
" Aldo mengucapkan banyak terima kasih sudah mau menganggap Aldo sebagai anggota keluarga." Ucap Aldo sambil memakai jam tangan pemberian Alvian.
" Satu lagi mau kamu pakaikan siapa Al?" Tanya daddy Alvonso
" Maksud daddy?" Tanya Alvonso, Alvian, Alviana, Alan dan Aldo bersamaan.
" Aish maksud daddy Aldo." Ucap daddy Alvonso sambil memijat keningnya yang tidak pusing.
" Aduh daddy, di sini nama Al ada lima namaku Alvonso lalu Alvian, Alviana, Alan dan Aldo untung satu lagi Arlan." Ucap Alvonso
" Memangnya kenapa dengan namaku?" Tanya Arlan dengan nada bingung
" Kalau kamu R nya di tendang jadi Alan dan otomatis nama Al ada enam terus kalau kita nanti panggil Alan otomatis dua orang yang bernama Alan nengok." Ucap Alvonso menjelaskan
" Tega banget R nya mau di tendang." Ucap Arlan dengan wajah cemberut
Hahaha
Semua orang tertawa termasuk Arlan ikut tertawa. Aldo sangat bahagia bisa berkumpul dengan keluarga yang sangat harmonis dan tidak membedakan mana yang anak kandung, menantu bahkan anak angkat. Hatinya berjanji untuk menebus kesalahannya yang dulu pernah diperbuat oleh keluarga besar Alvonso.
" Oh ya Aldo, rencana jam tangan couple mau diberikan untuk siapa?" Tanya daddy Alvonso setelah mereka berhenti tertawa.
" Di sini para wanita sudah menikah kecuali Ellie. Ucap Alvian
" Jangan memilih Elisabeth karena mereka sudah resmi menjadi pasangan kekasih." Sambung Alviana
Aldo menatap Ellie sedangkan Ellie yang di tatap menunduk malu dan pipi Ellie menjadi merona. Apa yang dilakukan Aldo semua melihatnya dan tersenyum.
" Ellie sini duduk sebelah Aldo." Pinta mommy Laras
Ellie berdiri dan berjalan ke arah Aldo dan duduk di sebelahnya.
" Aldo dan Ellie apakah kalian bersedia menjadi pasangan kekasih?" Tanya Alviana usil
" Terima... terima... terima..." Ucap mereka serempak
Aldo dan Ellie sama-sama tersenyum malu kemudian Aldo memberikan jam tangan couple ke Ellie
" Maukah kamu menjadi kekasihku dan memakai jam tangan couple?" Tanya Aldo
" Aku tahu aku pria brengsek tapi berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahanku." Sambung Aldo
" Aku bersedia." Ucap Ellie yang memang awalnya menyukai Aldo.
Aldo memasang jam tangan ke tangan kanan Ellie dan semua orang bertepuk tangan.
" Waktunya makan, ayo daddy dan anak - anak kita makan." Ajak mommy Laras
__ADS_1
" Ayo." Jawab mereka serempak
Merekapun berjalan ke ruang meja makan yang sangat luas. Daddy Alvonso sengaja memesan meja makan yang sangat luas agar seluruh keluarganya bisa muat untuk makan bersama seperti saat ini.
Semua para wanita mengambilkan makanan untuk pasangan masing-masing sedangkan untuk anak-anak mereka di sediakan meja khusus anak-anak dan ibu mereka menyiapkan makanan untuk anak-anak mereka kecuali ke enam anaknya pasangan Alviana dengan Arlan mereka berkumpul bersama orang dewasa karena mereka sudah remaja. Selama makan tidak ada yang bicara sedikitpun hanya terdengar suara sendok dan piring
Satu Tahun Kemudian
Waktu berjalan dengan cepatnya Aldo dan Ellie resmi bertunangan dan sebulan lagi akan menikah sedangkan hubungan Dennis dengan Elisabeth dan Rocky dengan Putri berjalan dengan harmonis. Dennis dan Rocky berencana menikah satu tahun lagi mengingat usia mereka masih muda dan ingin mengembangkan karirnya menjadi prajurit TNI dan juga mereka mengambil kuliah kedokteran.
Rocky, Dennis dan Doddy sudah menyelesaikan pendidikan militer dan berpangkat letnan dua. Tiga pria tampan banyak disukai oleh para gadis dan wanita tapi mereka bersikap dingin dan cuek.
