Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Jebakan


__ADS_3

Setelah mengakhiri percakapan nya Adam tersenyum mendengar peringatan calon istri nya itu. Sinyal kecemburuan dari Maira. Adam sangat senang mendengar nya.


Tok tok... "Masuk".


"Pagi dude".


"Hemm.."


"Sebentar lagi kita akan rapat".


"Apa mereka sudah di ruang rapat?".


"Belum semua". Sambil duduk di hadapan meja kebesaran Adam.


"Pagiii". Haris menyapa bos dan senior nya itu dan menyerah kan laporan pabrik.


Adam dan Haris tentu nya mengernyit kan dahi mereka melihat keramahan Haris. Mana pernah Haris seperti itu. Biasa nya selalu saja tegang dari raut wajah sampai tubuh dan suara nya.


"Heei ada apa dengan mu, tumben wajah tegang mu hilang pagi ini?". Adam


Seketika detik itu juga wajah Haris kembali menegang. Jaffa langsung menyipit kan mata nya, dia tahu dari mana sumber hilang nya raut tegang Haris itu.


"Aku tau... Pasti karena.. ".


"Sudah la aku akan ke ruang rapat". Dengan cepat dia memotong ucapan Jaffa agar tak menggosip yang tidak-tidak. Dia takut Adam akan memarahi nya dan Farasya. Apa lagi sudah dapat peringatan keras dari Adam.


"Heii adik kecil kenapa kabur aku belum selesai bicara". Haris pun berlalu keluar. Adam hanya menggeleng kepala nya.


Hening seketika.


Adam masih fokus dengan beberpa laporan pabrik. Sedangkan Jaffa membaca draft meeting. Tapi hanya sebagai pandangan dia saja, tapi fikiran nya fokus pada kejadian tadi pagi di aparteme nya. Dia berhasil membuat Iliyana menerima dia menjadi kekasih nya.


"Ada apa dengan kau Jaff? Apa Draft file meeting itu isi nya lucu".


"Tidak kenapa memang nya?".


"Wajah mu itu?".


"Ada apa lagi dengan wajah ku? Kau selalu saja mencela wajah ku?". Sambil memegang wajah nya.


"Aku yang akan menikah tapi kenapa kalian berdua yang terlihat bahagia".


"Aaa...hehehe...oh ya Dude, apa aku tidak ingin ada groomsman?".


"Ceekk.. Buat apa?".


"Iss kau itu tidak gaul sekali di mana-mana orang menikah pasti ada groomsmen dan bridesmaids nya, sudah la nanti aku bicarakan dengan Maira, dia pasti mau?".


Adam hanya menjeling Jaffa. Yang kembali senyum-senyum melihat draft meeting. "ada apa dengan otak mu hari ini, dapat fikiran konyol dari mana itu?".


"Dari artis-artis". Jawaban nya santai.


"Ya sudah terserah kau saja, aku mau ke ruang rapat. Kau masih mau senyum-senyum sendiri di sini?".

__ADS_1


Jaffa pun mengekori Adam menuju ruang rapat. Fikiran nya pagi ini memang sudah terisi Iliyana saja.


Flashback on.


Pukul 6.00 WIB di apartemen Jaffa.


Iliyana benar-benat larut dalam tidur nya. Mata nya seperti di beri obat tidur. Dia bahkan tidak sadar kalau diri nya sudah berpindah tidur di kamar Jaffa dan mendengkur indah di atas kasur empuk Jaffa.


Perlahan dia mengejap kan mata nya mengumpul kan kesadaran nya dari tidur. Begitu mendapat kan kesadaran nya dia pun melonjak kaget dan terbangun. Begitu ingin mengangkat tubuh nya, dia terkejut bukan main tubuh nya sudah di tindih tangan kekar Jaffa.


"Haa... Apa ini? Jadi sepanjang malam aku tidur di peluk dia?".


"Mas Jaffaaaaa.. Bangun".


"Eemm.. Ada apa?".


"Ada apa? Kenapa kita bisa tidur seranjang?".


"Kenapa? Apa lupa kejadian semalam?".


Jaffa dengan santai nya kembali memejam kan mata nya dan menarik tubuh Iliyana masuk dalam pelukan nya.


"Lepasin enggak? Aku teriak ya?".


"Ya ampun liya. Ini masih pagi bisa gak usah berisik, lagian mau teriak memang nya siapa yang mau dengar. Gak da tetangga di sini, udah la ayo tidur lagi".


"Enak aja tidur lagi. Aku mau pulang bentar lagi aku mau kerja".


"Ya nanti aku anterin kamu pulang".


"Auuuuhh...auuhh Liyaaa... Sakit kenapa di gigit sih, tega banget kamu sama pacar sendiri? Kemaren aku di cubit sekarang aku di gigit sampe ada bekas nya lagi".


"Bodo.. Lagian sejak kapan kita jadi sepasang kekasih?".


