
Tiba di mansion adam dan Maira pun mengumukan kehamilan Maira kepada buk Dini dan Mama Sarah. Kedua ibu itu pun bahagia mama Sarah menetes kan air mata karena dia bahagia akan mendapat kan cucu dari anak nya. Tak terkecuali kedua anak Maira mereka sangat antusias bahkan perut mami nya di usap terus menerus.
Kini Maira tertidur setelah tadi berhasil makan dengan lahap sop buntut.
Dengan tenang Adam mengelus rambut Maira. Bahagia terpancar dari wajah Adam. Maira istirahat di kamar tamu bawah. Dia tak ingin naik ke atas. Adam pun membiar kan nya.
Setelah memastikan Maira tertidur dengan pulas Adam pun mencium perut Maira.
"Anak daddy sayang jangan buat mami sedih ya, jangan rewel kasian mami harus menderita, daddy sayang kalian berdua". Bisik nya lalu mencium nya lagi berulang kali.
Saat sedang asik ponsel Adma kembali bergetar kali ini sebuah pesan gambar terkirim. Lusia mengirim foto makanan kesukaan Adam steik ala Lusia yang dulu pernah dia masak kan untuk Adam.
Adam mengehela nafas panjang. Dengan pelan dia keluar dari kamar dan meminta Ika dan Dinda untuk mengawasi Maira takut sewaktu-waktu terbangun dan ingin muntah.
Adam naik ke atas dan masuk keruang kerja nya. Dia kembali membuka ponsel nya.
Deretan pesan masuk dari Lusia di baca Adam. Sejujur nya Adam sedikit terganggu. Tapi bagaimana pun sekarang Lusia membutuh kan bantuan nya. Dia sungguh tak tega melihat wanita yang dulu pernah sangat dia cintai dan selalu menghiasi hari-hari nya dengan bahagia dalam kesulitan.
Adam teringat saat mereka kuliah dulu. Saat pertama kali bertemu dengan Lusia tanpa sengaja. Saat itu Lusia sedang di kejar oleh mantan kekasih nya dan bersembunyi di perpustakaan dan masuk ke bawah meja dekat Adam. Saat itu Adam yang sedang membaca buku pun terkejut melihat Lusia menunduk dan menangis ketakutan.
Adam tau ada pria yang masuk dengan pandangan mencari seseorang. Sementara Lusia memohon kepada Adam untuk tidak mengatakan kalau dia ada di sana.
Adam pun iba dia menggeser kan tas nya untuk menutupi tubuh Lusia. Saat pria itu berjalan ke arah nya Adam langsung menggeser kan kursi nya dan berhasil membuat persembunyian Lusia tertutupi.
Dari sana bermula cerita cinta mereka. Hari-hari mereka habis kan berdua tidak hanya di kampus bahkan dia apartemen Adam. Dengan kecantikan nya Lusia berhasil membuat Adam muda jatuh cinta dengan cara nya.
Setiap hari Lusia memasak makanan untuk Adam bahkan Lusia tidak segan menginap di sana dan sekamar berdua dengan Adam. Adam benar-benar terbuai dengan rayuan Lusia hingga dia menerima keadaan Lusia yang sudah terjamah oleh mantan kekasih nya.
Enam bulan dekat dan makin mesra, Adam dan Lusia memutus kan untuk tinggal bersama. Karena tinggal di luar, pergaulan tidak ada yang mengawasi, mereka pun bebas tinggal bersama selama setahun.
__ADS_1
Namun hubungan mereka harus kandas lantaran tidak mendapat persetujuan kedua orang tua mereka.
Lusia pun di jodoh kan oleh orang tua nya sedang kan Adam di marah habis-habisan oleh tuan Zein. Dan tuan Zein menarik Adam kembali ke singapur. Keterpurukan Adam makin menjadi setelah berkali-kali kehilangan cinta.
Kehilangan cinta pertama. Gagal menemukan wanita pandangan pertama dan runtuh nya pernikahan pertama nya.
Dan berakhir menata hati di Indonesia dan bertemu kembali dengan wanita yang berhasil membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan pernikahan kedua. MAIRA.
