
Keluarga besar Alvonso mengantar Dennis ke bandara Soekarno Hatta karena hari ini Dennis berangkat ke Magelang untuk mendaftar menjadi seorang prajurit TNI.
Setelah selesai mengantar mereka kembali ke mansion untuk berkumpul bersama keluarga besar Alvonso.
" Musuh utama sulit sekali untuk kita tangkap." ucap mommy Laras sambil duduk di ruang tamu.
" Benar mom, walau satu dia mempunyai banyak kaki tangan." ucap Max sambil berfikir.
" Yang penting kita harus berhati-hati." ucap kak Alvonso.
" Ya benar." Jawab mereka serempak
" Sekarang mommy ingin istirahat dulu badan mommy lelah." ucap mommy Laras.
" Kami juga mom." Jawab mereka serempak
Merekapun masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat. Tanpa sepengetahuan mereka seseorang menatap tajam ke arah mereka.
( " Kalian semua tidak akan mungkin bisa menangkapku karena aku lebih pintar dan cerdik. Tunggulah waktu yang tepat aku pasti akan membunuh kalian satu persatu" ucap wanita itu dengan tatapan membunuh ).
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda tepatnya di keluarga besar Reynald Aquire sedang diadakan acara pernikahan putri semata wayangnya Elisabeth Aquire.
Banyak tamu undangan sudah berdatangan tapi pihak dari keluarga mempelai pria maupun calon pengantinnya belum satupun yang datang membuat keluarga besar Reynald Aquire merasakan stress luar biasa.
Bagaimana tidak di saat para tamu sudah hadir semua dan acara pernikahan sebentar lagi akan di mulai tapi sang mempelai pria tidak datang. Ke dua orang tua Elisabeth dan Elisabeth berada di kamar pengantin sedangkan mua sudah keluar sejak sudah selesai menghias dan membantu Elisabeth memakai gaun pengantin serba putih.
" Daddy." ucap Elisabeth Aquire lirih
" Coba kamu hubungi tunanganmu kenapa dia belum datang." perintah Reynald
" Baik dad." Jawab Elisabeth
Elisabeth pun menghubungi tunangan sekaligus calon suaminya, sambungan pertama langsung di angkat oleh tunangannya
" Honey ada di mana? kenapa belum datang?" tanya Elisabeth dengan nada lembut.
" Hallo Eli." panggil sahabat nya.
" Qui, kenapa ponsel calon suamiku ada padamu?" tanya Elisabeth dengan nada terkejut.
" Aku ahhhh terus honey.." ucap Qui mendesah
" Punyamu ahhhh.. enak banget sayang." jawab calon suaminya Elisabeth sambil mendesah
" Aldo!!! teriak Elisabeth
__ADS_1
" Honey ahhh.. kekasihmu ahhh... memarahiku." ucap Qui mendesah sambil merajuk
" Sini biar aku yang ngomong sama dia." ucap calon suaminya Elisabeth.
" Kami lagi senang - senang jangan mengganggu kami. Pernikahan kita batal karena aku lebih mencintai sahabatmu yang bernama Qui bukan wanita murahan sepertimu." hina Aldo tanpa punya perasaan.
" Apa maksudmu?" tanya Elisabeth sambil menahan agar air matanya tidak keluar.
" Kamu jadi wanita jangan munafik aku tahu kamu sama seperti wanita murahan lainnya yang menjajakan tubuhnya ke pria hidung belang." Hina Aldo lagi.
" Sudah jangan mengganggu kami wanita murahan." hina Aldo ke sekian kalinya.
tut tut tut tut tut
Aldo memutuskan secara sepihak, hati Elisabeth sangat sakit mendengar ucapan calon suaminya.
" Bagaimana?" tanya daddy Reynald
" Pernikahan batal daddy." ucap Elisabeth dan tidak berapa lama air matanya keluar.
bruk
Elisabeth langsung tidak sadarkan diri ketika sudah selesai mengatakan ke daddynya. Beruntung daddy Reynald langsung menahan tubuh Elisabeth agar tidak terjatuh.
" Elisabeth bangun." ucap daddy Reynald
" Mommy, temani Elisabeth karena Daddy mau menemani para tamu undangan untuk mengatakan pernikahan anak kita batal." ucap daddy Reynald.
" Baik daddy." Jawab mommy Bella ibunya Elisabeth.