"Ya Tuhan kamu gak ingat semalam bilang kalau kita jadian? Gak ingat kamu gak mau di lepas dari pelukan ku".


"Enggak mungkin aku ngomong gitu, udah jelas-jelas aku kebangun tangah malam keluar kamar kamu udah ngorok di ruang tv".


"Iya terus kamu lupa kalau kamu ketiduran di sana? Terus kamu fikir siapa yang ngangkatin kamu ke sini? "Aa mas Jaffa peluk aku dong, iya kita jadian ya". Jaffa terus mengarang cerita nya dia hanya senang melihat wajah menggemas kan Iliyana.


"Ngaur kamu tu". Iliyana pun beringsut turun dari kasur.


"Ihh kamu tu ya belum apa-apa juga udah bucin, sampai tidur aja ngajakin aku".


"Sumpah ya lebay banget kamu tu ngarang nya". Dengan raut wajah kesal dia melempar Jaffa dengan bantal. Dam berlalu ke kamar mandi.


"Brakk... Terdengar pintu kamar mandi di tutup kasar oleh Iliyana. Jaffa hanya tersenyum puas melihat hiburan yang lucu dari wajah cantik seorang gadis.


Di dalam kamar mandi. Iliyana pun terus mendengus kesal ke Jaffa. "Pintar banget sih dia ngarang cerita, tapi kalau seandai nya benar aku ngigau nyebut nama dia, gimana dong".


"Aaaaaakk... Bego bego banget si Liya. Makanya kenapa gampang banget sii molor nya". Ratap nya.


Cukul lama dia di kamar mandi. Tiba-tiba terdengar suara Jaffa di balik pintu.

__ADS_1


"Baby kamu ngapain di dalam sana? Tidur ya?".


Cengklek... Pintu kamar mandi pun terbuka. Iliyana keluar. Jaffa yang berada di depan pintu kamar mandi menghadang nya.


"Minggir aku mau lewat?".


"Okee... Silakan baby".


"Ceekk... Iliyana mendelik kesal di panggil seperti itu.


"Oh ya tunggu aku ya biar aku yang antar kamu pulang, di meja ada roti sarapan la dulu, aku titip di buatin teh ya, jangan terlalu manis, karena manis ada di kamu". Ucap nya sambil berlalu ke kamar mandi.


"Iiiihhhkkk... Menyebal kan... Iliyana berlalu sambil mengehentak kaki nya.


"Kenapa ada roti? Kayak nya semalam gak ada? Apa mungkin dia yang beli? Aahh bodo".


Iliyana pun menyiap kan apa yang di minta Jaffa tadi walau kesal di goda tapi tidak dengan hati nya, sikap nya ngalir aja.


Maira sudah menghabis kan 2 roti tapi Jaffa belum juga keluar. " Duh udah jam berapa ini, bakalan telat nih".


Dia meraih ponsel nya. Membuka group chat nya. Tak ada pesan masuk. Perintah kerjaan yang urgent. Dia pun menarik nafas lega, seenggak nya kalau dia telat gak berasa dosa.


Yang di tunggu pun keluar sudah sangat rapi. Pakain kerja menempel sempurna di badan Jaffa yang jangkung. Kemeja hitam celana bahan abu-abu plus jas senada dengan celana.


Iliyana memandang nya tanpa kedip. Di dalam hati nya dia memuji kekasih jejadian nya itu. "eitt kekasih, sumpah Liya pikiran gila dari mana coba, dengan mudah nya loe luluh dengan ketampanan pria gila ini". Batin nya bermonolog sendiri.


"Jangan ngeliat aku terus, nanti gak bisa jauh-jauh lagi loh dari aku".


"Iss pede banget sih.. Udah yuk anter aku pulang nanti aku telat ke kantor".


"Sabar dong cinta ini teh baru seteguk. Aku lagi nikmatiin teh buatan kamu".


"Udah besok lagi aku buatin".


"Haaa serius kamu". Mata Jaffa membola senyum nya pun mengembang sempurna mendengar ucapan Iliyana.


Sementara gadis itu pun sudah merunduk malu-malu sambil menggigit bibir bawah nya dan berlalu meninggal kan Jaffa yang masih bengong. Aahh Iliyana mau aja pake malu-malu.


"Eehh tunggu dulu, tadi aku gak dengar kamu bilang apa?".


"Gak usah pura-pura budeg dech".


Jaffa benar-benar seperti menang Jackpot pagi ini. Walau tidak secara gamblang kata iya dari bibir mungil Iliyana tapi Iliyana juga tidak menolak keberadaan nya. Apa itu tadi pipi nya merah saat di meja makan tadi. Jaffa hanya tertawa dalam hati. Pagi ini cukup rasa nya dia menggoda Iliyana.


Sepanjangan perjalanan mengantar Iliyana pulang dan ke kantor. Jaffa hanya senyum tanpa menggoda gadis itu.


Dia sudah tidak sabar untuk menjemput gadis cantik itu pulang kerja nanti.


Flashback off.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2