
Di tempat yang berbeda tepatnya di rumah milik Rocky, Putri menghubungi ponsel Petra secara berulang-ulang tapi tidak ada hasilnya. Ponsel milik Petra tidak aktif sama sekali membuat Putri kepikiran dengan adik kembarnya.
" Ada apa Putri?" tanya Rocky tiba - tiba sudah berada di belakang Putri.
" Kak Rocky, bikin aku kaget saja." Ucap Petra sambil mengelus dadanya berulang-ulang.
Rocky hanya senyam senyum melihat Petra kemudian Rocky duduk di samping Petra.
" Kak Rocky." panggil Putri
" Ya ada apa?" tanya Rocky
" Benarkah apa yang dikatakan adikku kalau kak Rocky meninggalkan adikku di restoran?" tanya Putri sambil merubah duduknya agar bisa melihat wajah Rocky.
" Maaf Putri, jujur iya kakak sengaja meninggalkan Petra di restoran." ucap Rocky akhirnya berkata dengan jujur sambil mengubah posisi duduknya agar bisa melihat wajah Putri.
" Kenapa kakak membohongiku?" tanya Putri sambil matanya berkaca-kaca.
Rocky yang tidak bisa menahan kekesalan terhadap Petra membuat Rocky memberikan ponselnya ke Putri.
" Kenapa kakak memberikan ponsel kakak ke Putri?" tanya Putri dengan nada bingung.
" Bukalah video itu." perintah Rocky
Putri melakukan apa yang diperintahkan Rocky memutar video yang ternyata rekaman cctv di kamar Petra di mana Petra bicara sendiri hingga menerima panggilan telepon dari ibunya. Putri membulatkan matanya dengan sempurna mendengar betapa jahatnya ibu dan adik kandungnya pada dirinya.
" Hiks .. hiks... kenapa mereka tega padaku?" ucap Putri sambil menangis
Rocky memeluk Putri dan mengusap punggung Putri agar mengurangi rasa sesak di hatinya. Putri membalas pelukan Rocky yang membuat dirinya merasakan nyaman.
" Asal kamu tahu Putri dia memesan makanan tidak kira - kira selain itu Petra memberikan obat peran****g pada makanan dan minuman yang akan aku makan nanti karena itulah kakak sengaja meninggalkan Petra di restoran."ucap Rocky
" Dia melakukan itu sama seperti yang dilakukan oleh calon tunanganmu. Apakah adikmu itu pantas di bela? apakah aku jahat karena tega meninggalkan Petra di restoran? Apakah kamu rela jika aku melakukan bersama Petra?" tanya Rocky beruntun.
Putri hanya diam mendengar ucapan Rocky hatinya sangat sakit dan yang bisa dilakukannya hanya menangis dan menangis agar sesak dihatinya berkurang. Dari dulu hingga sekarang Putri menerima dan mengalah atas perlakuan ibu dan adik kandungnya karena selalu berharap suatu saat nanti ibu dan Petra bisa berubah tapi ternyata selama ini Putri salah mengira karena mereka tetap berbuat jahat dan tidak mungkin bisa berubah.
Rocky mendorong perlahan tubuh Putri kemudian menghapus ke dua air mata Putri dengan menggunakan ke dua ibu jarinya.
" Kita berdoa saja agar ibumu dan Petra menyadari akan kesalahannya." ucap Rocky sambil membelai pipi Putri.
__ADS_1
Rocky menatap bibir Putri membuat Rocky ingin merasakan kembali bibir Putri yang terasa manis. Rocky mendekatkan wajahnya ke wajah Putri hingga menyisakan 5 cm, Putri yang mengerti akan di cium langsung menutup ke dua matanya.
cup
Rocky mengecup bibir Putri ,kecupan singkat membuat Rocky ketagihan. Rocky ******* bibir Putri sambil tangan kanannya membelai salah satu gunung kembar milik Putri membuat Putri mendesah.
" Ehemm.." ucap Doddy tiba - tiba datang dan berdiri di depan mereka.
Putri mendorong Rocky kemudian menutup wajahnya karena malu ketahuan sedangkan Rocky menatap tajam ke arah temannya yang sudah mengganggu kesenangannya, Doddy hanya tersenyum tanpa dosa.
" Rocky kapan kita pulang ke Jakarta?" tanya Doddy mengalihkan perhatian sambil duduk di sofa berhadapan dengan Rocky.