Daddy Reynald Aquire pun keluar dari kamar pengantin dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke lantai satu di mana para tamu undangan sudah menunggu sejak tadi.
" Bagaimana tuan Reynald Aquire kapan acaranya bisa di mulai?" tanya pemuka agama.
" Saya Reynald Aquire dan Bella Aquire istriku meminta maaf karena ada sesuatu hal pernikahan putri kami yang bernama Elisabeth Aquire terpaksa dibatalkan." ucap Reynald Aquire
" Apa?? bagaimana bisa?" tanya para tamu undangan.
" Maafkan kami, kami tidak bisa menjelaskan dan sekali lagi acara pernikahan ini batal." ucap Reynald Aquire sambil membalikkan badannya dan berjalan menaiki anak tangga tanpa memperdulikan ucapan para tamu undangan.
Akhirnya satu persatu para tamu undangan pergi meninggalkan acara resepsi pernikahan. Ada yang mengatakan iba dengan calon pengantin wanitanya dan ada juga mencibir dan menghina pengantin wanitanya.
Tiga Hari kemudian
Kini Elisabeth sudah bisa menerima kenyataan yang sangat pahit kalau dirinya tidak menjadi menikah dengan pria yang dicintainya.
" Mommy dan Daddy, Elisabeth mau daftar kuliah di Magelang mengambil jurusan dokter." ucap Elisabeth.
__ADS_1
" Kenapa kuliahnya jauh sayang?" tanya mommynya Elisabeth
" Teman - teman sekolahku rata - rata kuliah di sana dan Elisabeth ingin kuliah juga di sana." ucap Elisabeth
" Baiklah terserah dirimu asalkan kamu bisa jaga diri." Ucap mommynya Elisabeth.
" Baiklah kalau begitu Elisabeth akan bersiap karena besok pagi Elisabeth akan berangkat ke Magelang." ucap Elisabeth
" Kenapa cepat sekali?" tanya mommynya Elisabeth
" Kuliahnya sudah mulai mom, karena itu Elisabeth mau datang ke kampus setelah sampai di Magelang." Ucap Elisabeth
" Kamu di sana tinggal sama siapa?" tanya mommynya Elisabeth
" Belum tahu mom tapi mommy dan daddy tenang saja Elisabeth bisa jaga diri." ucap Elisabeth
" Mommy dan daddy mempercayaimu." Ucap mommynya Elisabeth.
Elisabeth hanya tersenyum dan berjalan ke kamar pribadinya untuk menyiapkan barang - barang yang akan di bawanya besok pagi.
xxxxxxx
Malam berganti pagi Elisabeth telah bersiap untuk pergi ke bandara dengan di antar oleh ke dua orang tuanya. Singkat cerita kini Elisabeth sudah duduk dekat jendela di dalam pesawat sambil memejamkan matanya sambil mendengarkan musik lewat ponselnya dengan menggunakan headset.
Seorang pemuda tampan duduk di sampingnya sambil memandangi Elisabeth.
" Cantik." gumam pemuda tampan itu
( " Tidak... tidak... ingat Dennis semua wanita itu sama, cantik tapi nanti dia akan menipumu... sama seperti Elisabeth wanita ular itu.. seharusnya wanita itu di siksa dulu baru mati karena terlalu enak buat dirinya jika langsung mati." ucap Dennis dalam hati ).
Ya pria itu adalah Dennis anak dari pasangan mommy Laras dan daddy Alvonso.
Elisabeth yang sedang menikmati musik tiba - tiba ada seseorang yang menepuk tangannya membuat Elisabeth melepaskan headsetnya dan menatapnya dengan dingin.
" Ada apa?" tanya Elisabeth
" Maaf nona, saya ingin duduk di dekat jendela jadi saya harap nona pindah." ucap pemuda tampan tersebut yang tidak lain adalah Dennis.
Elisabeth menghembuskan nafasnya dengan perlahan dan menatap wajah tampan Dennis.
" Bukannya sama saja?" tanya Elisabeth cuek sambil memejamkan matanya kembali tanpa memperdulikan Dennis.
" Nona, saya tidak ingin mencari keributan pindah sekarang atau saya cium?" ancam Dennis
Elisabeth membuka matanya dan menatap tajam ke arah Dennis.
__ADS_1
" Apakah kamu berani menyiumku?" ledek Elisabeth sambil menatap tajam ke arah Dennis.