
Setelah berpamitan Dennis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke bandara. Hanya membutuhkan waktu lima belas menit Dennis sudah sampai ke bandara.
Singkat cerita Dennis sudah berada di bandara dan sedang mencari kekasihnya. Dennis mengambil ponselnya yang berada di dalam saku jasnya untuk menghubungi kekasihnya, panggilan pertama langsung di angkat.
" Hallo sayang, ada di mana?" tanya Dennis
" Aku lagi di toilet, sudah sampai honey?" tanya Elisabeth
" Sudah sayang, aku lagi di restoran xxxx." ucap Dennis
" Ok, nanti aku susul." ucap Elisabeth
" Mau aku pesankan makanan?" tanya Dennis.
" Boleh pesankan aku ayam xxxx dan minumannya es lemon tea." ucap Elisabeth
" Ok, aku pesankan." ucap Dennis
tut tut tut tut
Sambungan komunikasi langsung terputus dan Dennis mulai memesan makanan untuk dirinya dan juga untuk kekasihnya. Setelah membayar pesanan makanan Dennis membawa nampan yang berisi makanan dan duduk menghadap pintu masuk.
Tidak berapa lama Elisabeth masuk ke dalam restoran xxxx dan Dennis melambaikan tangannya agar Elisabeth melihatnya. Elisabeth yang melihat Dennis langsung duduk di samping Dennis dan mereka makan dalam diam tidak ada yang bicara sedikitpun. Selesai makan Dennis dan Elisabeth mencuci tangan kemudian Dennis menggengam tangan Elisabeth sambil memandangi wajah cantik calon istrinya.
" Sayang, setelah ini kita pergi ke hotel xxxx." ucap Dennis
" Maksud honey kita melakukan hubungan suami istri? honey tidak sabar ya?" goda Elisabeth sambil tersenyum.
ctak
" Aduh sakit honey." ucap Elisabeth sambil mengusap keningnya sedangkan Dennis menatap tajam ke arah Elisabeth.
" Aku mengajakmu ke hotel bukan mengajak seperti itu." ucap Dennis dengan nada kesal sambil melepaskan tangannya yang tadi menggengam tangan Elisabeth.
( " Huh... biasa kalau di novel - novel kalau kening kekasihnya di sentil langsung di usap - usap sambil di tiup keningnya, tapi ini aku malah mendapat tatapan tajam, kalau tidak ingat Dennis pria kaya malas aku menjadi kekasihnya apa lagi sampai menikah.. sabar... sabar...'' ucap Elisabeth dalam hati ).
" Lalu honey mengajakku ke hotel buat apa?" tanya Elisabeth sambil bibir bawahnya di majukan.
" Kamu tinggal di hotel dan setelah itu kita pergi lagi ke tempat butik." ucap Dennis
" Kenapa kita tidak tinggal di mansion?" protes Elisabeth
" Bukannya kemarin aku sudah cerita?" ucap Dennis
" Sudah sich tapi aku ingin tinggal di mansion biar bisa bersama honey terus." ucap Elisabeth
" Maaf tidak bisa karena itu permintaan mommy." Jawab Dennis
" Baiklah, kita pergi ke butik honey mau membelikan baju untukku?" tanya Elisabeth
" Bukan. Aku mengantarmu ke butik untuk mencoba gaun pengantinmu dan aku mencoba pakaian pengantinku." ucap Dennis menjelaskan.
__ADS_1
" Apakah aku boleh membeli pakaian lainnya?" tanya Elisabeth menatap Dennis penuh harap
" Silahkan, belilah yang kamu suka." ucap Dennis
cup
" Terima kasih honey, honey memang yang terbaik." ucap Elisabeth sambil mengecup bibir Dennis.
Wajah yang tadi cemberut kini berubah menjadi senyum bahagia karena Dennis akan membelikan dress. Dennis dan Elisabeth keluar dari restoran dan berjalan ke tempat parkiran menuju ke hotel.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di parkiran hotel. Dennis membuka pintu mobil kemudian memutari mobilnya kemudian membuka pintu mobil di samping pengemudi. Elisabeth keluar dari mobil sambil tersenyum memandangi wajah tampan calon suaminya.
" Honey ayo kita masuk ke dalam hotel." ucap Elisabeth
" Tidak aku tunggu di sini saja." tolak Dennis
" Tapi aku tidak membawa uang untuk membayar hotel ini." ucap Elisabet mencari alasan padahal dirinya mempunyai uang.
" Kamu datangi bagian resepsionis bilang atas nama Elisabeth Ardiansyah mereka akan memberikan kunci kamar untukmu." ucap Dennis
" Baiklah." Jawab Elisabeth dengan nada singkat sambil berjalan menuju ke arah lobby hotel.
" Cepatlah, aku tunggu di sini." ucap Dennis.
" Ok." Jawab Elisabeth dengan nada singkat lagi meninggalkan Dennis di mobil.
