Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kesibukan


__ADS_3

Di pagi yang sama di tempat berbeda.


Maira tak kalah sibuk nya mengurus keperluan suami dan anak-anak nya. Walau pun ada Anum dan pelayan lain tapi tetap saja Maira turun tangan soal anak-anak nya.


Setelah turun dari lantai tiga kamar nya. Maira segera pergi ke kamar Zidan dan Zeyra yang bersebelahan.


Zidan sudah bisa mengurus diri nya sendiri. Sementara Zeyra sekarang sudah masuk playgroup masih di urus Anum. Dan di bantu Dinda.


Zeyra sedikit cerewet. Dia tidak suka dengan Dinda karena menurut nya Dinda tak bisa mengikat rambut nya dengan rapi dan Dinda juga tidak pandai memaching kan baju-baju nya dengan aksesoris seperti pita atau ikat rambut.


Di mata nya Dinda selalu salah kadang hampir membuat kesabaran Maira hilang, namun Adam selalu mengingat kan untuk tidak marah kepada anak-anak nya.


Makanya dia memutus kan Anum dan Dinda khusus untuk melayani tingkah Zeyra yang cerewet ala anak-anak. Dia masih kecil tapi style fashion nya kalah mami nya.


Sementara di bawah bik Eva sudah memasak sarapan untuk semua orang di mansion dan di bantu Ika dan Wina yang juga bertugas bersih-bersih.


Anggota baru bertambah di mansion mewah itu. Mama Sarah juga tinggal di sana sejak keluar dari rumah sakit Maira dan Adam memutus kan membawa Mama Sarah pulang dan menyewa perawat untuk merawat nya.


Pagi ini mama Sarah seperti biasa masih mengguna kan kursi roda berjemur di taman belakang sambil di suapi sarapan. Mama Sarah masih belum bisa menggerak kan anggota tubuh nya dengan baik.


Berbicara saja masih susah. Dia hanya mengangguk atau menggeleng ketika di ajak bicara atau tersenyum.


Maira dan Adam selalu memantau perkembangan mama Sarah. Setiap hari dokter di datangi untuk mendampingi mama Sarah terapi.


Adam sudah turun siap dengan baju kerja nya dan berjalan menuju ruang makan


"Sayang di mana?".


"Bentar mas". Maira masih di kamar Zidan.


"Sayang ayo turun sarapan, Zeyra udah selesai belum?".

__ADS_1


"Udah mami". Jawba nya dengan pelat.


Semua nya pun turun dan masuk ke ruang makan.


"Din tolong kasi Zeyra sarapan ya, Zidan ayo sarapan dulu".


"Sini mas aku pasangin dulu dasi kamu".


Maira pun sibuk mengurus suami nya sambil memperhati kan kedua anak nya. Adam tersenyum melihat wajah sibuk Maira.


"Sayang sudah la Zidan dan Zeyra udah anteng, jangan cemas gitu, rileks dikit wajah nya". Adam Setengah berbisik, kedua nya berdiri agak berjarak dari meja makan.


"Pusing liat Zeyra kenapa dia makin cerewet, kasian Anum sama Dinda kewalahan melayani nya mas". Raut sedih terlihat di wajah Maira.


Adam pun mengelus punggung belakang istrinya. "sudah lah nama nya juga anak-anak biasa itu, itu ada lah pertahanan diri dia sebagai wanita, kamu gak liat dia lagi nunjukin kalau dia paling cantik, dia takut tersaingi di sekolah, kan bagus itu nama nya power sayang, sudah la jangan di fikir kan". Adam tersenyum sambil mengedip kan mata.


"Cih kamu ngapain ngedipin mata kamu, kelilipan?".


"Gitu dong senyum pagi-pagi".


"Ya udah yuk sarapan".


Maira pun mengantar anak-anak dan suami nya di depan. Anak-anak nya di antar supir, Anum dan Dinda bertugas menemani sekalian belanja.


Setelah mobil kedua anak nya berlalu kini giliran suami nya. Maira menyalami punggung tangan suami nya dan Adam mencium kening Maira.


"Istirahat la, jangan di fikir kan tingkah anak-anak, di rumah ini udah banyak pelayan. Kamu cukup mengurus ku dan anak-anak kita jangan mengurus hal lain nya".


"Ya mas hari ini nemanin mama terapi, mungkin ibuk kesini entar siang".


"Ya sudah tapi ingat jangan ngerjain apa pun oke nyonya ku? cup". Adam mencium kembali kening istri nya.

__ADS_1


"Ma Adam berangkat kerja ya". Adam pamit ke mama Sarah yang ada di belakang mereka setelah selesai sarapan dan bejemur perawat membawa mama Sarah masuk dan ikut mengantar anak dan kedua anak Maira berangkat.


Mama Sarah hanya mengangguk sambil tersenyum. Setelah mobil Adam tidak terlihat lagi baru lah kedua nya masuk.


"Sus, sudah biar kan saya saja yang dorong, kamu sarapan gih sana".


"Baik buk".


"Ayo ma kita masuk".


"Ma, mama lelah?". Mama Sarah menggeleng.


"Hari ini mama terapi lagi ya?". Ia pun mengangguk.


Maira membawa mama Sarah ke ruang keluarga dan menyalakan televisi.


"Mama mau nonton apa?".


"Terserah saja". Pelan dan terbata-bata.


Maira tersenyum menatap mama mertua nya itu. Karena dia mendengar mama Sarah berucap walau belum jelas dan masih terbata.


"Latihan terus ma pelan-pelan nanti pasti lancar mama ngomong nya". Dengan lembut Maira mengelus tangan mama mertua nya. Dan di balas dengan senyuman.


Sejenak Maira bersantai di ruang Televisi menemani mama mertua nya sambil sesekali membuka ponsel nya.


Ya begitu la Maira dengan kehidupan rumah tangga nya. Hampir sebulan menjadi istri kesibukan nya hanya seputar rumah tangga nya.


Tak perlu bekerja kehidupan nya sudah berlimpah ruah dengan kemewahan dan cinta tentu nya dari Adam. Adam tidak hanya mencurah kan kasih sayang nya dan perhatian nya ke Maira tapi juga ke dua anak sambung nya dan juga orang tua Maira.


Di rumah orag tua Maira Adam sudah menggaji pekerja rumah jadi ibu Dini tak perlu repot dengan rumah kalau sewaktu-waktu menginap di mansion.

__ADS_1


__ADS_2