Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Berjuang


__ADS_3

Seharian di rumah baru Maira sibuk dengan berkeliling. Sambil di temani ketiga pelayan nya Maira masih asyik menyusuri setiap ruangan yang ada di mansion nya. Senyum nya tidak lepas dari wajah cantik ny.


Puas berkeliling Maira berhenti di dapur dan duduk di meja makan.


"Nyonya mau minum air?".


"Boleh bik eva".


"Ini nyonya, silakan".


"Terimakasih ya bik".


"Apa malam ini nyonya akan tidur di sini?".


"Belum bik, aku belum kasi tau orang tua ku kalau mau pindah".


"Tadi tuan kasi tau bibik kalau besok ada syukuran".


"Iya bik besok sore, sekalian saya ngajak keluarga datang ke sini".


"Apa ada menu yang mau nyonya request?".


"Gak ada bik, saya percaya sama bik eva apa pun itu, masakan bibik enak".


"Oh ya Dinda besok pagi saya jemput kamu ya buat nemanin saya belanja cemilan untuk anak-anak panti asuhan".


"Baik nyonya".


"Ya sudah saya ke atas dulu ya".


"Iya nyonya".


Maira pun berlalu meninggal kan dapur menuju ke lantai atas menyusul suami nya yang sibuk dengan laptop di ruang kerja nya.


Tiba di atas.


"Mas kamu gak ngundang Jaffa dan yang lain ke sini besok? Tadi aku undang Tiwi sama Liya tapi Liya bilang dia mau pulang ke Jogja, Tiwi aja yang bisa".


"Jaffa juga ke Jogja".


..."Haa, Jaffa juga ke Jogja apa mereka berdua? "....

__ADS_1


"Iya dia mau ngelamar Liya".


"Ihh Liya kok gak ngasi tau kalau dia bakal di lamar?".


"Mungkin Jaffa belum pasti di terima orang tua Liya sayang, maka nya Liya gak ada ngomong ke kamu".


"Iss mas apa sih, doain kek teman nya lagi berjuang".


"Mas?".


"Hemmm".


"Kapan kita pulang ke rumah ibuk?".


"Sebentar lagi oke?".


"Baik la".


...........


Ke esokan hari nya Maira pagi sekali Maira sudah beberes memasuk kan sebagian saja baju anak-anak nya ke koper karena Adam melarang nya membawa baju banyak karena Adam sudah menyiap kan yang baru begitu juga dengan mainan anak mereka.


"Iya tapi Zidan dan Zeyra juga ikut pindah gimana ibuk gak sedih Ra".


Hemmm.. Maira menghela nafas panjang.


" janji nanti Maira suruh Zidan Zeyra buat main ke sini".


Buk Dini yang sedari tadi malam masih aja sedih melihat anak dan cucu-cucu nya akan pindah. Sudah pasti rumah nya bakalan sepi lagi.


"Oh ya buk Maira mau pergi belanja dulu buat acara sore, nanti Maira pulang nya langsung jemput ibu, mbak Anum dan anak-anak oke".


Maira turun ke bawah menyusul suami nya yang sudah siap-siap untuk pergi ke pabrik.


"Mas aku bawa mobil sendiri aja ya?".


"Gak usah sayang aku udah minta jemput Haris pakai mobil satu lagi, kamu minta antar Malik oke".


"Ya udah iya, mas nanti aku langsung bawa anak-anak, mbak Anum dan ibuk kerumah kita ya?".


"Iya sayang, jangan bawa banyak barang kasian ibuk nanti di pikir kamu gak mau datang-datang lagi ke sini".

__ADS_1


"Iya mas cuma baju-baju aja sedikit, oh ya mas kamu pulang jam berapa?".


Sebelum acara udah pulang, udah lama gak ke pabrik selama ini hanya Haris yang ngurusin".


Tidak lama terdengar deru mobil masuk ke perkarangan rumah. Mobil yang di setir Haris datang bersamaan juga mobil yang di setir Malik pun tiba.


"Ya sudah mas hati-hati ya". Sambil mencium punggung tangan Adam.


"Kamu juga hati-hati ". Adam mencium kening Maira.


Setelah Adam pergi Maira pun pergi dengan Malik dan Dinda yang sudah di jemput Malik terlebih dahulu.


Sementara di tempat lain.


Liya dan Jaffa sudah berada di bandara mereka akan ke Jogja dengan pesawat. Perjuangan Jaffa untuk masa depan nya dengan gadis cantik bernama Iliyana baru akan di mulai.


Keduanya sudah berada di peswat duduk ke kursi penumpang class bisnis.


Satu jam lebih mereka tempuh untuk sampai Jogja. Kota kelahiran Iliyana. Tapi perjalan masih ada sekitar 1 jam menuju rumah orang tua Iliyana.


"Apa masih jauh sayang?".


"Iya mas. Kan rumah ku di perkampungan buka di kota gini".


"Hemm baik la, apa mereka tau kita datang?".


"Tidak mereka hanya tau aku saja yang datang tapi mereka tidak tau kalau mas ikut".


"Kenapa tidak memberi tahu mereka?".


"Buat kejutaaaann".


"Ckkk... Bagaimana kalau mereka terkejut terus malah mengusir ku?".


"Duhh kemaren aja katanya berani ngadapin ayah, kenapa sekarang malah ketakutan?".


Entah lah Jaffa yang awal nya hanya santai saja tapi begitu tiba di Jogja justru nyali nya menciut. Tak bisa di bohongi kini dada nya begitu berdebar.


Jaffa benar-benar takjub dengan kota Jogja ini pertama kali dia menginjak kaki nya di kota gudeg. Ingin dia berkeliling tapi tujuan nya adalah melamar kekasih nya. Dia belum tenang sebelum bertemu dengan orang tua Ilyana semoga saja mereka di restui.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2