" Putri, sepupuku dari Yogyakarta mau datang ke sini. Kamu mau temani aku jemput di terminal bus?" Tanya Elisabeth
" Boleh tapi kamu yang nyetir ya?" Ucap Putri
" Ok." Jawab Elisabeth
Mereka berdua pergi ke terminal Tidar Magelang, Elisabeth duduk di kursi pengemudi sedangkan Putri duduk di samping pengemudi. Elisabeth mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Di dalam perjalanan ponsel milik Elisabeth berdering.
" Put, tolong angkatin ponselku donk?" Pinta Elisabeth
" Ok." Jawab Putri singkat
Putri mengambil tas milik Elisabeth yang diletakkan di kursi belakang pengemudi kemudian membuka tas Elisabeth untuk mengambil ponselnya.
" Angkat aja, bilang saja aku lagi nyetir mobil." Ucap Elisabeth.
" Ok." Jawab Putri
Putri menggeser tombol berwarna hijau kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo sayang, lagi ngapain?" Tanya Dennis
" Hallo kak, maaf ini Putri." Ucap Putri
" Kok ponsel Elisabeth kamu angkat? Memang Elisabeth kemana?" Tanya Dennis
" Elisabeth sedang mengendarai mobil kak, kami mau pergi ke terminal Tidar Magelang." Ucap Putri
" Kalian memangnya mau pergi kemana?" Tanya Dennis
" Kami tidak pergi kak hanya menjemput sepupu Elisabeth yang dari Yogyakarta." Ucap Putri
" Ok." Jawab Dennis.
tut tut tut tut tut
__ADS_1
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak membuat Putri menghembuskan nafasnya perlahan membuat Elisabeth melirik sambil tersenyum.
" Kenapa?" Tanya Elisabeth
" Itu kekasihmu, bicaranya dingin dan kalo bertanya detail banget setelah itu ponselnya langsung dimatikan tanpa menunggu aku jawaban dariku." Gerutu Putri.
" Pffftttt... hahahaha... Memang kak Dennis seperti itu bukannya dirimu sudah tahu? Tanya Elisabeth sambil tertawa lepas.
" Iya sih tapi kenapa sama kamu beda ya romantis dan perhatian banget." Ucap Putri
" Terang saja akukan kekasihnya, kak Rocky juga sama jika bicara dengan aku dingin sedangkan sama kamu romantis dan perhatian banget." Ucap Elisabeth
" Iya juga sich, tapi mending sih begitu dari pada sama semua wanita tebar pesona." Ucap Putri
" Itu kamu pintar, makanya aku tidak mempermasalahkan dengan sifat kak Dennis." Ucap Elisabeth
Tidak terasa mereka sudah sampai di terminal Tidar Magelang.
" Elisabeth, mobilnya parkir di sana saja." Ucap Putri
" Ok." Jawab Putri
Singkat cerita kini Elisabet dan Putri sedang mencari sepupu Elisabeth dan tidak berapa lama seorang gadis cantik melambaikan tangannya ke arah mereka berdua.
" Kak Elisabeth." Panggil seorang gadis tersebut sambil melambaikan tangannya ke arah mereka lagi karena mereka tidak melihat dirinya.
" Eh itu Dona." Tunjuk Elisabeth sambil menarik tangan Putri
" Ayo kita ke sana." Ucap Putri.
Elisabeth dan Putri berjalan ke arah Dona merekapun cipika cipiki.
" Dona kenalkan ini sahabat kakak." Ucap Elisabeth memperkenalkan Putri.
" Putri." Ucap Putri sambil mengulurkan tangannya.
" Dona." Jawab Dona sambil membalas uluran tangan Putri.
" Kita langsung pulang saja yuk." Ajak Elisabeth
" Ok." Jawab Putri dan Dona serempak.
Mereka berjalan ke arah parkiran mobil dan tanpa di sadari mereka enam pria sangar mengikuti mereka sejak pertama Elisabeth memarkirkan mobil.
Ke tiga gadis cantik tersebut masuk ke dalam mobil dan kini Putri yang mengendarai mobil. Di tempat yang sepi mobil mereka di hadang oleh tiga motor. Tiga pria yang membonceng motor langsung turun dari motor kemudian diikuti oleh ke tiga temannya yang membawa motor.
__ADS_1
" Dona kamu di dalam mobil saja biar aku dan Putri keluar." Ucap Elisabeth berbicara dengan sepupunya.