
Maira yang tengah menikmati layanan spa di rumah.
Lain hal Adam yang tengah di sibuk kan dengan laporan kantor yang belum selesai di kerjakan. Tadi dia baru saja menyuruh para orang kepercayaan nya, sekretaris dan asisten nya untuk lembur di kantor.
Sebenar nya bisa saja dia kerjakan di ruang kerja di apartemen nya, tapi Adam justru kesepian kerja sendirian akhir nya dia mendapat kan ide yang bagus untuk mengajak staf nya lembur di hari minggu.
Adam yang sudah terlebih dahulu sampai di kantor. Yang lain pada belum sampai di kantor. Bagaimana tidak setelah mendapat kan pesan untuk lembur secara mendadak, betapa mengutuk nya mereka dengan bos nya tanpa terkecuali. Eeh tapi tidak dengan Malik dia justru senang karena dia sama seperti Adam kesepian di rumah karena anak istri nya ada di kampung.
Lani pun berungut dia sedang membatal kan perjalanan liburan dengan sahabat-sahabat nya.
"Ya ampun kenapa sih aku harus terjebak dengan bos yang labil gini jelas-jelas kemaren dia bilang dia mau kerjain semua berkas nya di rumah, tapi sekarang arhhhg... Kalau bukan karena bayaran lembur nya besar udah alesan aku " sungut Lani sambil meraih tas dan sepatu nya.
Kalau Weli dan Haris memang mengutuk, ya mereka berdua sama. Sama-sama niat ingin tidur lebih lama lagi. Tapi terpaksa bangun dan pergi ke kantor di mana orang-orang akan bersantai di hari minggu.
Jaffa? Jangan di tanya sekarang dia sudah mengendarai mobil nya menuju kantor. Tapi karena perut nya tiba-tiba berbunyi dia pun memarkirkan mobil di sebuah mini market yang menjual sarapan instan yang bisa di panas kan.
Saat Jaffa masuk ke mini market tanpa sengaja di menabrak seorang gadis cantik. Karena rasa lapar bercampur kesal Jaffa justru tidak fokus saat membuka pintu.
"Auuuuhhh.. "Jerit gadis itu.
"Akhh maaf maaf nona saya tidak nampak kalau ada orang" jaffa melayang kan maaf sambil meraih tubuh gadis itu yang hampir terhuyung ke lantai.
"Anda tidak apa-apa nona?"
"Aaaa.. Ya"
Seketika mata gadis itu pun menatap pria yang menabrak nya
__ADS_1
"Waaahh apa ini cakep banget, kalau orang yang nabrak cakep gini aku juga rela kali jatuh nya berguling-guling" batin gadis tersebut.
"Hello heii... Are you oke nona" Jaffa melambaikan tangan nya di depan wajah gadis itu.
"Ehh ya... Maka nya tuan kalau jalan jangan sambil ngelamun, hampur saja bokong saya cium lantai" ucap nya sambil berlalu, hampir saja dia malu karena melamun tentang pria itu.
"Whaat... Bukan nya terimakasih dia bilang apa barusan? Heii dasar gadis aneh, hari ini benar-benar sial"
Sementara di luar mini market.
"Astaga kenapa juga aku jadi gugup gini, harus nya kan aku bilang terimakasih, duh mulut kok gak bisa di jaga sih" ujar nya sambil menepuk-nepuk mulut nya dan berlalu dengan sepeda motor nya.
Di kantor ADAM HOLDING.
Lani yang sudah sampai dan sedang duduk di meja nya menunggu kedatangan yang lain.
"Kenapa dia menyuruh kita lembur mendadak gini?" jaffa buka suara.
"Dia sedang gagal berburu" jawab Haris.
"Haa... lalu urusan nya dengan kita apa?"
"Ya biar kita juga tidak berburu, adil bukan?"
"Cih... Dia yang punya masalah kenapa juga harus kantor jadi sasaran nya, suruh dia cari buruan yang lain"
"Ho ho kau belum liat saja hasil buruan nya, makanya dia jadi gila seperti itu"
__ADS_1
"What... ? Kau sudah melihat nya? Sejak kapan?"
Haris hanya mengangkat bahu nya sambil melengkung kan bibir nya.
Weli ?? Dia hanya diam seribu bahasa melihat dua petinggi Adam holding bergosip ria.
Ting pintu lift pun terbuka.
Kini mereka sudah berada dalam ruang rapat.
Jaffa yang sedang memeriksa laporan kontrak para klien dan investor hotel. Yang di bantu lani.
Sedang kan Haris dan Weli membantu bos nya memeriksa kembali laporan yang penting. Dan menyusun nya di hadapan bos besar mereka.
Sungguh bos yang tak ada akhlak sungut lani dalam hati. Dia sudah membayangkan liburan dengan sahabat-sahabat nya di puncak harus berakhir tragis di kantor megah ini.
Weli pun tak kalah kejam mengutuk sang bos ingin rasa nya dia mengirim bos nya ke padang pasir biar berburu di padang oasis bersama unta, biar gak gabut gini.
Jaffa dan Haris jangan di tanya kalau bisa mereka menikah kan bos nya sekarang juga biar Adam sibuk berkelon dengan buruan nya.
Sementara yang di kutuk sangat santai sesantai bagai di pantai tanpa dosa. Dia tahu apa yang sedang di pikir oleh para staff kesayangan nya, tapi dia tidak perduli asal kan dia bisa menyelesai kan berkas-berkas yang menumpuk ini.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.
__ADS_1