatnya menendang mommy Laras hingga mommy Laras langsung terjatuh dan kepalanya terbentur ranjang hingga mengeluarkan darah segar dan tidak berapa lama mommy Laras tidak sadarkan diri.


" Mommy!!" teriak Debby dan Dennis

__ADS_1


__ADS_2