" Tiga hari lagi kenapa?" tanya Rocky
" Hmmm... barusan aku dapat telephone kalau ibuku sakit. Bisakah besok kita kembali ke Jakarta?" tanya Doddy
" Bagaimana menurutmu Putri?" tanya Rocky tanpa menjawab pertanyaan Doddy
" Putri ikut pulang saja kak." ucap Putri.
" Bagaimana kamu tinggal di sini saja." usul Rocky
" Kalau kamu pulang dan bertemu ke dua orang tuamu nanti apa yang kamu katakan pada orang tuamu mengenai adikmu Petra?" tanya Rocky
" Tenang saja nanti sepasang suami istri yang biasa bersih - bersih rumah akan menemanimu agar kamu tidak kesepian." sambung Rocky.
" Baiklah kak, aku tinggal di sini." ucap Putri.
" Bagus, nanti seminggu sekali kakak akan kesini dan jika ada sesuatu kabarin kakak. Ponsel kakak dua puluh empat jam jadi jam berapa pun kakak akan datang ke sini." ucap Rocky.
" Terima kasih kak." ucap Putri sambil tersenyum.
" Oh iya aku sudah memasak kita makan yuk." ajak Putri.
" Ayuk." Jawab Rocky dan Doddy kompak.
Mereka bertiga berjalan ke arah meja makan dan mereka pun makan dalam diam tanpa bicara sedikitpun.
xxxxxxx
__ADS_1
Di Tempat yang berbeda tepatnya di keluarga besar Alvonso.
" Mommy, Daddy, kak Alvonso, kak Alvian, kak Arlan dan kak Harlan pada mau kemana?" tanya Dennis karena mereka hendak pergi keluar.
" Kamu ikut aja Den." ucap daddy Alvonso
" Memangnya mau kemana?" tanya Dennis bingung
" Nanti kamu akan tahu." ucap kak Alvonso
" Baiklah." ucap Dennis singkat walau dirinya masih bingung karena tidak biasanya keluarganya tidak mengatakan pergi ke mana.
Mobil pertama berisi mommy Laras duduk di kursi belakang bersama Daddy Alvonso sedangkan yang duduk di kursi pengemudi Alvian sedangkan di samping pengemudi kak Alvonso.
Mobil yang ke dua dikendarai oleh sopir yang merangkap bodyguard dan di sampingnya bodyguard sedangkan di belakang pengemudi Arlan dan Harlan.
Ke dua mobil melaju dengan kecepatan sedang hingga 20 menit lamanya mereka sudah sampai di tempat tujuan sebuah mansion mewah dan Dennis tidak mengerti milik siapa. Di gerbang utama dua orang bodyguard membuka pintu gerbang, ke dua mobil itupun masuk ke dalam mansion mewah tersebut.
" Daddy, ini mansion milik siapa?" tanya Dennis penasaran
" Nanti kalian akan tahu." Jawab Daddy Alvonso
Dennis hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Ke dua mobil berhenti dan dua orang bodyguard membuka pintu utama mansion. Mereka masuk ke dalam dan di sambut oleh kepala pelayan dan diarahkan ke ruang keluarga.
" Mommy, daddy, kak Alvonso, kak Alvian, kak Arlan dan kak Harlan." panggil Debby dan Inge serempak.
Debby, Inge, Alex dan Leo mencium punggung tangan mommy Laras, daddy Alvonso, kak Alvonso, kak Alvian, kak Arlan dan kak Harlan secara bergantian sedangkan Dennis hanya berjabat tangan.
" Dennis ikut kakak." perintah Debby
" Mau kemana sayang?" tanya Leo
" Memang ada apa kak?" tanya Dennis berbarengan.
" Tidak ada apa - apa, waktu itu Dennis memesan oleh - oleh jadi aku ingin memberikan ke Dennis karena barangnya berat." ucap Debby berbohong sambil menatap tajam ke arah adik kesayangannya.
Dennis yang mengerti arti tatapan tajam kakaknya mengerti yaitu untuk tidak membantah dan mengikuti permintaan kakaknya.
" Nak Leo, maaf ya kalau Debby dan Dennis itu saling sayang menyayangi sebagai kakak dan adik karena itu setiap Dennis meminta sesuatu Debby selalu menuruti permintaan adik kesayangannya." ucap mommy Laras sambil tersenyum
__ADS_1
Leo hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.