Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Tidak ada salam malam


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan yang cukup padat, akhir nya mobil yang di tumpangi Maira pun sampai di depan rumah.


Rumah Maira sudah terlihat sepi karena bapak dan ibu nya sudah tidur.


"Ya udah aku masuk dulu ya? Kamu hati-hati pulang nya ya?"


Saat Maira ingin membuka pintu Adam malah menarik tangan nya.


"Sayang kamu gak mau kasi aku cium selamat malam"


"Astaga Adam kamu apa-apaan sih gak malu apa? "


"Ckk, untuk apa malu depan dia"


Adam hanya bisa cemberut melihat Maira justru menggelang kepala nya tanda tak setuju dengan keinginan Adam.


"Mas Haris terimakasih ya sudah mengantar saya pulang, hati-hati nyetir nya tolong anterin pulang kang sosor ini dengan selamat ya"


"Sayang kenapa kamu malah panggil haris dengan Mas, aku kamu panggil nama" ucapnya masih sambil cemberut.


Haris hanya tersenyum membalas ucapan Maira. Tapi justru dia menggeleng kepala melihat tingkah sok manja bos nya itu. Rasanya ingin muntah melihat tingkah tak biasa dari seorang Adam yang super cuek dan dingin.


Maira yang melihat kekasih nya itu hanya tersenyum sambil keluar dari mobil dan melambai kan tangan.


"Haa apa-apaan dia hanya melambaikan tangan tanpa mengucap kan selamat malam"


Sambil bersungut Adam pun keluar dari mobil dan berpindah duduk di depan.


Kali ini perpisahan antara Maira dan Adam tak ada drama nyosor dari Adam karena ada Haris.


Setelah memastikan Maira sudah masuk dengan aman, adam pun menyuruh Haris kembail menyetir menuju aparteman nya.


Sepanjang perjalanan Adam hanya diam masih kesal dengan Maira. Tiba-tiba ponsel nya berbunyi ada pesan masuk dari Maira.


"Selamat malam dan selamat tidur kekasih ku"


Adam hanya tersenyum melihat ucapan dari Maira. Adam pun kembali melempar pandangn nya keluar jendela mobil. Sambil menopang dagu nya.


"Bos... Emm apa kau ingin menikah kembali?"

__ADS_1


"Eemmm.. Ya kalau dia mau, aku berharap kali ini yang terakhir, aku hanya ingin memiliki rumah untuk pulang"


Haris hanya mengangguk dia mengerti perasaan bos nya itu. Perjalanan hidup seorang Adam memang tidak mudah walaupun dia anak dari seorang pengusaha kaya. Tapi Adam sudah di ajarkan berbisnis sejak dini ikut mengurus perusahaan sejak sekolah menengah pertama, itu yang di dengar oleh Haris. Didikan dari sang daddy tidak pernah memanjakan dia denga harta belum lagi dia sudah di tinggal ibu kandung sejak kecil hampir 6 tahun dia tidak pernah mendapat kan kasih sayang seorang ibu sampai pada akhir nya sang daddy membawa ibu sambung yang baik hati rela memberi dan merawat Adam dengn penuh cinta yang tulus. Nyonya Defne. Dan saat selesai kuliah Adam baru dapat tau keberadaan sang mama kandung.


Malam pun berlalu. Berganti hari kini telah pagi menjelang siang di kediaman orang tua Maira.


Hari ini Maira berniat ingin menjemput anak-anak nya pulang dari rumah mantan suami nya. Tapi justru ibu nya menyampaikan pesan. Kalau ayah anak-anak nya yang akan mengantar pulang.


Setelah sarapan Maira pun ingin melakukan perawatan diri. Dia menelfon spa langganan nya untuk melakukan treatment di rumah.


Selagi menunggu terapist spa datang Maira duduk di taman belakang rumah nya.


"Kamu tadi malam kabur dari rumah kok enggak kabari ibu ra"


Suara buk Dini membuyarkan lamunan Maira yang sedang duduk di bangku taman.


"Kabur tu gak pulang buk, ini kan Maira pulang, lagian ibuk lagi berduan sama bapak di kamar, Maira gak mau ganggu"


"Dih alesan aja kamu " sambil mukul lengan Maira.