Setelah menunggu agak lama Elisabeth datang dan seperti biasa Dennis membuka pintu mobil kemudian Elisabeth duduk di kursi samping pengemudi kemudian menutup pintu mobilnya setelah itu memutar tubuhnya dan duduk di kursi pengemudi. Dennis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tidak berapa lama mereka sudah sampai di butik milik Clarissa.
" Hallo Dennis, ini calon pengantinmu?" tanya Clarissa sambil memandang Elisabeth dari atas sampai bawah ada rasa tidak suka di hatinya tapi Clarissa hanya diam saja.
" Iya bunda, Elisabeth kenalkan ini bunda Clarissa sahabat mommy." ucap Dennis memperoleh dirinya.
Elisabeth hanya memandang sekilas tanpa mau mengulurkan tangannya. Wajah Dennis mulai memerah menahan kesal karena sikap Elisabeth yang tidak sopan dengan sahabat mommynya.
" Oh ya mana gaun pengantinku?" tanya Elisabeth tanpa basa basi.
" Erlinda antar nona Elisabeth ini ke ruangan khusus gaun pengantin." perintah bunda Clarissa yang enggan melayani Elisabeth.
" Baik nyonya." Jawab Erlinda dengan nada sopan.
" Mari nona ikut saya." ucap Erlinda.
Tanpa menjawab Elisabeth berjalan dengan angkuh mengikuti Erlinda meninggalkan bunda Clarissa dan Dennis.
" Bunda, maafkan Elisabeth." ucap Dennis merasa tidak enak hati dengan bunda Clarissa.
" Tidak apa - apa Dennis, kamu yakin menikah dengan Elisabeth?" tanya bunda Clarissa dengan nada lembut.
" Sebenarnya saya kurang yakin bunda." ucap Dennis jujur.
" Kalau tidak yakin kenapa kamu menikah dengannya?" tanya bunda Clarissa.
__ADS_1
" Elisabeth ingin bunuh diri dan aku tidak bisa melihat orang bunuh diri gara - gara aku." Jawab Dennis
" Kamukan bisa memberikan pengertian ke Elisabeth tanpa perlu menikahinya." ucap bunda Clarissa berusaha mempengaruhi Dennis karena dirinya tidak suka dengan sifat angkuh Elisabeth.
" Aku sudah berusaha bunda tapi tetap saja Elisabeth ingin bunuh diri." ucap Dennis.
" Ingat Dennis berpikirlah dulu sebelum nantinya kamu menyesal karena terlanjur menikah dengan Elisabeth." ucap bunda Clarissa berusaha menasehati Dennis.
" Sudahlah bunda dua hari lagi kami akan menikah jadi tidak mungkin dibatalkan." ucap Dennis
" Terserah kamu Dennis yang penting bunda sudah memberikan saran untukmu." ucap bunda Clarissa.
" Terima kasih bunda atas nasehatnya." ucap Dennis
Tidak berapa lama tirai terbuka dan tampak Elisabeth memakai gaun pengantin. Elisabeth sangat cantik dan seksi tapi entah kenapa perasaan Dennis biasa saja.
" Bagaimana honey?" tanya Elisabeth
" Cantik." ucap Dennis singkat
" Sekarang gantian kamu memakai kemeja, jas dan celana panjang pengantin." ucap bunda Clarissa
" Baik bunda." Jawab Dennis
Dennis berjalan ke ruangan khusus pakaian pengantin kemudian mencobanya. Tirai terbuka membuat Elisabeth tidak berkedip karena calon suaminya semakin bertambah tampan dengan memakaian pakaian pengantin.
" Sekarang sudah cukup besok pagi bunda antar pakaian pengantinnya." ucap bunda Clarissa.
" Ya antarkan jangan sampai lupa." ucap Elisabeth dengan nada angkuh.
" Memangnya kalian tinggal bersama?" tanya bunda Clarissa pura - pura terkejut.
" Tidak bunda, Elisabeth sementara tinggal di hotel kalau Dennis tinggal di mansion milik orang tua Dennis." Jawab Dennis
" Kalau begitu bunda antar pakaian pengantinmu di mansion sedangkan untuk Elisabeth biar di antar sama pegawaiku." ucap bunda Clarissa.
" Tidak, aku tidak setuju bunda Clarissa yang ke tempatku dan Dennis sama pegawai bunda." tolak Elisabeth.
" Maaf bunda tidak bisa karena bunda ingin bertemu dengan sahabat bunda yaitu mommynya Dennis dan juga ponakan - ponakanku." ucap bunda Clarissa menolak secara halus.
" Kan bisa mampir ke tempatku setelah itu pergi lagi ke tempat orang tua Dennis." ucap Elisabeth yang memang tidak suka di bantah apapun kehendaknya dituruti.
xxxxxxx
Ayo donk vote, like, hadiah dan komentarnya biar author semakin bersemangat menulisnya.
Terima kasih yang sudah memberikan vote, like, hadiah dan komentarnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1