Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Lega


__ADS_3

Bulan berlalu kandungan Maira memasuki usia lima bulan. Selama itu juga Maira selalu merasakan mual dan muntan di pagi hati.


Sering setelah itu dia akan menangis karema tidak kuat menahan rasa mual. Apa lagi setelah itu badan nya luruh dan lemas.


Pengobat nya hanya Adam. Biasa nya Adam akan berangkat ke kantor setelah Maira merasa tenang.


Belakangan Adam memang sering melewati urusan kantor bahkan terkadang dia harus bekerja dari rumah karena tidak tega meninggal kan Maira sendirian.


Sejak hamil tingkat manja Maira bertambah belum lagi sering nangis karena ngambek.


Ada aja yang buat dia sensitif hanya karena Adam pulang telad atau lama angakt telfon atau tidak bisa mendapat kan makanan yag dia ingin kan.


Seperti pagi ini.


Setelah mandi Maira pun muntah. Dengan langkah gontai dia keluar dari kamar mandi dan langsung merebah kan diri nya di tempat tidur.


Adam yang baru selesai berpakaian pun menghampiri Maira. Biasa nya dengan elusan Adam Maira akan merasakan sedikit tenang. Apa lagi kalau pagi begini janin nya sangat aktif.


"Mas berangkat la, ini udah jam berapa?".


"Sebentar lagi sayang, apa dia bergerak lagi?".


"Hemm, aku tidak tau kenapa siang dan malam dia begitu aktif mas? Apa dia main bola di dalam sana?".


Adam terkekeh mendengar nya. "Di bahagia sayang menjadi anak kita, dia begitu sayang sama mami nya sampai mengerjai mami nya begini? Apa masih lemes?".


"Iya mas, rasa nya sudah habis tenaga hanya untuk muntah?".


"Apa hari ini mau daddy di rumah aja sayang? Hemm?". Adam berbicara dengan perut Maira. Tapi tak ada pergerakan dari dalam sana.


"Dia tidak bergerak mas berarti dia suruh daddy nya kerja".


"Baik la daddy tidak akan kerja, daddy akan di rumah aja, tapi boy jangan berulah lagi kasian mami mu sudah seperti ini, sampai-sampai daddy harus puasa hampir lima bulan ini".


"Mas, apaan sih ngomong gitu ke anak, kan dia bisa dengar?".


"Cckkk... Dia harus mengerti sayang kebutuhan daddy nya, dia di dalam perut aja sudah bisa menyiksa daddy nya dan menguasai mami nya".


"Dia anak kamu mas, kenapa jadi iri sama anak sendiri sih, Kamu yakin gak ke kantor mas?".


"Ya sayang aku temanin kamu hari ini di rumah".


"Tapi mas, aku gak enak udah berapa hari kamu kerja di rumah".

__ADS_1


"Gak enak sama siapa sayang kantor itu milik ku sendiri, siapa yang mau marah".


"Iya iya, aku lupa kalau kamu bos nya".


"Sayang, apa masih tidak enak perut nya?".


"Sudah mendingan mas, kenapa mas?".


"Apa aku masih belum bisa menjenguk di dalam sana?".


"Entah la mas, aku tidak tau nanti kayak kemaren belum apa-apa aku mual dan muntah".


Adam menatap lembut Maira yang berbaring. Ya Adam sudah sering ingin menuntas kerinduan nya dengan Maira tapi saat sedang ingin eeh perut Maira kram terkadang malah mual dan langsung muntah.


Sampai Adam harus menahan hasrat nya sendiri dan terkadang menuntas nya sediri di kamar mandi.


Adam membelai wajah istri nya entah kenapa pagi ini hasrat nya kembali muncul ketika melihat aura Maira yang berbeda. Makin ke sini tubuh Maira makin berisi.


Maira tau suami nya sedang berhasrat tapi dia tidak ingin membuat Adam frustasi karena tidak bisa melakukan nya.


