Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Aku sangat mencintaimu


__ADS_3

Setelah ini kita mau kemana?" Tanya Dennis


" Aku ingin membeli sesuatu di pakaian toko khusus perlengkapan pria." Ucap Elisabeth


" Kamu mau membeli untukku?" Tanya Dennis


" Tidak aku ingin membeli buat ayahku." Jawab Putri berbohong


" Oh." Jawab Dennis singkat.


Dennis agak kecewa karena entah kenapa selama ini mereka berpacaran kekasihnya tidak pernah membeli sesuatu untuk dirinya tapi Dennis bersikap biasa saja tapi Elisabeth tahu perubahan singkat Dennis ketika Elisabeth mengatakan akan membelikan sesuatu untuk ayahnya.


Setelah selesai belanja membeli pakaian, Dennis dan Elisabet berjalan ke arah toko pakaian khusus pria. Elisabeth mencari kaos setelah lima belas mencari Elisabeth melihat ada tiga kaos yang menarik perhatiannya.


" Sayang, menurutmu warna mana yang bagus?" Tanya Elisabeth sambil memperlihatkan tiga kaos dengan warna berbeda.



" Kalau aku suka warna putih tapi aku tidak tahu warna kesukaan ayahmu." Ucap Dennis


Elisabeth hanya diam tidak menjawab ucapan Dennis, Elisabeth hanya mengambil kaos berwarna putih kemudian berjalan menuju ke arah jaket sedangkan Dennis hanya mengikuti langkah kaki Elisabeth.


Elisabeth mencari jaket begitu banyak jaket tapi belum ada satupun yang membuat dirinya pas hingga mata elang Elisabeth melihat jaket yang sangat cocok untuk di pakai oleh kekasihnya.



Elisabeth mengambil jaket tersebut dan tanpa sengaja melihat tulisan yang tercetak di kertas yang menggantung di jaket tersebut.


Jaket Gunung Original Rp. 28,900,000


Elisabeth menempelkan jaket tersebut ke tubuh Dennis sambil memperhatikan secara seksama.


" Sayang, ukuran ayahku hampir sama denganmu, aku minta tolong sayangku mencobanya?" pinta Elisabeth


" Baik sayang." Jawab Dennis yang awalnya sangat senang dibelikan tapi ketika mendengarkan untuk ayahnya wajahnya berubah.


( " Padahal kaos itu aku suka banget dan jaket ini aku juga suka tapi kekasihku membelikan untuk ayahnya. Aku kenapa jadi kecewa begini ya padahal akukan bisa membeli sendiri, uangku kan banyak." Ucap Dennis dalam hati ).


Tanpa di sadari Dennis, Elisabeth tahu kalau Dennis kecewa hal itu membuat dirinya tersenyum bahagia karena bisa menjahili Dennis.

__ADS_1


" Jaketnya pas banget di badanku, aku beli yang ini kamu belikan jaket ayahmu yang lain ya?" Ucap Dennis


" Tidak, jaket itu untuk ayahku." Tolak Elisabeth


" Baiklah." Jawab Dennis dengan nada kesal sambil melepaskan jaketnya dan diberikan ke arah Elisabeth dengan wajah di tekuk.


Ingin rasanya dirinya tertawa tapi di tahan oleh Elisabeth. Sekesal apapun Dennis, Dennis tetap menggenggam tangan Elisabeth hal itulah membuat Elisabeth semakin mencintai kekasihnya.


" Sayang, ada yang ingin di beli?" Tanya Elisabeth


" Tidak." Jawab Dennis singkat dan padat


" Ok, aku mau ke kasir dulu. Kak Dennis lihat-lihat saja yang lainnya." Ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Dennis singkat.


Dennis yang mengerti kekasihnya tidak ingin di bayarin lagi belanjaannya membuat Dennis melihat-lihat siapa tahu ada yang cocok hingga ada gadis cantik mendekati Dennis.


" Hallo, boleh kita berkenalan?" Tanya gadis cantik itu.


Dennis yang lagi kesal karena kekasihnya tidak mau jaketnya untuk dirinya membuatnya menumpahkan kekesalannya ke arah gadis itu dengan menatap wajah gadis cantik itu dengan tatapan membunuh.


" Pergi." Usir Dennis


Gadis cantik itu pun pergi meninggalkan Dennis sedangkan Dennis menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk mengurangi kekesalannya.


