
Elisabeth hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke pintu lift. Dirinya bersyukur karena para anak buah Aldo tidak mengenali dirinya.
Ting
Pintu lift terbuka Elisabeth masuk ke dalam pintu lift dengan jantung masih berdebar kencang.
( " Aduh saking takutnya jantungku berdetak kencang, walau aku bisa bela diri tapi kalau di keroyok sama anak buah Aldo yang ada aku kalah dan kembali lagi ke Aldo dan di siksa lagi." Ucap Elisabeth dalam hati ).
ting
Pintu lift terbuka Elisabeth keluar dari lift dan berjalan ke arah kamar Dennis.
tok tok tok tok
ceklek
" Siapa ya?" tanya Dennis karena tidak mengenal gadis culun di depannya.
" Aku gadis yang diselamatkan oleh kak Dennis dari mantan kekasihku yang mencambukku, boleh aku masuk sebentar?" pinta Elisabeth
Dennis yang masih bingung membuka pintunya agak lebar tapi dengan sikap waspada karena dirinya tidak mempercayai wanita.
" Aku mohon tutup pintunya ada yang ingin aku ceritakan penting." mohon Elisabeth.
Dennis menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mengikuti permintaan Elisabeth untuk menutup pintunya.
" Ada apa dan siapa kamu?" tanya Dennis mengulangi perkataan nya.
Elisabeth membuka kaca matanya dan melepaskan ikatan kepang dua.
" Kamu!" tunjuk Dennis dengan nada terkejut karena bertemu lagi dengan gadis tersebut.
" Iya aku, kan aku sudah bilang kalau aku gadis yang diselamatkan oleh kak Dennis dari mantan kekasihku yang mencambukku. Masa kak Dennis lupa?" tanya Elisabeth
" Bukannya lupa kamu berpenampilan culun jadi aku tidak tahu. Kenapa kamu kembali lagi? kamu ingin merayuku?" goda Dennis
" Aish... percaya diri sekali, aku hanya ingin memberitahukan kalau mantan kekasihku memerintahkan para anak buahnya untuk membunuhmu dan menangkapku untuk di siksa." ucap Elisabeth langsung pada intinya.1
" Pffftttt hahahaha... kamu kuatir padaku?" ucap Dennis sambil tertawa lepas.
" Bukan kuatir tapi kak Dennis kan sudah menolongku dan aku ingin membalas kebaikan kak Dennis." Ucap Elisabeth
__ADS_1
" Apa kamu tidak takut di siksa sama laki - laki itu?" tanya Dennis
" Jujur aku sangat takut walau aku bisa bela diri tapi aku bukan tandingan mereka karena orangnya sangat banyak." ucap Elisabeth
" Jadi orang itu jangan takut kalau takut kita langsung cepat kalah." ucap Dennis
" Terimakasih atas nasehatnya, oh iya kak Dennis menginap di hotel ini atau tidak?" tanya Elisabeth
" Sebentar lagi mau keluar hotel, semua barang - barangku sudah aku siapkan. Kamu menginap di hotel ini? tanya Dennis karena tidak melihat Elisabeth membawa koper.
" Tidak, koperku aku titip ke resepsionis. Aku mau berangkat ke Magelang." ucap Elisabeth
" Kebetulan aku juga mau ke Magelang bareng saja karena tidak enak kalau tidak ada teman untuk mengobrol. Tenang saja aku bukan tipe orang playboy atau menyukai dirimu karena kamu bukan tipeku. Aku mengajakmu karena aku melihat kamu tidak mencari perhatianku kalau itu sampai terjadi kamu aku turunin di jalan." Ancam Dennis
" Kak Dennis juga bukan tipeku jadi tenang saja aku tidak akan mencari perhatianmu." ucap Elisabeth tidak mau kalah.
" Kalau seandainya aku tidak utang budi pada kak Dennis, aku tinggal pergi saja dan tidak memperdulikannya. Sudah aku kasih informasi malah menghinaku huh... sungguh pria menyebalkan." gumam Elisabeth dengan suara pelan.
Dennis yang mempunyai telinga tajam dapat mendengar gumaman Elisabeth.
" Oh kamu menolongku karena utang budi? Pergilah aku tidak butuh pertolonganmu." usir Dennis
" Aish.. jadi cowok sensitif sekali." ledek Elisabeth
" Enak aja memangnya aku ayam?" omel Elisabeth sambil menatap tajam dan ke dua tangannya memegang ke dua pinggangnya membuat Dennis menahan senyum karena Elisabeth sangat menggemaskan.
