
Pagi hari Rocky, Doddy dan Putri sudah bangun. Mereka bertiga keluar dari rumah milik Ronald menuju ke tempat pendaftaran kuliah Putri. Rocky membayar penuh sampai Putri lulus kuliah. Awalnya Putri menolaknya tapi Rocky memaksanya akhirnya Putri mengalah.
Rocky juga memberikan kartu kredit tanpa batas dan kartu debit tapi lagi - lagi Putri menolaknya tapi Rocky bersikeras memaksanya. Rocky dan Doddy sudah mendaftar menjadi prajurit TNI.
Mereka masih tinggal di Magelang selama satu minggu sambil jalan - jalan menikmati pemandangan kota Magelang yang sangat indah.
xxxxxxx
Ponsel milik Dennis berdering ketika sedang berada di perusahaan miliknya.
" Hallo ada apa Elisabeth?" tanya Dennis
" Honey, kenapa mobil, apartemen, tanah atas namamu lagi? katanya atas namaku?" tanya Elisabeth dengan nada kesal
" Aku tidak tahu sayang karena semua atas namamu. Kamu tahu dari mana kalau itu atas namaku lagi?" tanya Dennis dengan nada curiga.
" Sebentar lagi ke kantor." ucap Elisabeth
tut tut tut tut tut
Elisabeth pun mematikan secara sepihak tanpa menunggu jawaban dari Dennis.
" Kenapa bisa berubah lagi? apakah ini perbuatan mommy dan daddy? tapi kenapa? terus kalau memang kembali menjadi namaku kenapa?" tanya Dennis pada dirinya sendiri.
Dennis termenung memikirkan apa yang tadi diucapkan oleh kekasihnya. Tidak berapa lama berfikir, sebuah pintu di buka secara paksa.
brak
" Maaf tuan, nona ini memaksa untuk masuk ke ruangan tuan." ucap sekretaris pribadinya.
" Kamu mau di pecat sama kekasihku hah!!!" bentak Elisabeth.
" Kamu pergilah." perintah Dennis sambil matanya memberikan kode matanya ke arah sekretarisnya.
" Baik tuan." jawab sekretaris dengan nada sopan kemudian menutup pintu ruangan CEO.
" Honey, lebih baik kamu pecat sekretariat itu!!" bentak Elisabeth
brak
" Kamu bisa tidak jangan berteriak!! di sini kantor bukan hutan." bentak Dennis sambil menggebrak meja dan menatap tajam ke arah Elisabeth
" Kamu sudah berani membentak ku hah!! apakah sudah ada penggantiku!!!hah!!" bentak Elisabeth tidak mau kalah.
" Sikapmu yang membuatku seperti ini, aku paling benci orang berteriak!!" bentak Dennis kembali
Elisabeth terdiam dan merubah wajahnya menjadi senyum.
" Maaf honey, aku tadi emosi sekali karena aku tadi kesal semua aset yang honey berikan semuanya di sita seperti mobil, apartemen, kartu kredit, kartu debit, bahkan perhiasan." ucap Elisabeth dengan nada lembut tidak membentaknya seperti tadi.
" Kenapa bisa di sita, jelaskan secara rinci." ucap Dennis dengan nada datar dan dingin.
" Tadi aku mau belanja pakaian dan sepatu bersama temanku pas mau bayar dua kartu yang honey berikan semuanya di blokir baik kartu kredit dan kartu debit." ucap Elisabeth
__ADS_1
" Lalu?" tanya Dennis dengan tatapan datar dan dingin.
" Aku sangat kesal dan malu dengan temanku." ucap Elisabeth
" Kalau perhiasan, apartemen, mobil dan aset lainnya kenapa bisa di sita?" tanya Dennis sambil menatap tajam ke arah Elisabeth.
" Aku sangat membutuhkan uang karena itulah aku menjualnya tapi ternyata surat - surat yang aku pegang kata pembelinya tidak sah." ucap Elisabeth sambil ke dua tangannya di genggam erat menahan amarah.
" Bukankah setiap bulan aku selalu memberikan uang?" tanya Dennis
" Tapi itu tidak cukup karena itulah aku menjualnya." ucap Elisabeth
" Buat apa uangnya?" tanya Dennis
" Buat aku shoping sama teman - temanku, makan, ke salon dan lain - lain.'' ucap Elisabeth.
" Memang kamu setiap bulan butuh berapa?" tanya Dennis sambil menahan amarah.
