
"Jaff, gimana kelanjutan resort yang hampir bangkrut itu? "
"Seperti nya nona Garcia berharap kalau Adam holding berinvestasi untuk menyelamat kan mereka dari kebangkrutan"
Lalu?"
"Aku rasa tidak masalah kalau kita mulai kontrak saham dengan mereka, sebenar nya mereka tidak terlalu bad dalam bisnis hanya saja hutang dari ayah nona garcia lah yang buat mereka goyah"
"Oke baik la adakan pertemuan dengan mereka untuk membahas selanjut nya"
"Oke baik lah, kita akhiri untuk hari ini, bonus kalian besok kau urus wel di bagian keuangan"
"Baik bos"
Setelah hampir 3 jam di kantor akhir nya mereka satu persatu meninggal kan Adam holding termasuk sang pimpinan yang sudah berada di rumah sakit menemui sang mama yang masih betah memejam kan mata nya.
Selama beberapa hari ini ia hanya memantau mama dari sang paman dan bibi nya.
Saat sampai di rumah sakit terlihat paman dan bibi nya ada di ruang tunggu di depan ICU.
"Paman bibi"
"Adam, kamu sudah sampai?"
"Ya paman maaf beberapa hari ini Adam tidak menjenguk mama"
"Tidak apa-apa Adam bibi mengerti kamu sibuk"
"Masuk la dulu jenguk mama kamu, saya sama bibik kamu tunggu di sini"
Adam pun mengangguk dan berlalu ke dalam.
Setelah beberapa saat menjenguk dan mengajak mama nya berkomunikasi Adam pun keluar dari ruang ICU dan menemui paman dam bibi nya.
"Bibi sama paman terimakasih ya selalu jaga mama, Adam mungkin beberapa hari nanti akan sibuk di kantor "
"Iya nak tidak apa-apa bibi tidak keberatan sama sekali, kamu juga jaga kesehatan ya"
"Oh ya Adam apa nanti peresmian hotel tuan Zein dan nyonya Defne akan datang?"
"Ya paman, kalau ibu pasti datang tapi kalau daddy belum tau pasti karena 2 hari lagi dia akan ke Dubai ada meeting di sana"
"Ya sudah, Adam kamu kalau ada apa-apa yang bisa paman sama bibi kamu bantu jangan sungkan ya, kami selalu ada"
"Terimakasih paman bibi, kalian sudah mau menjaga mama Adam sudah sangat terbantu"
Setelah berpamitan Adam pun kembali ke Apartemen.
............
Ke esokan hari nya. Di kediaman orang tua Maira.
__ADS_1
Maira yang tengah berada dalam kamar bersama anak laki-laki nya.
"Mi ?"
"Iya sayang"
Mami gak pergi-pergi lagi kan?"
"Enggak sayang, kan kemaren mami ada kerja, zidan sama zeyra seneng gak di rumah ayah?"
"Senang, ayah kemaren belikan mainan baru"
"Oh ya, seru dong"
Zidan pun mengangguk antusias.
"Sayang kalau kita pindah ke rumah oma zidan mau gak?"
"Mau tapi nanti mainan zidan di bawa ke sini kan mi?"
"Iya pasti dong, oke tapi zidan tetap harus bobok di kamar sendiri ya ?"
Zidan pun mengangguk tanda setuju.
"Mamiii... " Zeyra bangun sambil mengusap mata nya.
"Anak gadis mami sudah bangun, sini mami gendong"
Di sana sudah ada ibuk dan bapak nya, serta mbak Anum yang sibuk menyiap kan sarapan.
"Pak buk, Maira jadi pindah kesini"
"Benaran Ra?"
"Ya buk, besok Maira minta tolong Rafif buat angketin barang-barang yang penting aja"
"Ya Ra bapak juga setuju kalau kamu serumah lagi sama kita, lagi kasian juga cucu-cucu bapak harus bolak balik kamu titipin ke sini"
"Opa nanti zidan mau kamar sendiri"
"Oh ya zidan berani tidur sendiri?"
"Berani, tapi kamar nya di samping kamar om Rafif aja ya"
"Duh ni bocil, mau nya deket-deket pasti kamu mau mainin game om kan?"
Zidan pun hanya nyengir melihat om nya yang baru gabung untuk sarapan.
"Fif besok temanin kakak ya kerumah buat angketin barang"
"Siap bos"
__ADS_1
"Duh seneng ibuk dengar nya, jadi rumah kita gak sepi lagi pak"
Bapak hanya mengangguk membalas ocehan istrinya.
"Mbak Anum nanti titip Zeyra ya mandiin"
"Ya buk "
"Zidan sayang ayo habis kan sarapan nya, sebentar lagi kita berangkat"
"Mami zidan mau pergi sekolah nya sama om rafif aja pake motor"
"Duh sayang sama mami aja la"
"Ya dah la kak sekalian aja, lagian juga searah sama kampus aku"
Maira pun pasrah, anak nya lebih memilih sepeda motor adik nya dari pada di antar pakai mobil.
Eh ra kamu gak di jemput sama nak Adam?"
"Wihhiii sejak kapan kakak punya pacar"
Plakk... Maira memukul lengan adik nya.
"Auh sakit kak"
"Lagian kamu tu ya bisa gak usah jerit depan anak-anak bilang gitu"
"Emang aku bilang apa?"
"Sudah sudah, Rafif udah sana kamu berangkat sama Zidan nanti terlambat lagi sekolah nya"
"Iya buk, ayo cil kita berangkat sebelum singa meraung"
Maira hanya menjeling kesal melihat mulut adik nya kadang suka nyemplos.
Maira dan ibu nya pun mengantar Zidan Rafif ke depan. Maira masih melihat ke jalan arah sang anak dan adik nya.
Kamu mau berangkat jam berapa Ra?"
"Ibu Dini yang ada di samping Maira pun bertanya.
Bentar lagi buk" sambil masuk.
Maira pun melanjutkan sarapan nya sempat tertunda tadi. Setelah selesai Maira pun kembali ke atas buat mengambil tas dan laptop kerja nya. Hari ini dia memang tidak ada janji dengan Adam untuk di jemput kerja.
Beberapa saat setelah mendapat kan tas dan laptop nya Maira pun berpamitan dengan anak ke dua nya dan orang tua nya.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
__ADS_1
Witha.