Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kencan


__ADS_3

Tepat sore hari jam kerja maira pun usai. Maira bergegas turun setelah menerima pesan singkat dari Adam.


Adam sudah menunggu di parkiran. Maira pun berlari kecil menuju Adam.


"heii jangan berlari, berjalan la perlahan maira, nanti bisa saja kamu jatuh" khawatir Adak melihat tingkah maira.


Maira pun tersenyum senang melihat ke arah Adam. Sedangkan Adam sudah siap dengan membuka pintu mobil untuk maira masuk.


"Kamu terlihat sangat senang sekali, tidak seperti tadi pagi" adam melirik ke arah maira yang dari tadi terus tersenyum.


"adam mari kita berkencan sesungguh nya seperti pasangan muda lain nya" tiba-tiba saja maira bersuara.


"maksud kamu? bukan nya sekarang kita sedang berkencan" ucap Adam sambil menyatukan kedua alis nya.


" No.... Maksud ku aku, aku pengen merasakan kencan, duduk di taman sambil pegangan tangan, jalan di pasar malam, nonton ke bioskop atau mengunjungi wahana permainan atau mungkin kita pakai baju couple" pujuk maira.


Jelas konyol di pikiran Adam. Mana mungkin itu yang ada di pikiran Adam, Adam justru memikirkan kencan romantis berdua sambil berpegangan tangan di tempat yang hening dan jauh dari keramaian. Sedangkan permintaan maira ya Tuhan.... Dimana romantis nya.


" Adam kenapa kamu diam, kamu enggak mau kayak gitu" maira merengek.


"ckk gaya kencan kamu terdengar kuno maira, bukan umur kita seperti itu, tak bisa kah kita berada di tempat yang jauh dari keramaian dan tenang" sungut Adam.


Maiara memonyongkan bibir nya.


"aku hanya pengen kita bersenang-senang dan tidak kaku dan lagi pula dulu aku tidak pernah merasakan pacaran seperti itu bapak jelas melarang ku keluar kencan dengan pria, alih-alih aku ingin pacaran bapak malah menikah kan ku tanpa pacaran" maira curhat.


Ya maira memang menghabis kan waktu muda nya untuk pendidikan dan bekerja. Menikah pun maira di jodoh kan dan tak memiliki kesan seperti pasangan lain nya. Menikah dan langsung memiliki anak. Bukan berarti maira enggak pernah jalan-jalan sewaktu menikah dulu, tapi maira hanya ingin merasakan kencan yang berdebar-debar ketika di jemput, bergandengan tangan di tempat ramai ala - ala anak muda . kencan kayak gitu enggak masuk sama gaya nya Adam yang parlente dan sedikit sentuhan sangar. Tapi maira kekeh mau seperti itu.


" Lagian kamu mau kencan di tempat sepi hening jauh dari keramaian gak takut apa? Entar ada yang ke tiga" ucap maira santai.


"heeh.. yang ke tiga maksud kamu?" tanya adam heran.


"iya setan biasa ny kan gitu...hahahaha" tawa maira pecah mgeliat muka panik Adam.


" Bagus kan kalau mas setan itu gangguin kita lagi berduaan jadi biar cepat juga kita nikah" balas Adam tak kalah santai nya dan seenak nya.


"adaaaaammm...astaga pikiran kamu, jangan ngomong sembarangan nanti setan ny denger beneran, aku gak mau kayak gitu" pekik maira.

__ADS_1


Adam hanya tersenyum puas ngerjain maira.


"ra ra kamu itu, dah punya anak tapi menggemas kan kayak anak-anak, suami macam apa yang tega khianati kamu yang sepolos ini" batin Adam dalam hati sambil melirik mesra maira.


Seketika Adam melihat sebuah taman lengkap dengan orang jualan dan ada permainan anak- anak. Adam segera menepi dan memarkirkan mobil nya. Dia jelas masih ingat kata-kata maira kencan di taman


"kok kamu berhenti di sini, mau ngapain?" maira kaget.


"kata kamu mau kencan di taman. Ya itu kan taman, ayo sore ini kita lakukan kencan pertama kita di taman mumpung masih sore" ajak Adam.


"eh tapi tunggu dulu,masak iya kamu mau kencan pake jas gitu, gak lucu kan dam, makan kerak telor pake jas" oceh maira.


Adam yang hendak membuka pintu pun berhenti seketika.


"oke baik la" sambil melepasakan jas.


