Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Petra Bertemu Kembali Dengan Putri


__ADS_3

" Tidak sopan kalau aku memanggil nama saja kalau aku memanggil kak Rahul." Ucap Rita


" Terserah asalkan jangan panggil aku dengan sebutan tuan. Apakah kamu tidak takut melihat wajahku?" tanya Rahul


" Tidak, apakah kak Rahul tidak ada keinginan untuk operasi wajah?" tanya Rita agak ragu


" Kamu pasti bohong buktinya kamu memintaku untuk operasi wajah? Aku sadar aku jelek dan gendut" ucap Rahul dengan nada sendu sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Aku berkata jujur aku tidak takut dengan kak Rahul karena jujur aku sangat mencintai kak Rahul dan aku tidak terlalu berharap kak Rahul membalas cintaku." ucap Rita berkata jujur.


Rahul menatap mata Rita dan tidak ada kebohongan di matanya.


" Kak Rahul sebentar lagi kakak akan mempunyai anak. Apakah kak Rahul tidak ingin berjalan - jalan bersama keluarga nantinya? Istri kak Rahul dan anak kak Rahul mungkin tidak perduli tapi bagaimana dengan orang lain? mereka akan menghina kak Rahul dan membuat istri dan ke dua anak kak Rahul pasti akan sedih. Apakah kak Rahul tidak berfikir seperti itu? mengenai kak Rahul gendut? kak Rahul bisa berolahraga dan mulai sekarang kurangi makanan yang mengandung lemak dan makan yang mengandung serat. Aku yakin kak Rahul akan menjadi pria tampan dan mempunyai badan yang atletis." ucap Rita panjang lebar.


Rahul diam dan merenungkan perkataan Rita yang ada benarnya. Rahul memeluk Rita sambil mengecup pucuk kepala Rita bertepatan kedatangan Petra yang sedang menuruni anak tangga.


" Cih.. sungguh memalukan." Ucap Petra sambil berjalan meninggalkan mereka berdua menuju ke garasi mobil karena dirinya seperti biasa jalan - jalan ke mall untuk menghabiskan uang.


" Kalau begitu kita pergi sekarang, aku ingin operasi wajah." ucap Rahul sambil menarik tangan Rita.


" Kita belum makan, makan dulu baru kita pergi hari ini aku sangat lapar." Ucap Rita


" Baiklah." Jawab Rahul


Merekapun mulai memakan yang tadi sempat tertunda karena keributan oleh ulah Petra. Selesai makan mereka berangkat ke rumah sakit milik sahabat Rahul.


Singkat cerita mereka berdua sudah sampai di rumah sakit. Rahul berbaring di ranjang dan di periksa oleh sahabat Rahul yang berprofesi sebagai seorang dokter ahli kulit dan dengan setia Rita menemani Rahul.


" Sahabat ku yang berada di Korea seminggu lagi akan datang ke Magelang bagaimana kalau seminggu lagi kamu operasi wajah?" tanya sahabatnya sekaligus dokter ahli kulit sambil duduk di kursi kebesarannya.


" Boleh, jam berapa mulai operasi wajah?" tanya Rahul sambil duduk berhadapan dengan sahabatnya dan diikuti oleh Rita yang duduk di samping Rahul.


" Jam sembilan pagi dan selesai operasi selama hampir dua minggu harus berbaring di rumah sakit karena kita akan mengontrol hasilnya." ucap sahabatnya


Rahul diam antara ingin tapi dia malas di rumah sakit karena tidak ada yang menemani dirinya. Rita yang mengerti kegundahan Rahul langsung menggenggam tangan Rahul sambil tersenyum.


" Aku akan menemani kak Rahul agar kak Rahul tidak bosan." bisik Rita

__ADS_1


" Baiklah aku setuju." Jawab Rahul


Sahabatnya hanya menganggukkan kepalanya, Rahul dan Rita pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Singkat cerita mereka kini berada di mansion bertepatan dengan kedatangan Petra.


" Habis jalan - jalan kok tidak borong belanjaan? kasihan deh wanita bayaran tidak dapat apa-apa." ledek Petra


" Maaf aku tidak hobby belanja apalagi menghamburkan uang lebih baik yang itu diberikan oleh orang yang tidak mampu." Ucap Rita sambil tersenyum.


