
Setelah menikmati makan malam romantis Jaffa melajukan mobil nya mengantar Iliyana pulang. Samapai di depan kosan Ilyana kedua nya msih betah berada di dalam mobil.
"Sayang yang aku bilang tadi serius ya untuk nemuin orang tua kamu".
"Iya mas aku tau, kapan kamu mau kesana?".
"Nanti kalau Adam udah selesai cuti nya kita ke kampung orang tua kamu ya".
"Oke oke, nanti aku izin dari kantor".
"Ya udah masuk la udah malam istirahat"
"Iya mas terimakasih ya untuk makan malam nya".
Jaffa pun tersenyum dan mencium kening Iliyana. Kedua nya tersipu malu. Terutama Iliyana yang sudah merona.
...........
Jam alarm pun berbunyi Maira segera bangun. Mengerjap kan mata dan mengumpul kan kesadaran nya, perlahan beringsut turun dan masuk ke kamar mandi. Setelah membersih kan diri. Maira sibuk dengan kegiatan nya di kamar.
"Sayang kamu udah bangun".
"Iya kok kamu bangun masih pagi ini mas".
"Aku hari ini ke kantor sayang, ada yang harus aku kerjakan".
"Oke, mas kamu nanti ke rumah sakit jam berapa?".
"Kenapa kamu mau kesana?".
"Iya mas".
"Ya udah nanti kamu pergi nya di jemput sama Malik aja".
"Gak usah mas biar aku bawa mobil aja".
"Gak usah sayang, nurut ya oke". Membelai wajah istri nya dan berlalu ke kamar mandi".
"Okee". Maira pasrah.
Setelah menyiap kan baju-baju untuk suami nya ke kantor. Maira keluar menuju kamar anak nya. Dia juga melihat jadwal pelajaran Zidan dan memeriksa tas dan buku-buku anak nya.
Saat ini Maira punya banyak waktu. Dia ingin benar-benar fokus mengurus suami dan anak-anak nya. Menyiap kan semua kebutuhan mereka.
__ADS_1
"Zidan bangun sayang, mandi ya?".
Setelah menyiap kan Zidan dan tas sekolah nya. Kini dia beralih ke kamar Zeyra. Gadis kecil itu tidur dengan Anum. Tapi mbak Anum sudah bangun dan sekarang ada di dapur.
Maira juga menyiap kan baju Zeyra dan membereskan mainan yang berserak. Dia tersenyum melihat anak nya masih terlelap.
"Mas kamu udah selesai?".
"Sini aku pasangin".
"Sayang, kalau kita pindah apa kamu keberatan?".
"Tidak, memang nya kita pindah kemana?".
"Aku akan mencari kan rumah yang cocok dengan kita dan anak-anak juga".
"Baik la mas aku ikut saja".
Adam dan Maira pun sudah duduk di meja makan melayani anak dan suami nya sarapan.
Maira mengantar Adam dan Zidan di depan rumah. Hari ini peran sebagai ayah sambung di lakukan Adam mengantar anak nya ke sekolah.
"Sayang nanti telfon ya kalau udah siap biar di jemput sama Malik".
"Iya mas".
"Dah sayang".
"Bye mi".
"Hati-hati ya".
Setelah bayangan mobil suami nya tak terlihat Maira kembali masuk. Ya seperti dejavu hanya beda nya dulu setelah mengentar kepergian suami nya Maira juga pergi kerja dengan mobil nya sendiri.
Tapi kali ini dia benar-benar menjadi istri yang setia di rumah mengurus semua urusan suami dan anak-anak nya.
...........
Adam sampai di kantor sedikit lebih lama. Karena tadi dia menyempat kan diri untuk melihat rumah yang dia beli, yang di rekomendasi kan oleh Lani sekretaris nya.
"Malik kita ke perumahan ini?".
Dia menunjukkan alamat perumahan mewah sangat mewah bahkan untuk ukuran kelas konglomerat kelas atas. Benar-benar besar. Gerbang nya saja seluar gerbang mall.
__ADS_1
Di sebut apa? Mansion ya mansion lebih tepat nya.
Adam pun turun dari mobil di ikuti oleh Malik. Kalau Adam biasa saja, dia sudah terbiasa melihat rumah seperti ini bahkan rumah daddy sama mewah nya dari ini.
Tapi tidak dengan Malik. Dia benar-benar takjub bahkan sekarang mulut nya melengkung membulat. Dia tak menyangka Tuan nya bisa membuat istana sebagus dan sebesar ini.
Adam sedang berbicara dengan salah seorang yang bertanggung jawab dalam renovasi mansion nya.
Sebenar nya mansion nya baru dan sudah siap pakai pemilik pertama adalah orang Dubai. Tapi karena orang tua pemilik pertama sakit keras mereka tidak jadi pindah ke indonesia.
Rumah itu pun di jual dan jatuh ke tangan Adam. Adam merenovasi sebagian karena Adam kurang suka dengan warna nya makanya terjadi la beberapa perubahan begitu juga dengan interiornya. Adam lebih menyukai warna netral dan lembut, sementara orang Dubai mendominasi kan rumah nya dengan warna gold banyak sekali interios dengan warna gold.
Adam tau istri nya juga tidak terlalu menyukai warna yang mencolok terlihat dari rumah Maira yang lama. Adam sudah paham karakter istri nya.
Adam menyusuri setiap ruang mansion yang kini sudah menjadi milik nya. Tiba di kamar pribadi nya yang lebih besar dari kamar yang ada di mansion itu.
Di lantai 3 sendiri. Kamar nya begitu luas terdapat pintu menuju balkon dan ada taman mini di sana dengan pemandangan ke arah taman belakang yang luas. Taman itu sendiri ada kolam renang dan taman bermain dan juga ada halaman yang masih luas.
Setelah meminta agar renovasi selesai dengan cepat Adam pun berlalu menuju kantor.
"Pagi pak". Lani menyambut kedatangan bos nya karena Weli sekarang tengah rapat dengan Jaffa.
"Apa mereka masih rapat?". Adam masuk keruangan dan duduk di kursi kebesaran nya.
"Masih pak".
"Ada berkas yang harus aku periksa?".
"Ini pak, sebagaian ada di meja pak Jaffa pak".
"Ya sudah nanti kalau mereka sudah selesai rapat suruh ke sini".
"Baik pak, apa mau saya siap kan kopi?".
"Tidak usah".
"Saya permisi pak".
"Hemm".
Adam kembali sibuk dengan beberapa berkas yang di serah kan Lani.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.