( " Fiuh... Kenapa aku jadi kesal begini ketika Elisabeth menolak jaket itu untukku? Tanya Dennis dalam hati menanyakan pada dirinya sendiri ).


" Sayang kita kemana lagi sekarang?" Tanya Elisabeth tiba-tiba berdiri di belakang Dennis.


" Terserah kamu saja." Jawab Dennis dengan nada masih ketus.


" Kita langsung ke Rumah Makan Chinese Food Grand Pringgading." Ucap Elisabeth


" Ok." Jawab Dennis sambil mengambil paper bag yang di pegang oleh Elisabeth


" Sayang selama ini aku belum pernah memberikan sesuatu untukmu. Lusa aku dan ke dua sahabatku akan pergi jauh dan aku pinta jika sayangku merindukanku pakailah kaos dan jaket pemberianku ini." Ucap Elisabeth sambil memberikan dua paper bag ke arah Dennis.


" Bukankah kaos dan jaket ini akan kamu berikan ke ayahmu?" Tanya Dennis sambil menerima dua paper bag tersebut.

__ADS_1


" Aku hanya mengodamu sayang." Ucap Elisabeth sambil memeluk kekasihnya dari arah samping kemudian berjalan bersama kekasihnya.


" Kamu senang banget menggodaku." Ucap Dennis sambil mengacak rambut Elisabeth kemudian membalas pelukan Elisabeth


" Aish berantakan tahu." Ucap Elisabeth sambil merapikan rambutnya yang berantakan akibat ulah Dennis.


cup


" Terima kasih sayang." Ucap Dennis kemudian mengecup pucuk kepala Elisabeth.


" Terima kasih kenapa?" Tanya Elisabeth dengan nada bingung


" Jujur aku sangat menyukai pilihanmu kaos dan jaket ini. Kamu tahu, kamulah wanita pertama yang memberikan hadiah ini padaku." Ucap Dennis


Karena dulu waktu dirinya berpacaran dengan mantan kekasihnya tidak pernah memperdulikan dirinya malah yang ada mantan kekasihnya hanya meminta uang... uang dan uang berbeda dengan kekasihnya yang sekarang sangat jauh perbedaannya hal itulah yang membuat Dennis berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu setia dengan kekasihnya.


" Karena sayangku adalah orang spesial dalam hidupku yang bisa membuatku selalu tersenyum." Ucap Elisabeth sambil kepalanya bersandar di dada bidang Dennis.


" Begitu pula dengan diriku kamu adalah orang yang spesial dalam hidupku." Ucap Dennis.


Kini mereka sudah duduk di meja makan, Dennis menyimpan barang belanjaannya di kolong meja. Dennis mengirim pesan ke Doddy kalau dirinya dan Elisabeth sudah sampai di rumah makan Chinese Food Grand Pringgading.


Setelah lima belas menit menunggu Doddy dan Dona datang. Mereka memesan makanan dan minuman kemudian dilanjutkan dengan mengobrol.


" Dennis, aku sudah ada rencana tahun depan kami akan menikah waktu Dona mendapatkan libur." Ucap Doddy yang duduk di samping Dennis


" Benarkah? Secepat itu?" Tanya Dennis


" Iya, lebih cepat lebih baik dari pada aku dan Dona takut tidak bisa... menahan hasrat ( berbisik ) lebih baik kami secepatnya menikah." Ucap Doddy


" Benar juga sih, nanti aku akan menghubungi orang tuaku untuk membicarakan tentang pernikahanku dengan Elisabeth." Ucap Dennis.


Dennis juga merasa bersalah dengan Elisabeth sejak kejadian pertama kali hampir melakukan hubungan suami istri membuat Dennis jadi ketagihan. Setiap bertemu Dennis selalu meminta hal itu pada Elisabeth tapi tidak pernah memasukkan adik kecilnya. Itu saja membuat dirinya sangat tersiksa dan berakhir di kamar mandi karena tidak bisa dituntaskan.


Tidak berapa lama makanan dan minuman datang merekapun mulai memakan dalam diam dan tidak ada satupun yang berbicara. Selesai makan Dennis membayar makanan yang mereka makan dan langsung pulang menuju ke rumah orang tuanya Rocky.


xxxxxxx


Perlahan Putri membuka matanya menatap wajah tampan Rocky dengan sendu. Putri mengangkat tangannya ke arah wajah Rocky.

__ADS_1


" Sayang, aku sangat mencintaimu." Lirih Putri


__ADS_2