" Cih, bilang saja iri melihatku belanja banyak." Ucap Petra.


Rita hanya tersenyum dan pergi meninggalkan mereka berdua.


" Habis dari mana?" tanya Petra dengan nada cemburu


" Dari rumah sakit, seminggu lagi aku mau operasi wajah dan selama hampir dua minggu aku berbaring di rumah sakit. Aku ingin kamu menemani suamimu ini." pinta Rahul


" Pffftttt... hahahaha... operasi wajah? yakin nanti jadi tampan atau bertambah jadi jelek?" tanya Petra sambil meledek dan menghina suaminya sambil tertawa.


" Sudahlah wajah jelek dan badan gendut terima saja nasibmu. Oh ya aku tidak mau menemani mu di rumah sakit suruh saja wanita bayaran mu itu." ucap Petra sambil berjalan meninggalkan suaminya sambil kembali tertawa.


" Awas saja Petra setelah kamu melahirkan ke dua anakku, aku akan menceraikan mu dan menikah dengan Rita karena kamu tidak pantas untuk aku cintai." Ucap Rahul sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.


Satu Minggu Kemudian


Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat dan kini saatnya Rahul operasi wajah. Rahul dan Rita sudah berangkat pagi - pagi menuju ke rumah sakit.


" Aku takut kalau hasilnya semakin bertambah buruk wajahku." Ucap Rahul dengan nada sendu sambil berjalan ke arah lobby rumah sakit sambil diikuti oleh Rita dan


" Berdoa dan yakinlah kalau operasi wajahnya akan berhasil." ucap Rita


" Bagaimana kalau gagal?" tanya Rahul


" Tenanglah apapun kondisi kak Rahul aku akan selalu mencintaimu apa adanya dan tidak akan meninggalkan kak Rahul kecuali kalau kak Rahul memintaku untuk pergi dari kehidupan kak Rahul." ucap Rita sambil tersenyum dan memeluk Rahul.


" Terima kasih atas semuanya." Ucap Rahul sambil membalas pelukan Rita.


Rahul mulai di operasi sedangkan Rita dengan setia menunggu bersama bodyguard kepercayaan Rahul.

__ADS_1


" Nona saya mau ke kantin, apakah nona mau nitip sesuatu?" tanya bodyguard dengan nada sopan.


" Boleh, aku ingin susu coklat hangat dan rujak." ucap Rita


" Rujak?" tanya bodyguard mengulangi perkataan Rita.


" Iya rujak aku lagi pengen banget, tolong ya?" mohon Rita


" Baik nona." Jawab bodyguard tersebut


" Dan ini uangnya." ucap Rita sambil memberikan dua lembar warna merah


" Nona ini kebanyakan." ucap bodyguard


" Tidak apa, kembaliannya ambil saja." ucap Rita sambil tersenyum


" Terima kasih banyak nona semoga nona dan tuan cepat menikah." ucap bodyguard


" Amin. Doakan saja." ucap Rita sambil tersenyum


" Tentu saja nona kami semua selalu mendoakan karena kami semua tidak suka dengan nyonya muda Petra sombong dan suka memerintah seenaknya." curhat bodyguard


" Maaf pak jangan cerita ke orang lain takutnya kalau tuan Rahul tahu akan mendapatkan hukuman." ucap Rita.


" Maaf nona, saya lupa." Ucap bodyguard


" Sudah tidak apa-apa sekarang pergilah karena aku ingin sekali makan rujak." Pinta Rita


" Baik nona." Jawab bodyguard


Bodyguard itupun pergi meninggalkan Rita sendirian untuk membeli pesanan Rita.


xxxxxxx


Di tempat yang berbeda seperti biasa Petra bangun siang hari dan langsung mandi karena hari ini ada janji dengan sahabat lamanya untuk bertemu di mall. Selesai mandi dan berpakaian Petra pergi meninggalkan mansion tanpa memperdulikan suaminya.


Singkat cerita Petra sudah sampai di mall dan duduk santai di sebuah restoran sambil menunggu sahabat lamanya.

__ADS_1


" Kak Putri." ucap Petra sambil menatap tajam ke arah Putri.


Petra bertemu kembali dengan Putri hal yang tidak pernah di duga sama sekali kenapa dunia ini begitu sempit.


__ADS_2