Yang kini menjadi istri nya dan saat ini sedang mengandung anak nya.
Adam meraup wajah nya. Berfikir sejenak. Dia merasa iba dan tak tega melihat pesan memohon dari Lusia untuk dia datang. Adam pun memutus kan pergi ke apartemen nya dan menemui Lusia sebentar.
Entah lah apa yang ada di benak nya. Tidak dia hanya berfikir membantu Lusia tidak lebih, saat ini Lusia tidak memiliki siapapun di sini hanya dia lah yang menjadi penolong Lusia.
Setelah berpamitan dengan ibu mertua nya dengan alasan ada urusan sebentar Adam pun pergi meninggal kan mansion.
Sebelum sampai ke apartemen nya Adam singgah ke swalayan membeli semua kebutuhan dan stok makanan untuk Lusia dan anak nya.
Adam kembali menyetir mobil keluar dari halaman swalayan saat itu juga mobil Jaffa masuk ke halaman swalayan. Terlihat sangat jelas wajah Adam karena dia belum menutup kaca jendela mobil nya.
"Mas bukan nya itu pak Adam?".
"Iya sayang, tumben dia sendirian dan mau kemana dia?".
"Mungkin lagi nyari barang kali,ya udah yuk parkir".
Jaffa mengerut kan kening nya. Ini jauh dari mansion. Jaffa sedikit menaruh curiga.
"Kenapa dia belanja cukup jauh dari mansion nya. Kalau dia pulang ke mansion kenapa ke arah berlawanan, sungguh mencuriga kan". Gumam Jaffa.
__ADS_1
Jaffa jelas tau hanya saja dia masih menduga nya. Jaffa takut Adam larut dengan masa lalu nya. Jaffa tau semua tentang Adam dan kisah nya dengan Lusia. Apa lagi sekarang Lusia ada di sini.
Sepanjang menemani Liya belanja Jaffa tidak fokus dia masih berfikir tentang Adam tadi. Karena tidak fokus Jaffa terus mendorong kereta belanja bahkan dia tak menyadari kalau istri nya berhenti di rak sabun. Liya yang melihat tingkah suami nya menaik kan alis nya dan menarik baju suami nya.
"Mas kenapa sih? Lagi mikirin apa? Ih orang berhenti dia malah nyosor aja maju".
"Eeh sory sayang hihihi aku kira kamu di depan tadi".
"Mas, jangan buat aku mencurigai kamu ya, bilang lagi mikirin apa hah?". Liya sudah memicing kan mata nya dan meletak kan tangan di pinggang.
"Istri ku yang cantik jelita ayo lanjutin lagi ya belanja nya? Curiga apa sih, suami udah setia begini kok di curigain". Jaffa mengeluar kan jurus rayuan plus ciuman di pipi Liya agar istri nya tak banyak tanya lagi.
Lagi jiwa penasaran Jaffa meronta. Saat sedang mengantri di kasir dia mengirim pesan menanya kan keberadaan Adam. Namun tak ada balasan dari Adam. Malah ponsel nya tidak aktif.
Kecurigaan Jaffa makin kuat. Bukan Jaffa nama nya kalau tidak banyak akal dengan tidak sabar dia gelisah menunggu semua barang belanjaan selesai di hitung.
Setelah membayar Jaffa pun mengangkat semua belanjaan ke mobil. Setelah memastikan semua aman dan istri nya sudah duduk manis di mobil, Jaffa pun mengambil ponsel nya.
Hallo.
"Aku akan mengirim nomor plat mobil xxx di apartemen xx, cek keberadaan sekarang?".
Begitu lah perintah nya. Liya yang mendengar pun mengerut kan kening nya. Terlihat wajah Jaffa sangat serius.
"Mas ada apa?".
"Jangan sekarang, nanti kita bahas, ini bukan masalah kita oke, please".
Jaffa dengan tegas menatap Liya untuk tidak bertanya lagi. Kalau Jaffa sudah mengeluar kan wajah mafia nya Liya paham pasti ada yang serius. Jujur dia penasaran tapi suami nya sudah mengode untuk tidak membahas nya sekarang. Liya pun hanya diam.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