Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Maira cemburu


__ADS_3

Kembali ke acara.


Adam masih sibuk melayani tamu-tamu yang hadir. Begitu juga dengan Jaffa dan Haris. Weli pun juga tak kalah sibuk menyapa beberapa klien perusahaan yang di kenal nya.


Sementara Maira tengah asyik ngobrol dengan nyonya Defne. Nyonya Defne pun mengenal kan Farasya ke Maira.


Cukup lama. Maira mulai merasa lapar. Dia mengitari pandangan nya mencari sosok Adam. Tapi sayang dia tak menemukan nya.


Lani yang memperhatikan Maira seperti sedang mencari seseorang memberanikan diri bertanya.


"mbak Maira udah makan?".


"Belum". Jawab Maira sambil menggeleng.


"Lani coba panggil pelayan itu, minta dia mengantar kan makanan ke sini, ibu juga lapar".


"Baik nyonya, nona Farasya juga mau?".


Farasha pun menangguk.


"Maira seperti nya Adam sedang sibuk melayani tamu kamu yang sabar ya".


"Ya bu". Maira pun tersenyum.


Benar kata ibu Adam, tamu-tamu yang datang bukan dari kalangan orang biasa-biasa. Wajar kalau banyak yang ingin berkenalan dengan kekasih tampan nya itu.


Saat dia asyik memandang sekeliling tiba-tiba saja dia melihat sesosok wanita yang dia kenal. Ya wanita yang dia liat saat di toilet restoran beberapa waktu lalu.


Maira terus memperhati kan gerak wanita itu. Benar dugaan Maira wanita itu pun menghampiri Adam yang tengah berdiri berbicara dengan beberapa tamu lain nya.


"Dia menyalami nya, cekk apa-apan pakai cium pipi segala tu lagi tangan pake di letak di pinggang, huuff dasar". Maira mulai panas hati membatin. Dengan segenap jiwa dia meneguk air putih yang ada di depan nya.


Dan plak gelas itu pun di letak kan secara kasar. Farasya yang melihat tingkah aneh dari calon kakak nya itu pun mengikuti arah pandangan mata Maira. Ya dia pun melihat Adam tengah berbicara dengan wanita cantik dam sexy. Sesekali mereka tertawa apa lagi saat ini Adam sedang mendekat kan wajag nya di samping telinga wanita itu. Wajar kalau calon kakak nya itu cemburu.


"Kak". Farasya memegang tangan Maira.


"Ya".


"Jangan takut, wanita itu bukan tipe kak Adam". Ucap ny sambil berbisik.


"Haa.. Hehe". Maira pun tersenyum kecut.


Makanan pun datang. Tapi Adam masih saja sibuk dengan para tamu. Maira hanya membolak-balik makanan saja.


"Tadi aja lapar kali ni perut tapi kenapa tiba-tiba aku tidak berselera gini" batin nya masih kesal dengan tingkah Adam tadi memegang pinggang wanita itu, sebenar nya biasa aja tapi entah kenapa hari ini tidak bisa berfikir positif, padahal biasa nya dia bisa santai aja.


Waktu makan pun berlalu. Maira benar-benar tidak berselera.


"Maira ibu lelah sekali, ibu tinggal ke kamar tidak apa-apa kan?".


Tidak apa-apa bu Maira juga mau ke meja teman Maira".


"Sya panggil Haris?".


"Ya bi".


Tidak lama Haris datang bersama Farasya.


"Haris aku mau ke kamar hotel, temani Farasya ya".


"Baik nyonya saya antar kan?".


"Tidak usah sudah kalian nikmati saja pesta nya".


"Hati-hati bu, apa sebaik nya di antar bu". Maira menawarkan diri lagi. Tapi nyonya Defne tetap menolak nya.

__ADS_1


Maira pun kembali duduk di temani Farasya dan haris. Lani sudah menghilang beberapa menit yang lalu.


"Ra.. ". Kevin menepuk pundak Maira.


"Ya mana Rey?".


"Ke toilet".


"Loe pulang bareng kita apa di antar Adam?".


"Sama kalian la kayak nya Adam lagi sibuk sama tamu-tamu nya". Sambil merengut.


"Santai lah, biasa kekasih loe itu pengusaha biasa pasti banyak yang ingin menyapa nya".