"Auh buk sakit" Maira mengusap lengan nya.


"Ya buk entar ya dia masih sibuk buk, nanti kalau dia udah santai Maira ajakkin ke sini"


"Ra... Kamu jangan lama-lama pacaran nya, nanti malah bosan lagi"


"Tapi buk Maira kan butuh waktu liat serius ny Adam, nanti buru malah kayak yang udah" Maira sambil mendelik ke ibu nya yang sibuk menyemprot tanaman.


Ibu Dini pun jadi tak enak hati. " ya sudah tapi ibu kasi saran aja, oh ya ra kamu gak usah balik lagi la kerumah kamu ya, tinggal di sini aj, sepi ibuk kalau kamu sama cucu-cucu ibuk gak ada"


"Kasin buk rumah gak ke urus malah"


"Ya dah kamu sewain aja ra"


"Haa sewain gak lah buk nanti malah tambah rusak rumah Maira banyak tangan"


"Ya udah terserah kamu tapi kamu tinggal di sini aja ya, lagian rumah ini besar Ra sepi kalau cuma tinggal ibu sama bapak aja, adek kamu enggak pernah di rumah" delik buk Dini sambil monyongkan bibir nya ke arah Rafif yang datang bergabung duduk di samping kakak nya Maira.


"Loh kok aku di bawa-bawa buk" Rafif sambil jeling ke ibuk nya.

__ADS_1


"Tumben kamu di rumah?"


"Aku lagi gak ada kegiatan kak di kampus"


"Emang kegiatan apa sih tiap hari minggu kamu di kampus? Atau jangan-jangan kamu pa... ?"


"Gak usah mikir yang aneh la kak, aku tu ketua BEM kak jadi kalau ada kegiatan anak-anak kampus aku harus ada"


"Ya dah buk suruh aja rafif nikah mana tau ada istri, dia gak kelayapan dan kasi cucu-cucu ke ibu lagi jadi biar gak kesepian"


"Ihh kok jadi aku sih, aku masih kuliah kak, kerja juga belum ada, lagian kenapa juga ibuk kesepian? Tu burung-burung bapak kan tiap hari tiap saat bersuara buk, masak iya ibu kesepian" Rafif mulai kesel kenapa juga dia gabung sama dua wanita kesayangan di rumah nya ini.


"Is kamu kalau ngelawak gak lucu" buk Dini.


"Eeh siapa juga yang ngelawak, ibu gak liat di samping peliharaan bapak dah kayak apa banyak nya, coba dech sekali-sekali ibu main sama piaran bapak pasti seru"


"Ogah ya, ibu gk mau nanti ibuk malah di patok lagi"


Hahaha...Yach, kalau bapak yang matok gak apa-apa" Maira.


"Ya itu kan lain cerita, eh kamu ya kok malah ngebahas kemana-mana sih"


"Hahahha, lagian ibuk lucu rumah dah kayak kebun angry bird aja masih bilang rumah sepi"


"Dah ahhk, gak usah bahas burung-burung lagi, tuh ada yang datang, nugroho kali ya nganterin anak-anak?"


"Bukan buk Maira tadi panggil terapist spa buat massage di rumah buk, ya dah Maira masuk dulu, tu buk jangan lupa selesai nyiram tanaman ibuk nyamperin piaran bapak... Hahaha"


"Uuuhh kamu " kesel buk Dini sambil nyemprot Maira pake selang air. Maira pun lari masuk ke dalam.


"Buuuuuukkk aku yang kena " rutuk Rafif.


"Kan kamu belum mandi, udah sana mandi"


Begitu la obrolan ibu dan anak-anak kesayangan nya. Sebenarnya rumah orang tua Maira cukup besar dengan kamar 6 berlantai dua dan memiliki halaman yang cukup luas. Sebenar nya pak Rasyd sengaja buat rumah besar dengan harapan kelak anak mantu dan cucu-cucu nya tinggal bersama. Tapi ketika Maira menikah justru Nugroho membawa Maira ke rumah baru mereka hadiah dari orang tua Nugroho. Dan setelah bercerai Maira malah ingin mandiri dengan beli rumha baru.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2