
" Bagaimana nona?" tanya pelayan itu
" Ponselnya tidak aktif, beri waktu satu jam lagi pasti temanku menyusul." pinta Petra
" Maaf terlalu lama karena kami akan tu.." ucap pelayan itu menggantungkan kalimatnya karena ada seorang yang memotongnya.
" Ada apa ini?" tanya pria gendut, pendek dan berwajah sangar
" Nona ini tidak bisa membayar tuan." ucap pelayan itu dengan nada sopan berbeda tadi berbicara dengan Petra dengan nada ketus karena pelayan itu tahu kalau pria dihadapannya adalah pelanggan tetap.
Karena Petra sudah tidak dapat menahan hasratnya Petra berdiri dan memeluk pria tersebut dari arah belakang membuat pria itu tersenyum menyeringai.
" Tuan tolong bayarkan nanti aku berikan harta berhargaku." ucap Petra sambil membelai adik kecil pria tersebut membuat adik kecilnya langsung menegang seketika.
" Aku yang akan membayar semuanya." ucap pria gendut, pendek dan berwajah sangar sambil membuka dompetnya dan mengambil kartu kredit tanpa batas.
" Baik tuan." Jawab pelayan itu dengan sopan
" Tunggu dulu, siapkan kamar untuk kami tempat biasa dan kartuku titip ke resepsionis." ucap pria gendut, pendek dan berwajah sangar
" Baik tuan." jawab pelayan itu lagi.
Restoran tersebut selain menyediakan tempat untuk makan juga menyediakan tempat penginapan. Pria gendut, pendek dan berwajah sangar itupun menarik tangan Petra menuju kamar tempat biasa dirinya melakukan cinta satu malam bersama gadis atau wanita yang diajak bersamanya. Kebetulan hari ini dia tidak menemukan mangsanya sehingga dirinya makan sendiri tapi di tengah kesendirian dirinya melihat Petra yang tidak bisa membayar makanan yang dipesannya.
Pria itupun berjalan ke tempat ruang resepsionis untuk meminta kartu masuk penginapan setelah berada di tangannya pria itupun menarik ke dua tangan Petra karena Petra ingin membuka pakaiannya.
klik
Pria itu menempelkan kartu tersebut di pintu dan pintu itupun otomatis terbuka. Tangan kiri pria itu mendorong pintu sedangkan tangan kanannya mendorong tubuh Petra.
klik
Pintu itupun otomatis tertutup. Pria tersebut membuka seluruh pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benang pun ketika sudah selesai tubuhnya di peluk oleh Petra dari arah belakang.
" Tuan puaskan saya." pinta Petra dengan mata bergabut gairah.
Pria itupun membalikkan badannya dan matanya membulat sempurna melihat tubuh mulus tanpa sehelai benangpun.
__ADS_1
" Sepertinya kamu minum obat perangs**g, baguslah." bisik pria tersebut sambil mendorong Petra.
Pria itupun memberikan pemanasan setelah dirasa cukup pria itupun memasukkan adik kecilnya ke goa yang paling gelap milik Petra yang paling di sukai oleh semua pria termasuk dirinya.
" Akhhhhh... sakit.." rintih Petra
" Nanti lama - lama enak." bisik pria tersebut.
jleb
Keris itupun masuk sempurna ke dalam goa paling dalam milik Petra, Petra menjerit kesakitan tapi lama - kelamaan Petra mulai mendesah.
" Enakkan? teriak lah dan mendesah terus karena kamar ini kedap suara." bisik pria itu lagi sambil menggoyangkan pinggulnya secara berulang-ulang hingga satu jam lamanya pria itu memasukkan laharnya ke rahim Petra.
" Aku masukkan ke dalam karena aku ingin mempunyai anak cantik seperti dirimu." ucap pria itu sambil tersenyum menyeringai.
Pria itupun menarik kerisnya kemudian tidur terlentang untuk istirahat mengumpulkan tenaga nya karena dirinya belum puas bermain dengan Petra tapi belum ada setengah jam Petra terbangun dan menind*h tubuh pria tersebut dan memberikan pemanasan hanya sebentar saja keris itupun menegang kemudian Petra memasukkan keris pria tersebut ke goa miliknya kemudian mulai menggoyangkan pinggulnya.