" Minimal satu miliar itu sudah lebih dari cukup." ucap Elisabeth tanpa dosa.
brak
" Apa!!!" bentak Dennis sambil menggebrak meja.
" Kenapa berteriak!!! bentak Elisabeth ikut berteriak
" Benar kata keluargaku kamu itu wanita matre, lebih baik kita putus dan rencana pernikahan kita batal." ucap Dennis
brak
Elisabeth menutup pintu ruangan Dennis dengan cara membantingnya dengan kencang.
Dennis memijat pelipisnya sambil memejamkan matanya.
ceklek
" Mau apa kembali ke sini? pergi!!!" bentak Dennis yang masih memejamkan matanya sambil memijat pelipisnya.
" Dennis kamu mengusir kami!!!" bentak daddy Alvonso sambil menatap tajam ke arah Dennis
Mata Dennis yang sedang terpejam membuatnya langsung terbuka sambil berdiri. Matanya membulat sempurna karena melihat mommy Laras dan Daddy Alvonso sedang berkacak pinggang dengan tatapan penuh horor.
" Mommy , daddy. maaf Dennis tidak mengusir mommy dan daddy." ucap Dennis sambil senyum pepsodent.
" Kita pulang aja dad, kitakan di usir." ucap mommy Laras sambil memeluk suaminya dari arah samping.
" Iya mom, kita pergi sekarang." ucap daddy Alvonso membalas pelukan istrinya sambil menatap mata Dennis dengan tatapan tajam.
" Mommy dan daddy jangan gitu donk? maafkan Dennis mommy, daddy." ucap Dennis dengan mata berkaca-kaca sambil berjalan ke arah orang tuanya.
" Kita duduk di sofa saja " ucap mommy Laras yang tidak tega melihat anaknya matanya berkaca-kaca.
Mereka bertiga pun duduk di sofa, Dennis duduk di tengah-tengah antara mommy Laras dan daddy Alvonso.
__ADS_1
" Sebenarnya ada masalah apa sampai kamu marah - marah seperti tadi?" tanya mommy Laras dengan nada lembut sambil menggenggam tangan kiri Dennis sedangkan Daddy Alvonso menggengam tanah kanan Dennis.
Dennis menghembuskan nafasnya dengan kasar kemudian membalas genggaman ke dua orang tuanya. Dennis pun menceritakan semuanya tentang Elisabeth dan tidak ada satupun yang ditutupinya. Ke dua orang tuanya hanya mendengarkan sampai Dennis selesai bercerita.
Daddy Alvonso dan mommy Laras hanya menghembuskan nafasnya perlahan.
" Dennis, mommy sudah menduga kalau Elisabeth itu bukan wanita baik - baik, dia hanya memanfaatkan dirimu." ucap mommy Laras.
" Benar kata mommy, coba kamu renungkan semua kakak - kakakmu dan juga adikmu yang perempuan apakah sikapnya sama seperti Elisabeth? tidak ada bukan.. kamu tahu Dennis dulu daddy mencintai mommy kalian karena mommy kalian bukan wanita matre yang suka menghamburkan uang, mommy adalah wanita pekerja keras dan ketika kami menikah Daddy memberikan kartu kredit tanpa batas dan juga kartu debit tapi mommy kalian jarang memakainya." ucap daddy Alvonso sambil mengingat masa lalunya.
" Mommy kalian memang ke salon setiap sebulan sekali dan juga bertemu dengan ke dua sahabatnya makan bersama, jalan - jalan tapi daddy tidak pernah melarangnya karena Daddy mengerti mommy butuh refreshing. Daddy juga tidak melarang kalau Elisabeth seperti itu." sambung Daddy Alvonso menasehati anaknya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Hallo, mampir ke karyaku yang lain ya :
Gadis Culun dan Ceo Lumpuh.
Cinta Satu malam Bersama Mafia
Cinta Satu Malam Bersama Mafia Sension 2
Cinta Pertama Psychopath
Cinta Pertama Mafia.
Perjalanan Cinta Sang Psychopath
Perjalanan Cinta 3 Pria Psychopath
Dan
Mohon dukungan dan Berikan : 😍😍😘😘🤩🤩😊😊😉😉
Komentar 😍
Like 😍
vote 😍
tip 😍
Agar Author tetap semangat dalam menulis novel ini. Terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘 juga yang telah memberikan komentar, like, vote dan tipnya.
Salam Author
Yayuk Triatmaja
xxxxxx
__ADS_1