Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Kematian Clara dan Bayi Clara


__ADS_3

dor


akhhhhhhhh


dor


akhhhhhhhh


dor


akhhhhhhhh


dor


akhhhhhhhh


dor


akhhhhhhhh


Max dan anak buahnya berhasil menembak mereka tepat di keningnya dan langsung mati seketika.


( " Kalau tidak ada cctv sudah aku mutilasi mereka semuanya. Tahan Max ingat mommy dan daddy bisa membaca pikiranmu." Ucap Max dalam hati ).


Max menghembuskan nafasnya dengan perlahan secara berulang kali agar jiwa psycopath nya tidak keluar.


" Bagus Max kamu bisa menahan diri." Puji mommy Laras lewat sambungan komunikasi di telinganya.


" Aish mommy tahu aja." Gerutu Max


" Pffftttt hahahaha... " Tawa daddy Alvonso pecah.


" Aish daddy senang banget ngetawain Max." Ucap Max dengan wajah cemberut.


" Honey hebat." Puji Dennisa


" Terima kasih sayang." Jawab Max sambil tersenyum.


" Dasar bucin." Ledek Alvonso


" Aish kakak, sudah kena tembak masih ngeledek." Ucap Max dengan nada kesal.


" Pffftttt hahahaha.." Tawa mereka serempak


" Daddy, kak Alvonso, kak Alvian dan semua para pria juga pada bucin." Ledek Max


" Pffftttt hahahaha..." tawa mereka serempak yang memang benar adanya.


" Bagaimana dengan Clara?" Tanya Max dengan nada serius.


" Ini masih di kejar." Ucap Leo


" Aku tidak ada mobil, mobilku rusak habis ku tabrak." Ucap Max


" Sebentar lagi datang mobil Ronald kamu ikut Ronald dan anak buahmu ikut mobil yang berada di belakang." Ucap daddy Alvonso


Tidak berapa lama mobil yang ditumpangi Ronald dan Arlan berhenti Max duduk di kursi belakang pengemudi sedangkan anak buahnya naik mobil satunya.


" Kamu tidak terluka?" Tanya Ronald


" Tidak ayah, Max tidak terluka." Jawab Max


" Bagus kalau begitu kita akan menyusul mereka." Ucap Ronald


" Baik ayah." Jawab Max patuh


Bodyguard yang merangkap sopir melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mengejar Clara dan membantu Alex, Louis dan Leo.


dor


dor


cittttt


Leo berhasil menembak dua ban mobil yang membawa Clara membuat ban mobil terpaksa mengerem mendadak.

__ADS_1


dor


dor


Suara tembakan saling bersahutan Alex ,Louis dan Leo menembak pihak musuh begitu pula dengan para musuhnya hingga peluru mereka habis tanpa sisa. Alex, Louis dan Leo beserta anak buahnya keluar dari mobil dan mendekati mobil mereka.


" Aku akan membawa kekasihku ke rumah sakit kalian serang mereka." Perintah salah satu dari mereka.


" Baik tuan." Jawab anak buahnya patuh.


Alex, Louis dan Leo melihat seorang pria menggendong seorang wanita menuju ke rumah sakit.


" Louis kamu kejar pria itu bersama anak buah kita biar aku dan Leo melawan mereka." Perintah Alex


" Baik kak, aku akan menyusul mereka." Ucap Louis patuh


Louis bersama empat anak buahnya mengejar pria itu sedangkan Alex dan Leo berjalan mendekati tiga pria tersebut.


bugh


duak


Mereka saling menyerang memukul dan menendang, mereka sama - sama bisa bela diri. Alex dan Leo terpaksa mengeluarkan pisau lipat dan menyerang mereka.


sretttt


akhhhhhhhh


bruk


sretttt


akhhhhhhhh


bruk


Alex dan Leo mengarahkan pisau lipatnya ke leher dua orang pria tersebut hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya.


" Sekarang giliranmu." Ucap Alex dan Leo dengan nada dingin.


" Ya kami memang psycopath gila yang akan membunuhmu." Ucap Alex sambil tersenyum menyeringai.


