Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Saling mencintai dan bertambah romantis.


__ADS_3

Malam berganti pagi mommy Laras dan daddy Alvonso berjalan ke arah ruang perawatan Alvonso putra pertama mereka.


ceklek


Daddy Alvonso membuka pintu kemudian mommy Laras masuk ke dalam ruang perawatan VVIP diikuti oleh daddy Alvonso. Daddy Alvonso dan mommy Laras melihat putra sulungnya sedang di suami oleh istrinya dan ke dua putra mereka sedang mengutak atik laptopnya.


" Mommy, daddy." Panggil Alvonso dan istrinya serempak.


" Opa, oma." panggil ke dua cucu kembarnya serempak sambil mendekati daddy Alvonso dan mommy Laras kemudian memeluknya.


" Hallo sayang." Panggil daddy Alvonso sambil menggendong anak pertama Alvonso


" Sudah makan belum?" Sambung mommy Laras sambil menggendong anak ke dua Alvonso


" Sudah opa, oma." Jawab ke dua cucunya.


cup


cup


" Cucu oma dan opa memang pintar." Ucap mommy Laras dan daddy Alvonso serempak kemudian mengecup pipi ke dua cucunya.


" Tadi bikin apa?" Tanya mommy Laras sambil menurunkan cucunya begitu pula dengan daddy Alvonso


" Ini Oma, lagi belajar meretas data dan cctv." Ucap ke dua cucunya serempak


Mommy Laras hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" Bagaimana keadaanmu Al?" Tanya daddy Alvonso


" Sudah mulai membaik dad, siang nanti boleh pulang." Jawab Alvonso


Daddy Alvonso hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan tidak berapa lama ponsel milik mommy Laras berdering. Mommy Laras membuka tasnya dan mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang menghubungi dirinya.


" Sayang, temani aku ke kamar mandi." Ucap Alvonso


" Ok." Jawab istrinya singkat sambil membantu suaminya membawa botol infus dan berjalan ke arah kamar mandi.


" Dennis video call." Ucap mommy Laras pada suaminya sambil menggeser tombol berwarna hijau.


" Hallo Dennis?" panggil mommy Laras


" Hallo mommy, apa kabar?" Panggil Dennis


" Baik Den, bagaimana kabarmu dan Rocky?" Tanya mommy Laras


" Kami baik mom." Jawab Dennis dan Rocky


Daddy Alvonso memeluk istrinya dari arah samping sambil menatap putra bungsunya.


" Hallo daddy." Panggil Dennis


" Hallo Den, tambah kurus dan kulitmu kok jadi hitam?" Tanya daddy Alvonso


" Maklum dad setiap hari olahraga lari dan push up." Ucap Dennis

__ADS_1


Daddy Alvonso hanya menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum melihat putranya semakin gagah dan mirip dengan dirinya ketika masih muda. Semua ke enam anaknya mirip dengan dirinya hanya mata yang mengikuti mata istrinya. Dirinya bermata biru sedangkan istrinya bermata hitam.


" Mommy dan daddy lagi di mana? kok seperti di ruang perawatan? siapa yang sakit mom?" Tanya Dennis karena melihat ada ranjang rumah sakit.


" Kakakmu Alvonso." Ucap mommy Laras


" Apa??? Kak Alvonso sakit apa?" Tanya Dennis dengan nada kuatir.


" Kakakmu kena tembak." Ucap mommy Laras


" Kenapa bisa mom?" Tanya Dennis penasaran


" Kemarin kami menyerang Clara beserta anak buahnya karena Clara sangat licik. Dia juga sempat mencelakai Elisabeth dan Putri waktu selesai mengantar kalian ke akademi militer Magelang. Untung waktu itu kamu meminta bantuan kakakmu Arlan dengan bantuan anak buahnya Elisabeth dan Putri selamat." Ucap mommy Laras menjelaskan


" Apa??" Teriak Dennis dan Rocky serempak


" Elisabeth dan Putri baik - baik sajakan mom?" Tanya Dennis dan Rocky serempak


" Baik - baik saja." Ucap mommy Laras


" Benar - benar wanita ular, apakah Clara berhasil di tangkap?" Tanya Dennis sambil menahan emosi.


" Clara sudah mati bersama bayi yang di kandungnya. Clara dulu sering minum obat penggugur kandungan tapi tidak berhasil bayinya terlalu kuat kemudian terakhir memukul perutnya akhirnya mengalami pendarahan." Ucap mommy Laras menjelaskan


" Dia memang pantas mendapatkannya." Ucap Dennis dan Rocky bersamaan.


Mommy Laras hanya diam karena sejujurnya masih berharap agar Clara dan bayinya selamat dan menyesali perbuatannya tapi takdir berkata lain.


