
" Apakah nona menggodaku?" goda Dennis
" Maksudnya?" tanya Elisabeth dengan nada bingung
" Apakah nona menantang diriku, Apakah kamu berani menyiumku?" Ucap Dennis mengulangi perkataan Elisabeth
Elisabeth mendekati wajahnya ke wajah Dennis kemudian berbisik di telinganya.
" Jika di dunia ini hanya kamu laki - laki satu - satunya lebih baik aku memilih sendiri. Jadi laki - laki jangan suka mempermainkan perasaan wanita kalau tidak siap untuk terluka." Ucap Elisabeth sambil tersenyum sinis dan menjauhkan wajahnya ke wajah Dennis kemudian berbaring kembali di kursi sambil memejamkan matanya kembali tanpa memperdulikan Dennis.
cup
Dennis yang sedang kesal langsung mengecup bibir Elisabeth membuat Elisabeth membuka matanya dan menatap tajam ke arah Dennis.
" Ciuman pertamaku.." pekik Elisabeth dengan tangan mengepal.
" Bibirmu manis." bisik Dennis tanpa memperdulikan ucapan Elisabeth
" Kau..." ucap Elisabeth menahan rasa kesal.
Ingin rasanya Elisabeth menampar Dennis karena telah berani mengambil ciuman pertamanya tapi ditahannya karena tidak mungkin dirinya marah - marah di dalam pesawat sedangkan Dennis tersenyum puas, hal itu membuat Elisabeth semakin kesal dan langsung menginjak kaki Dennis.
" Ini akibatnya jika mengambil ciuman pertamaku." ucap Elisabeth tanpa dosa menginjak kaki Dennis kemudian menekan kakinya.
" Si*l." umpat Dennis sambil menarik kakinya kemudian mengelus kakinya yang terasa sangat sakit.
" Kakimu tidak pernah di cuci ya? bau sekali." ledek Elisabeth sambil tangan kirinya menutup hidungnya dan tangan kanannya di kibas - kibaskan pura - pura menghilangkan bau pada kaki Dennis.
" Kau..." umpat Dennis sambil menatap tajam ke arah Elisabeth
Elisabeth tanpa kenal takut ikut menatap tajam ke arah Dennis.
" Kamu pikir aku takut padamu." ucap Elisabeth dengan tersenyum sinis.
" Jangan - jangan kamu itu bukan wanita." ucap Dennis
" Jangan - jangan kamu itu bukan pria." ucap Elisabeth tidak mau kalah.
" Apa kamu ingin bukti kalau aku adalah pria? tanya Dennis
" Apa kamu ingin bukti kalau aku adalah wanita? tanya Elisabeth mengikuti perkataan Dennis
" Kita lihat nanti." Jawab Dennis sambil tersenyum menyeringai
" Aku tidak takut." Jawab Elisabeth sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela menatap awan yang berada di luar jendela.
( " Tunggu saja pembalasanku." Jawab Dennis dalam hati sambil tersenyum menyeringai ).
Tidak terasa pesawat mendarat di bandara Ahmad Yani Semarang. Elisabeth dan Dennis turun dari pesawat bersama penumpang lainnya. Dennis dan Elisabeth sama - sama menunggu jemputan hingga tidak berapa lama jemputan mobil Dennis sudah datang.
" Mau bareng tidak?" tawar Dennis
" Tidak, terima kasih." tolak Elisabeth sambil melihat jam tangannya dan tidak berapa ponselnya berdering.
Elisabeth membuka tasnya dan mengambil ponselnya.
" Hallo." panggil Elisabeth dengan nada lembut
" Maaf nona, ban mobilnya kempes." lapor sopir milik orang tua Elisabeth.
__ADS_1
" Apa kempes? masih lamakah?" tanya Elisabeth
" Masih lama nona ini mobilnya lagi di derek." ucap sopirnya.
" Ok deh aku naik taksi saja." Jawab Elisabeth sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
tut tut tut tut tut
" Aduh bagaimana ini." ucap Elisabeth
" Bagaimana mau ikut tidak?" tanya Dennis
" Pergilah, aku tidak mengenalmu. Siapa tahu kamu menyamar menjadi gigolo." ucap Elisabeth tanpa dosa.
" Kau... sudah ku tolong mengatakan gigolo." ucap Dennis dengan nada kesal.
" Pergilah... hush... hush.." ucap Elisabeth sambil mengusir Dennis seperti mengusir ayam.
Dennis sangat kesal dan menyalakan mobilnya meninggalkan Elisabeth. Elisabeth memanggil taksi dan masuk ke dalam taksi ketika taksi itu berhenti di depan Elisabeth.