" Sudahlah kak kita jangan banyak mengobrol kita bunuh saja dia dan kita bantu kak Louis." Ucap Leo


" Baik dik." Jawab Alex


Alex dan Leo mendekati pria itu sambil mengarahkan pisaunya ke pria itu. Alex mengarahkan pisaunya ke arah leher sedangkan Leo mengarahkan pisau tersebut ke perut pria itu. Baru saja pisau lipat tersebut menyentuhnya terdengar suara tembakan.


dor


akhhhhhhhh


bruk


dor


akhhhhhhhh


bruk


" Leo!!!" Teriak Alex sambil menahan tubuh Leo


sretttt


akhhhhhhhh


bruk


Tanpa sepengetahuan mereka seseorang penembak jarak jauh mengarahkan pistolnya ke arah Leo hingga punggung Leo terluka dan orang yang menembak itu tanpa sepengetahuannya dirinya juga ada yang menembak siapa lagi kalau bukan Ronald.


Alex yang melihat adik kesayangannya tertembak sangat marah dan langsung mengarahkan pisau lipatnya ke leher pria tersebut hingga kepalanya terpisah dari tubuhnya.


" Max bantu Alex membawa Leo ke rumah sakit dan bawa mobil Alex biar paman, Arlan dan anak buah paman mengejar Clara." Ucap Ronald


" Baik ayah." Jawab Max dan Leo serempak.

__ADS_1


Max duduk di kursi pengemudi sedangkan Alex duduk di belakang kursi pengemudi bersama Leo yang sedang berbaring dan ke dua paha Alex dijadikan bantal untuk adik kesayangannya Leo. Max mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi agar lekas sampai.


Ronald dan Arlan beserta anak buahnya mengejar Clara dengan menggunakan mobil dengan kecepatan sedang.


" Ayah, bukankah itu Louis?" Tanya Arlan


" Iya benar, berhenti." Perintah Ronald


Bodyguard yang merangkap sebagai sopir itupun langsung mengerem mobilnya. Arlan, Ronald dan anak buahnya keluar dari mobil.


" Louis kenapa kamu keluar mobil?" Tanya Ronald


" Tadi pria itu membawa Clara dan bersembunyi di semak - semak." Ucap Louis menjelaskan


" Berpencar." Perintah Ronald


Merekapun langsung berpencar dan mencari keberadaan pria itu dan Clara sedangkan pria yang membawa Clara merasakan tubuh Clara semakin dingin membuat dirinya panik.


" Apakah kekasihku mati? aku akan mengeceknya." Gumam pria itu


Pria itupun mengecek nadi Clara di leher dan pergelangan tangan Clara dan benar saja Clara sudah mati. Kematian Clara dan bayi Clara membuat pria itu marah dan mengarahkan pistolnya ke arah Louis yang sedang mendekati dirinya.


dor


akhhhhhhhh


bruk


" Louis!!!" Teriak Ronald dan Arlan serempak


Ronald berlari dan menahan tubuh Louis agar tidak terjatuh karena terkena luka tembakan di perutnya sedangkan Arlan melindungi Ronald agar tidak ada yang menembaknya. Pria yang tadi menembak Louis melihat Ronald langsung mengarahkan pistolnya ke arah Ronald tapi tatapan mata elang Arlan bisa melihat pergerakan pria tersebut.


dor


akhhhhh


Arlan berhasil menembak tangan pria tersebut hingga pistolnya terpental.


" Ayah bawa Louis ke rumah sakit." Ucap Arlan sambil mendekati pria yang tertembak tangannya.


" Ok." Jawab Ronald singkat sambil menggendong Louis ala bridal style dengan di bantu bodyguardnya menuju ke rumah sakit.


dor


akhhhhh


dor


akhhhhh


Arlan menembak kembali ke dua kaki pria tersebut agar tidak berjalan.


" Kenapa kamu membantu Clara?" Tanya Arlan


" Dia kekasihku." Ucap pria itu


" Anda ketua mafia klan Uchiha?" tanya Arlan dengan nada terkejut


" Iya benar dari mana anda tahu?" Tanya pria itu


" Karena aku juga ketua mafia dan aku sangat kenal tato. Tuan salah mencintai wanita licik seperti Clara." Ucap Arlan


" Aku tidak perduli dengan masa lalunya walau anak yang dikandungnya bukan anakku tapi aku tetap mencintai Clara. Apakah kamu bekerja sama dengan keluarga Alvonso?" Tanya pria tersebut


" Tidak, aku tidak bekerja sama dengan keluarga Alvonso." Ucap Arlan dengan nada tegas dan dingin.


xxxxxxx


Hiks... hiks... levelnya turun dratis dari level 8 menjadi 3 author sampai kaget.


Ayo donk like, komentar, hadiah, like dan votenya biar author semangat.


Terima kasih yang sudah memberikan like, komentar, hadiah, like dan votenya.


Salam author,

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


__ADS_2