Haris yang mendengar nya pun iba. Ia dia juga tau dari tadi Maira di abaikan Adam karena sibuk melayani klien dan tamu undangan.


"Mau saya panggil kan?".


"Aa tidak usah biar kan saja".


"Sya kamu bosan gak".


Farasya pun menggelengkan kepala nya.


Menit pun berlalu.


"Eh vin kemana Rey lama banget ke toilet?".


"Entah, antre kali toilet nya".


Tidak lama yang di bicara kan datang.


"Loh Rey baju loe kenapa?".


"Terus kas kamu kemana?".


"Oh itu aku pinjamin ke... ".


"Lani? Kenapa dengan baju kamu?".


Haris melihat kedatangan Lani yang memakai jas. Maira, kevin dan Rey pun seremoak menoleh ke arah Lani.


"Aah ini pak Haris tadi saya... ".


"Itu tadi aku tidak sengaja menabrak nya di pintu masuk toilet. Baju nya sedikit robek tersangkut di kancing lengan jas ku". Jelas Rey sambil mengusap kening nya.


Semua yang ada di meja itu hanya ber oh ria.Sementara Rey dan Lani sudah salah tingkah.


Waktu pun berlalu. Satu persatu tamu undangan pun meninggal kan acara.


Adam yang sadar kalau sudah mengabaikan Maira berjalan mencari keberadaan Maira.


Melihat Maira yang tengah duduk. Adam dengan cepat memeluk pundak Maira dan sedikit berbisik.


"maaf sayang".


Maira pun medongak kan kepala nya. Dan tersenyum.


"Hampir saja loe di pecat jadi pacara dam, haha". Kevin terkekeh berhasil Maira cemberut.


Adam yang masih berdiri di samping Maira di kejut kan dengan panggilan seseorang.


"Tuan Adam?".


Iya".

__ADS_1


Adam menoleh ke arah suara ya wanita cantik sexy menghampiri Adam.


"Bisa bicara sebentar".


Adam mengangguk.


"Sebentar ya sayang". Bisik nya.


"Cekk apa lagi sih gak puas-puas apa dari tadi ufah ngobrol, hadeh". Maira memutar bibir nya.


"Wow sexy sekali? Kamu kenal ra?". Kevin melihat ke arah Adam dan Garcia.


"Enggak, baru juga ngeliat". Maira malas nanggepin kevin.


Maira benar-benar berada dalam mood tidak baik malam ini.


Waktu berlalu hampir semua tamu sudah pulang.


Kini tinggal Adam, Maira, Kevin, Rey dan Jaffa.


Weli dan Lani masih sibuk membereskan beberpa hal. Haris dan Farasya sudah menghilang mengajak gadis itu jalan-jalan dengan motor besar nya, sesaat setelah mendapat izin dari bibi nya.


"Dam sekali lagi selamat ya". Rey menepuk lengan Adam.


"Kalian mau pulang?".


"Iya ini si kunyuk ini lagi ada masalah".


"Masalah?".


"Aah tidak bukan masalah besar, biasa lah".


"Maira kamu antar pulang atau sama kita?".


"Gak usah biar aku antarin. By the way thanks ya udah barenng tadi sama Maira".


Saat mereka ingin berlalu. Weli dan Lani datang untuk izin pulang. Lani sudah tak betak memakai jas Rey karena baju nya robek.


Jaffa yang juga berada di situ melihat Lani dengan heran.


Lani kamu kenapa memakai jas?".


Adam pun menyadari juga menatap Lani.


"Aah tadi ada kecelakaan kecil baju saya robek pak".


"Oh ya sudah kalian pulang la ini sudah malam?". Titah Jaffa.


"Biar saya antar pulang?". Tawar Rey ke Lani.


"Aa gak usah pak, Saya numpang weli aja".


"Udah Lani enggak apa-apa, lagian juga baju kami robek kan gara-gara Rey". Seloroh Maira.


Ya lan gak apa-apa, biar aku gak muter jalan nya". Weli pun menimpali.


Lani yang asli nya gak enak harus repotin Rey akhir mya nyerah juga. Jadi la dia pulang di antar Rey.


Kini semua nya sudah meninggal kan hotel megah Adam.


Tinggal Maira yang masih cemberut dan diam di samping Adam. Adam yang paham hanya menyungging kan senyum nya.


🍁🍁🍁🍁


Witha.

__ADS_1


__ADS_2