Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Akademi Militer Magelang


__ADS_3

" Iya kok kakak tahu?" tanya Dennis dengan nada bingung.


" Ya tahulah anak buah kak Arlan menjagamu dan juga menjaga Elisabeth. Dennis kurangi sifat emosimu, kamu tahu banyak orang yang merekam kejadian itu dan untunglah anak buah kak Arlan telah membereskan semuanya termasuk seorang pria yang bekerja sama dengan seseorang, mereka adalah musuh daddy kita." Ucap Alviana


" Iya kak maaf." Ucap Dennis


" Untung mommy tidak tahu kalau sampai tahu telingamu siap - siap di jewer." Ucap Alviana.


" Iya kak, jangan bilang ke mommy ya kak." pinta Dennis


" Iya kakak tidak akan bilang asalkan kamu mengurangi emosimu." pinta Alviana


" Baik kak." Ucap Dennis


" Kamu kapan pulang Den? kita semua kangen sama kamu." Ucap Alviana


" Kalau libur panjang Dennis pulang ke Jakarta." ucap Dennis


" Ok kakak tunggu." Ucap Alviana


" Kak terima kasih atas bantuannya." Ucap Dennis tulus


" Satu lagi, kalian hampir saja melakukan hubungan suami istri. Kamu harus bisa menahannya Den lakukan itu jika kalian sudah resmi menikah. Jangan di kamar berdua karena pikiran kita akan menjadi kotor dan melakukan perbuatan dosa." Ucap Alviana menasehati adiknya.


" Kakak tahu?" tanya Dennis dengan nada terkejut.


" Ya tahulah, bilang juga ke Rocky jangan di kamar bersama Putri karena kadang mereka hampir saja melakukan itu. Lebih baik kalian datang dan jangan menginap kalau pun terpaksa menginap, menginaplah di hotel karena takutnya kalian khilaf dan melakukan perbuatan dosa itu." Ucap Alviana


" Baik kak nanti aku bilang ke Rocky." ucap Dennis


" Baik, kakak tutup teleponnya." ucap Alviana


" Tunggu kak, menurut kakak bagaimana Elisabeth?" tanya Dennis


" Kakak lihat dia gadis baik kalau liburan bawa Elisabeth ke rumah kenalkan ke keluarga besar kita." Ucap Alviana


" Aku takut kak dia sama seperti wanita ular itu." Lirih Dennis yang masih trauma.


" Kalau kamu takut coba saja tes." Ucap Alviana yang mengerti kalau adiknya masih trauma dengan wanita.


" Maksud kakak tes apa? kayak anak sekolah saja kak." Ucap Dennis


" Anggap saja seperti itu." Ucap Alviana


" Apa itu kak tesnya?" tanya Dennis penasaran


" Coba berikan kartu kredit tanpa batas dan kartu debit apakah dia terima atau tidak." Ucap Alviana


" Kalau dia terima?" tanya Dennis

__ADS_1


" Kalau dia terima ya biarkan saja." Ucap Alviana santai


" Kalau tidak terima?" tanya Dennis


" Paksa harus terima." Ucap Alviana


" Kenapa mesti di tes semua wanita pasti terima dua kartu itu kak." Ucap Dennis


" Dennis, adikku yang paling tampan kalau Elisabeth ternyata wanita matre maka dia akan gunakan kartu itu untuk belanja barang - barang mewah tapi kalau tidak berarti dia bukan wanita matre." Ucap Alviana


" Kalau ternyata belanja barang mewah apa yang kita lakukan?" tanya Dennis


" Kamu tenang saja setiap ada orang lain yang menggunakan kartu kredit tanpa batas dan kartu debit milik keluarga besar Alvonso maka pihak bank akan menghubungi mommy atau daddy kita dan bisa dibatalkan agar orang itu merasakan malu luar biasa di depan orang - orang yang sedang belanja." Ucap Alviana.


" Baik kak, terima kasih atas idenya." Jawab Dennis


" Ok. Sama - sama. Bye." ucap Alviana


" Bye." Jawab Dennis


tut tut tut tut tut tut


Sambungan komunikasi langsung terputus, Rocky yang sedang mengobrol dengan Doddy langsung berhenti karena namanya di sebut. Rocky menunggu Dennis selesai mengobrol dengan kakaknya lewat ponselnya.