Di tempat jalan yang sepi sopir taksi itu tersenyum menyeringai karena melihat Elisabeth gadis yang sangat cantik dan seksi sedang tertidur pulas membuat dirinya mengirim pesan ke empat temannya.
Sopir taksi itupun memperlambat mobilnya dan tidak berapa lama taksi itupun berhenti. Sopir taksi itu pun keluar dari mobil dan membuka pintu belakang pengemudi kemudian menarik tangan Elisabeth dengan kasar. Elisabeth yang sedang tertidur sangat kaget dan langsung membuka matanya.
" Apa yang kamu lakukan hah!!" bentak Elisabeth
" Kita bersenang-senang nona." Jawab sopir itu sambil tersenyum mesum.
" Waw... kamu hebat mendapatkan gadis yang sangat cantik dan seksi seperti ini." ucap ke empat temannya serempak sambil tersenyum mesum
Dua orang mendekati Elisabeth dan memegang tangan Elisabeth sedangkan sopirnya dan ke dua teman lainnya membuka pakaiannya.
bugh
duag
bugh
duag
Elisabeth langsung memukul wajah masing - masing ke dua pria tersebut kemudian menendang aset berharga milik ke dua pria tersebut membuat ke dua pria tersebut langsung berlutut sambil memegang aset berharganya.
" Breng**k." umpat mereka bertiga serempak
Serang gadis liar ini." perintah sopir taksi
Mereka bertiga menyerang Elisabeth tanpa jeda tapi Elisabeth berusaha melawan ke tiga pria tersebut dan tanpa sepengetahuan Elisabeth salah seorang memukul tengkuk Elisabeth.
bugh
Elisabeth langsung tidak sadarkan diri membuat ke enam pria tersebut sangat senang karena sudah mendapatkan mangsanya.
" Hahahaha... kita pesta sampai pagi." ucap salah satu dari mereka
dor
akhhhhh
dor
__ADS_1
akhhhhh
dor
akhhhhh
dor
akhhhhh
dor
akhhhhh
Ke lima pria itupun mati di tembak di keningnya kemudian keluarlah sepuluh? orang dari balik semak - semak dan membawa ke lima jenasah ke dalam mobil taksi tersebut.
Setelah selesai melakukannya beberapa orang ada yang memutuskan kabel rem mobil, menyiram bensin ke badan mobil dan sisanya mendorong mobil itu ke dalam jurang yang kebetulan dekat dengan jurang.
dor
dor
dor
duar
duar
duar
Mobil itupun meledak menghanguskan ke lima pria itu hingga hanya menyisakan debu.
" Kalian bersihkan tempat ini agar tidak ada yang curiga." ucap seorang pemuda tampan sambil menggendong Elisabeth yang belum sadarkan diri menuju ke mobilnya.
" Baik tuan." Jawab mereka serempak dengan patuh.
Pemuda tampan itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian salah satu dari mereka membuka pintu di samping pengemudi kemudian pemuda tampan itu mendudukkan Elisabeth Kemudian menutupnya dengan perlahan.
Pemuda itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi menuju ke sebuah hotel dan menggendong Elisabeth ke dalam kamar hotel yang sudah di pesannya.
" Kita ketemu lagi Elisabeth." Ucap pemuda tampan itu sambil tersenyum menyeringai kemudian memberikan suntikan ke lengan Elisabeth.
Pemuda itupun menggunting pakaian Elisabeth hingga polos tanpa sehelai benangpun membuat pemuda tampan itu tersenyum mesum kemudian dirinya membuka pakaian hingga polos tanpa sehelai benangpun.
" Selamat datang cintaku." ucap pemuda tampan itu ketika Elisabeth membuka matanya.
" Aldo?? apa yang kamu lakukan padaku hah!!" bentak Elisabeth sambil menarik selimutnya untuk menutupi tubuh polosnya.
" Tidak usah di tutupi karena aku sudah melihatnya. Apalagi jadi orang jangan sok suci wanita murahan... bukankah kamu sudah terbiasa melayani para pria hidung belang." hina Aldo
" Aldo, apa salahku padamu? selama ini aku tidak pernah menyakitimu kenapa tega padaku?" tanya Elisabeth dengan nada sendu.
" Salahmu adalah kamu telah mengkhianatiku karena itulah terimalah hukuman dariku." ucap Aldo sambil mengambil gesper.
" Aku tidak pernah mengkhianati mu justru kamulah yang mengkhianatiku." ucap Elisabeth sambil berusaha bangun tapi badannya tiba - tiba sulit digerakkan.
ctas
akhhhhh
__ADS_1