" Ckckck... Tidak usah berkacak pinggang dan mata melotot nanti mata jelekmu copot." Ledek Dennis
" Kak Dennis memang laki - laki yang sangat menyebalkan." Omel Elisabeth sambil membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu keluar.
Tangan kanan Dennis langsung menahan tangan Elisabeth.
" Eh tunggu, kita keluar bareng." Ucap Dennis
" Lepaskan tanganku, aku mau berdandan dulu." ucap Elisabeth
" Tidak usah dandan, kalau jelek ya jelek saja jadi percuma merias wajah jelekmu apalagi aku tidak mungkin tertarik padamu." Ucap Dennis sambil melepaskan tangannya yang tadi memegang tangan Elisabeth.
" Terserah apa kata kak Dennis." ucap Elisabeth dengan menatap Dennis dengan kesal.
Elisabeth langsung berjalan ke arah meja rias dan mulai mengepang rambutnya menjadi dua bagian kemudian memakai kaca mata hitam.
__ADS_1
" Ayo kita berangkat." Ajak Elisabeth sambil menarik tangan Dennis tanpa sadar.
" Tuh kan, gara - gara dandan kamu jadi gadis jelek dan culun lagi." hina Dennis yang berlawanan kata hatinya.
" Baiklah aku akan lepas rambut kempangku dan membiarkan mereka menangkapku dan mantan kekasihku akan menyiksaku lagi asalkan kak Dennis selamat dan aku tidak mempunyai utang budi." Ucap Elisabeth sambil memegang rambutnya untuk melepaskan kepangan nya.
Dennis menahan tangan Elisabeth dan menatap mata Elisabeth yang sudah berkaca-kaca.
" Kenapa kamu ingin menangis?" tanya Dennis
" Aku tidak menangis, lepaskan tangan kak Dennis." pinta Elisabeth
" Jangan di lepas ikatan kepangmu aku akan meretas cctv di lobby dan kamu tunjukkan siapa saja anak buah mantan kekasihmu." ucap Dennis sambil melepaskan tangannya yang tadi memegang tangan Elisabeth.
" Baiklah." Jawab Elisabeth singkat.
Dennis mulai meretas cctv dengan menggunakan laptopnya setelah setengah jam akhirnya Dennis berhasil meretas lobby hotel.
" Yang aku ingat ke dua pria yang berdiri di depan pintu lift tunggu, dua pria yang duduk dekat resepsionis, empat pria duduk di kursi mereka mengobrol tapi mereka memperhatikan segala sudut ruangan dan dua orang yang dekat pintu keluar. Aku tidak tahu apakah di luar ada orang lain atau tidak." Ucap Elisabeth sambil memberikan informasi.
" Berarti total sepuluh, mereka semua membawa pistol dan kita harus membuat rencana. " Ucap Dennis
" Dari mana kak Dennis tahu?" tanya Elisabeth
" Kamu ingat dengan sopir taksi dan teman - temannya?" tanya Dennis
" Iya aku ingat, memangnya kenapa?" tanya Elisabeth
" Mereka mati di tembak oleh anak buah mantanmu dan dimasukkan ke dalam mobil kemudian mendorongnya ke jurang setelah itu mobilnya meledak." ucap Dennis secara singkat
" Pria itu memang benar-benar psycopath." ucap Elisabeth sambil menutup mulutnya seakan tidak percaya.
" Aku heran kenapa kamu suka padanya?" tanya Dennis
" Aku tahu kalau dirinya seorang psycophath baru sekarang ini." ucap Elisabeth
" Oh iya pria itu menyebarkan fotomu sepertinya kak Dennis harus berubah agar mereka tidak mengenal kak Dennis." Usul Elisabeth
" Oh ya berubah sebagai apa? seperti Spiderman atau batman atau superman?" tanya Dennis berusaha melawak.
" Memang bisa? maksudku kak Dennis berubah menjadi cowok culun sepertiku agar mereka tidak mengenal kak Dennis." ucap Elisabeth
__ADS_1
" Ckckck.. aku malas dandan dan terlebih jadi cowok culun aku tidak mau." tolak Dennis
" Kak Dennis, kita tidak ada pilihan lain, aku bisa melawan mereka tapi kalau mereka membawa senjata yang ada aku kalah dan bisa saja aku dan kak Dennis langsung mati di tempat." ucap Elisabeth