Adam pun menuruti semua kemauan maira. Ya wajah tampan dan gagah itu pun terlihat menyungging kan senyum, mencoba untuk membuat maira bahagia asal maira membalas cintanya.


Maira benar-benar bahagia tangan ny pun di genggaman Adam, sambil mengelilingi taman melihat lihat jualan di sekitar taman maira memutus kan membeli jajanan kerak telor.


Mereka pun duduk di bangku taman. Sambil menunggu abang-abang kerak telor meracik.


"ckk apa iya hanya dengan kencan murah seperti ini maira bisa terlihat bahagia, dia benar-benar aneh dan berbeda, kalau aku kencan dengan wanita di luar sana tau siapa yang di kencan nya mungkin sekarang mereka sudah meminta ku belaja barang-barang branded atau liburan mewah dan makan di restoran berbintang, tapi wanita di depan ku ini, apa dia tidak tau siapa aku sebenar nya" batin Adam masih heran melihat maira.


Saat Adam melamun tiba tiba maira menyodorkan sedikit kerak telor ke mulut Adam.


"aaaaaa..." maira membuka mulut ny untuk contohin Adam.


Adam pun membuka mulut nya dan memasuk kan makanan yang menurut nya sedikit aneh, ya Adam kan orang luar mana paham sama jajanan kaki lima terlegend di indonesia ini. Tapi demi maira dia menikmati nya.


"enak...?" tanya maira.


Adam hanya mengangguk. Sore ini Jadilah kencan ala maira duduk di taman sambil jajan dan gandengan.


Setelah puas maira pun mengajak Adam pulang.


Ya maira benar -benar bahagia.

__ADS_1


Sampai di depan rumah maira, masih di dalam mobil.


" Dam makasi banyak ya, hari ini kita kencan ala aku, next weekend kencan ala kamu ya, tadi rey ngajak ke kafe nya kevin yang baru, kamu mau kita ke sana?"


" ke kafe nya kevin dan ada rey? beda nya sama kencan di taman apa ra? Tetap aja ramai dan ada 2 orang jomblo itu" rutuk Adam.


"hahahaha jangan gitu lah,, kasian mereka, lagian kan di sana romantis ada live musik gitu terus tempat nya remang-remanh, kan ala-ala kamu misterius gitu. Lagian kan masih bisa gandengan kayak gini" maira tertawa sambil ngankat tangan nya yang sedari tadi di genggam Adam.


Adam masih masang muka kesal. Tapi tetap tidak bisa menolak ke inginan maira.


"oke baik la weekend kita ke kafe kevin" balas Adam.


"ya dah kamu pulang hati - hati ya" maira.


Adam mengangguk dan mendarat kan kecupan di kening maira. Seketika maira memaku mendapat ciuman mendadak. Jantung nya berdetak tak karuan dan pipi nya pun memanas mendapat aliran hangat dari bibi adam. Seketika itu juga wajah mereka saling dekat, mata mereka berdua saling adu, dan adam..... wajah adam semakin mendekat kini ujung hidung adam sudah ada di depan hidung maira. Nafas hangat adam pun berhasil menghipnotis maira.


Cup.. Adam langsung mendarat kan bibir nya di bibir maira. Maira pun melonjak kaget. Dia pun memukul lengan Adam.


"auuh kamu kenapa hobi sekali mukul tangan aku sih, apa salah tangan aku sayang" adam merungut.


"kenapa kamu cium bibir aku, ni kaca tembus pandang dari luar kalau ada yang ngeliat gimana?" geram maira.


"lagian tadi kamu kenapa masang wajah menggemas kan gitu, mana bisa aku tahan, ya dah besok aku suruh supir ganti kaca film nya yang gak tembus pandang biar aku bisa...."


Belum sempat Adam melanjutkan maira dah mencubit perut nya.


" Ya Tuhan ra kamu benar-benar melakukan kekerasan, heii badan ku lengan ku wajah ku, aku rawat bukan untuk melampiaskan kekerasan tapi untuk di elus ra" seloroh Adam.


"lagian kamu pikiran nya" kesal maira.


"ya normal dong kita ni sepasang kekasih, kalau aku ngelakuin ke pacar orang baru gak normal dan kamu baru bisa marah" gerutu Adam.


"ya dah aku masuk ya, nanti kalau udah sampai hubungi aku oke, kekasih ku, hati-hati ya bye.. " pamit maira.


Maira pun turun dari mobil sambil tersenyum mengingat apa yang terjadi di dalam mobil. Bibir Adam benar - benar bisa membuat maira bedebar tak menentu.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha


__ADS_2