Pria itupun tersenyum bahagia menemukan wanita yang masih perawan dan penuh energi membuat dirinya merem melek karena merasakan enak tiada tara.
" Terima kasih sayang, kamu memang wanita paling hot yang baru kutemukan. Aku tidak akan mungkin melepaskanmu hingga aku merasa bosan denganmu." ucap pria tersebut tersenyum menyeringai sambil memeluk Petra.
Tidak berapa lama merekapun tidur sambil berpelukan mengarungi mimpi indah mereka.
xxxxxxx
Kini mereka sudah selesai makan dan naik ke dalam mobil. Doddy duduk di kursi pengemudi sedangkan Rocky dan Putri duduk di kursi belakang pengemudi.
" Adikku bagaimana?" tanya Putri ketika mereka dalam perjalanan pulang.
" Paling nanti pulang di antar sama temannya." ucap Rocky dengan nada santai.
" Mudah-mudahan adikku tidak kenapa - napa." ucap Putri dengan nada kuatir.
" Petra sudah besar bisa menjaga dirinya." ucap Doddy
" Iya sich tapi sebagai kakak aku juga kuatir walau adikku sering membuatku kesal tapi bagaimanapun dia tetap adikku." ucap Putri
__ADS_1
Rocky dan Doddy hanya diam walau ada benarnya tapi sikap Petra membuat mereka membencinya.
Tidak terasa mereka pun sudah sampai di rumah, mereka istirahat di kamar masing - masing karena tubuhnya sangat lelah.
xxxxxxx
Tidak terasa hari sudah berganti pagi, perlahan Petra membuka matanya dan matanya membulat sempurna melihat dirinya berpelukan dengan seorang pria tambun. Kepala Petra di angkat ke atas untuk melihat siapa pria tersebut.
" Akhhhh.... breng**k, kenapa kamu tidur denganku hah!!!" bentak Petra karena melihat pria itu sudah gendut, pendek dan berwajah sangar membuat Petra sangat kesal.
Pria yang sudah tertidur pulas merasa terganggu dengan teriakan Petra.
" Berisik mengganggu tidur ku saja." bentak pria tersebut.
Petra diam hanya saja memukul pria itu secara memba*i-buta tanpa sadar kalau tubuhnya masih polos tanpa sehelai benang pun membuat adik kecil pria itupun menegang lagi.
Pria itu menahan ke dua tangan Petra kemudian menindihnya.
jleb
" Brengs*k, sakit... lepaskan ngga!!!" teriak Petra karena pria tersebut memasukkan adik kecilnya ke goa miliknya tanpa ada pemanasan membuatnya kesakitan.
plak
Pria itu menampar pipi Petra hingga terjelas gambar telapak tangan pria tersebut.
" Sekali lagi berteriak dan memakiku aku tidak segan - segan menamparmu." ancam pria tersebut sambil menggoyangkan pinggulnya dengan kasar.
Petra yang sangat ketakutan menahan rasa sakit pada bagian intimnya. Kebencian terhadap pria itu terlebih mahkota yang di jaganya kini sudah di ambil oleh pria asing itu. Pria itu menarik kerisnya setelah laharnya keluar di rahim milik Petra.
" Aku ingin kamu hamil agar anakku bisa secantik dirimu tapi kalau anakmu jelek aku akan membuatnya lagi dan lagi sampai aku merasa bosan dan membuangmu." ucap pria tersebut sambil membalikkan menyeringai.
" Awas saja kalau berani menggugurkannya, aku akan menyiksamu sampai kamu memilih untuk mati dari pada hidup. Wajah cantikmu akan aku buat menjadi cacat seperti diriku agar tidak ada lagi orang yang akan menyukaimu." ucap pria itu tanpa punya rasa empati sedikitpun.
" Aku membencimu, sangat membencimu." ucap Petra sambil menatap tajam ke arah pria itu yang penuh rasa dendam.
" Bencilah karena aku tidak perduli, sekarang mandi dan ikut denganku." perintah pria tersebut.
__ADS_1