" Mommy, selain kak Alvonso siapa lagi yang terluka?" Tanya Dennis


" Tiga hari lagi Dennis akan pulang mom." Ucap Dennis


" Rocky juga." Jawab Rocky


" Ok, kalau bisa bawa Elisabeth dan Putri." Ucap mommy Laras


" Baik mom." Jawab Dennis dan Rocky serempak


" Mommy, seperti suara Dennis dan Rocky." Ucap Alvonso


Mommy Laras mengarahkan ponselnya ke arah putranya.


" Hallo kak apa kabar?" Tanya Dennis dan Rocky serempak


" Kabar baik." Jawab Alvonso


" Kata mommy kakak tertembak, apakah ada yang sakit?" Tanya Dennis dengan nada kuatir.


" Iya benar, tapi kakak tidak apa - apa. Bagaimana kabarmu dan Rocky di Magelang?" Tanya Alvonso


" Baik kak." Jawab Dennis dan Rocky serempak.


" Kalian berdua sekarang kurusan dan kulitnya menjadi agak coklat." Ucap Alvonso


" Maklum kak namanya latihan untuk menjadi TNI. Tapi kami tetap tampan kan kak." Ucap Dennis narcis

__ADS_1


" Aish sifatmu sama seperti daddy." Ucap Alvonso


" Auch daddy, kenapa telingaku di jewer?" Tanya Alvonso sambil memegangi telinganya.


" Pffftttt hahahaha... lihat dek, daddy di jewer opa." Ucap putra pertama Alvonso


Ke dua putranya tertawa melihat Alvonso di jewer oleh daddy Alvonso.


" Daddy lihat ke dua putraku menertawakan aku." Ucap Alvonso


" Daddy itu dari tadi diam sambil mendengarkan kalian mengobrol tapi kenapa nama daddy di sebut." Ucap daddy Alvonso sambil matanya mendelik


" Maaf daddy." Jawab Alvonso


" Sudah sayang." Bisik istrinya


" Tapi mommy, anak kita..." Ucapan Daddy Alvonso terpotong oleh istrinya.


" Sudah lah dad, kan memang daddy narcis makanya semua anak daddy ikutan narcis." Ucap mommy Laras


" Ais nyebelin." Ucap daddy Alvonso sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer putra sulungnya dan pergi meninggalkan mereka.


" Aish daddy ngambek, sudah kalian lanjutin ngobrolnya mommy akan menyusul daddy kalian." Ucap mommy Laras sambil memberikan ponselnya ke Alvonso dan pergi meninggalkan mereka.


Mommy Laras keluar dari ruang perawatan dan mencari suaminya.


" Cepet banget ilangnya, suamiku kemana ya?" Tanya mommy Laras.


Mommy Laras melihat suaminya menatap jalan raya dari jendela dan ke dua tangannya dimasukkan ke dalam saku celananya.


grep


" Lagi mikirin apa dad?" Tanya mommy Laras sambil memeluk suaminya.


" Tidak memikirkan apa - apa, daddy hanya berharap setelah kejadian ini tidak ada lagi musuh yang menyerang keluarga kita." Ucap daddy Alvonso sambil menggengam tangan mommy Laras yang sedang memeluk dirinya.


" Musuh pasti akan selalu ada saja dad, hanya saja mommy berharap kejadiannya jangan seperti ini, terlalu mengerikan." Ucap mommy Laras mengingat anak buah suaminya, anaknya dan menantunya ada beberapa yang meninggal.


" Iya benar mom, terlalu mengerikan, putra kita dan menantu kita terluka. Belum lagi anak buah daddy, anak buah putra - putra kita dan menantu kita ada beberapa yang meninggal. Bukan itu saja kita dan putri kita Alviana juga hampir celaka oleh bodyguard dan pelayan yang bekerja di mansion." Ucap daddy Alvonso


" Benar dad, belum lagi kalau Ronald dan Kennath tidak cepat datang... mommy tidak tahu apa yang terjadi dengan menantu - menantu kita." Ucap mommy Laras menjeda kalimatnya mengingat para menantu kesayangan hampir dilecehkan oleh para penjahat.


Mommy Laras menyandarkan kepalanya di punggung suaminya dan tidak berapa lama air matanya keluar betapa sangat mengerikan jika mengingat kejadian itu. Daddy Alvonso membalikkan badannya dan memeluk istrinya.


" Sstttt... sudah, semua sudah berakhir." Ucap daddy Alvonso


" Mudah - mudahan tidak ada lagi Clara ke dua." Ucap mommy Laras sambil membalas pelukan. suaminya.


" Amin." Jawab daddy Alvonso


" Kita tengok ke menantu kita yang lainnya mom." Ajak daddy Alvonso sambil melepaskan pelukannya.


" Baik dad." Jawab mommy Laras sambil melepaskan pelukannya juga.


Sepasang suami istri paruh baya semakin saling mencintai dan bertambah romantis.

__ADS_1


__ADS_2