" Kenapa namaku di sebut?" tanya Rocky penasaran setelah melihat Dennis menyimpan kembali ponselnya.


" Apa yang kita lakukan bersama kekasih kita kakakku Alviana mengetahui semuanya." Bisik Dennis


" Rocky jangan teriak kupingku sakit." Omel Dennis


" Ada apa sih?" tanya Doddy penasaran.


" Anak kecil di larang ikut campur." Ucap Dennis usil


" Hei, aku bukan anak kecil kali." Omel Doddy


" Eh salah yang jombol jangan ikut nimbrung nanti pengen." Ucap Dennis usil lagi.


" Rocky kamu nemu temanmu ini di mana?" tanya Doddy asal.


" Si**n kamu Dod." Ucap Dennis sambil menimpuk Dennis dengan tissue yang di bentuk bulat.


" Ada apa nih?" tanya Elisabeth dan Putri bersamaan.


" Tidak ada, kita hanya bercanda." Ucap Dennis.


Tidak berapa lama makanan pesanan mereka datang. Merekapun makan dalam diam tanpa ada satupun yang bicara. Setengah jam kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.


" Kita pulang karena tiga jam lagi kita kembali ke barak militer." Ucap Dennis

__ADS_1


" Ok." Jawab mereka serempak


" Oh iya El, ini kartu kredit tanpa batas dan kartu debit buatmu." Ucap Dennis


" Buatku? kenapa?" tanya Elisabeth dengan bingung


" Kamu kan sekarang sudah menjadi kekasihku jadi semua aku yang tanggung." Ucap Dennis


" Tapi aku juga sudah punya." Tolak Elisabeth


" Terima dan aku tidak suka penolakan." Ucap Dennis tegas


Menghembuskan nafasnya perlahan sambil menatap wajah tampan kekasihnya.


" Baiklah kak aku terima." Ucap Elisabeth sambil menerima dua kartu itu dan di simpan di dalam tasnya.


" Ayo kita pulang." Ajak Dennis sambil menggandeng tangan Elisabeth


Elisabeth juga membalas tangan Dennis begitu pula dengan Rocky, Rocky dan Putri saling menggenggam tangannya sedangkan Doddy hanya bisa mendengus sebal karena dirinya sampai saat ini belum menemukan seseorang yang cocok di hatinya.


Mereka pergi meninggalkan rumah makan tersebut dan tanpa mereka sadari sepasang mata menatap tajam ke arah salah satu dari mereka sambil menahan amarah dan dendam.


xxxxxxx


Kini mereka sudah sampai di rumah milik Rocky. Dennis, Rocky dan Doddy membawa tas dinas dengan model yang sama dan memakai seragam tentara TNI menambah ketampanan dan gagah membuat Elisabeth dan Putri menatapnya tanpa kedip.


" Aku tahu kalau aku semakin tampan dan gagah." Ucap Dennis dan Rocky narcis


Doddy hanya pura - pura mau muntah mendengar ucapan ke dua temannya.


" Berangkat naik apa?" tanya Elisabeth


" Kita naik taksi saja, oh ya sayang ini kunci mobil kalau kamu ingin pakai silahkan saja." Ucap Dennis sambil memberikan kunci mobil.


" Baik kak, kami antar ya kak." ucap Elisabeth penuh harap


" Kamu tidak cape?" Tanya Dennis


" Tidak, boleh ya?" pinta Elisabeth


" Kalau nanti Elisabeth cape pulangnya biar aku yang gantian nyetir mobil." Ucap Putri penuh harap bisa mengantar kekasihnya.


" Ok." Jawab ke tiga pria tampan dan gagah.


" Aku yang nyetir mobil dan pulangnya salah satu dari kalian yang menyetir mobil." Ucap Dennis


" Siap." Jawab Elisabeth dan Putri penuh semangat sambil tangannya diletakkan di keningnya seperti orang menghormat.


Dennis dan Rocky hanya tersenyum melihat kekasihnya masing - masing yang sangat menggemaskan. Mereka pun berangkat meninggalkan rumah Rocky menuju ke tempat akademi militer Magelang. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di akademi militer Magelang.

__ADS_1



__ADS_2