Maira dan Adam pun menaut kan bibir mereka. Tidak hanya tubuh, wajah Maira pun berisi. Bibir nya semakin menebal.


Adam dan Maira masih bercumbu Adam tak memaksa lebih dia tau kondisi istri nya yang tidak bisa di tebak hormon nya.


Cukup lama mereka saling bertaut dan saling melepas kan ketika sudah kehabisan nafas. Dengan wajah yang masih menempel dan nafas tersengal.


"Hemm sayang seperti nya aku kerja di rumah aja, aku merindu kan nya". Adam sudah menurun kan wajah nya ke dada Maira.


"Mas, shhh ah".


"Aku akan pelan-pelan sayang, please?".


"Ya mas, tapi kalau tiba-tiba mual bagaimana?".


Adam pun mengehentikan kegiatan nya. Dia mengangkat wajah nya dan pindah ke perut Maira.


"Sayang daddy please beri kesempatan daddy kali ini oke, berteman baik la nak". Adam pun mengecup perut Maira berulang kali.


"Mas baju kamu kusut nanti?".


"Biar kan sayang".


Adam sudah tidak bisa menahan nya lagi dengan pelan dia mengangkat tubuh Maira duduk di pangkuan nya.

__ADS_1


Mereka kembali bertaut. Adam mencoba memberikan rasa nyaman untuk Maira dengan tidak terburu-buru. Bercinta di pagi hari itu sangat menyenang kan bukan, apa lagi dengan kondisi istri sedang hamil ada tantangan tersendiri.


Maira pun merindukan nya terkadang ada hasrat nya untuk bercinta tapi dia harus mengurung nya kalau tiba-tiba mual kembali dia rasa kan.


Tapi pagi ini Adam begitu lembut membelai Maira. Perlahan agar Maira tidak merasa sakit. Apa lagi kondisi perut Maira sudah mulai membuncit.


Mereka berdua sudah saling melepas kan pakaian mereka. Dan sudah berkeringat. Hasrat yang tertahan berapa bulan ini seperti nya harus terbayar lunas pagi ini.


Adam pun tidak berangkat ke kantor. Kamar luas itu yang sepi suara-suara merdu kini bergema.


Sangat menikmati sekali. Tapi apa boleh buat hanya bisa menulis sebatas itu tidak bisa terlalu detail entar pihak NB protes guys.


...……......


Setelah selesai dan meluap kan semua kerinduan mereka. Maira kembali mual. Adam pun dengan cepat mengangkat Maira ke kamar mandi sekalin bersih-bersih.


Selesai muntah Adam membawa Maira berendam.


"Maaf kan aku sayang, aku tidak bisa menahan nya, apa masih mual?".


"Tidak mas, sudah berkurang?".


"Maafkan daddy sayang, daddy merindu kan mami mu? Kenapa kamu begitu pelit dengan daddy?".


"Mas, ih apaan sih? Apa kamu sudah tidak pusing lagi?".


"Masih sayang, lima bulan aku menahan nya ini baru sekali menuntas nya, masih kurang".


"Ampu lah mas, kayak mana nanti kalau aku habis lahiran, empat puluh hari gak boleh, belum lagi aku harus menyusui dua tahun".


"Cckkk... Apa selama itu tidak bisa di potong, menyusui nya bukan nya ada susu kaleng?".


"Mas, kamu mau anak kamu gak sehat, aku ingin asi eksklusif mas, kamu harus dukung aku, dukungan suami itu penting mas".


"Ya sayang aku becanda, aku bisa manahan nya untuk tidak menyentuh nya tapi tidak yang lain kan?".


"Udah la mas gak usah bahas yang beginian anak kamu bisa dengar, nanti dia protes lagi ini, aku udah lelah harus muntah lagi, ayo kita mandi aku lapar".


Adam dan Maira pun menyudahi mandi mereka. Sekarang mereka sudah berada di bawah untuk makan.


Mansion sepi karena kedua anak mereka sedang di rumah ayah nya. Karena ayah mereka sedang berulang tahun.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.


__ADS_2