Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Izin bapak


__ADS_3

Maira yang baru bangun dari tidur nya. Terkejut karena bunyi ponsel nya. Dia melirik jam di kamar nya.


"Ya Tuhan selama itu apa aku tidur, sudah sore ternyata" gumam nya. Maira meraih ponsel nya terlihat nama sang anak.


" Hallo ?"


Hallo Ra ini ibu, Ra kamu sudah pulang ke Jakarta?"


"Oh ya buk iya saya sudah di Jakarta, oh ya buk anak-anak enggak ngerepotin kan buk?"


"Aah enggak Ra, mereka senang di sini, oh ya Ra mumpung besok weekend apa mereka boleh menginap di sini? Biar ibuk enggak kesepian nanti hari minggu ibu sama nuggroho antar pulang"


Sebenar nya Maira juga merindukan anak-anaknya tapi ini permintaan orang tua mantan suami nya. Maira pun menghela nafas pelan.


" Ya buk boleh kalau memang tidak merepotkan ibuk, boleh Maira bicara sama Zidan buk?"


"Terimaksih ya Ra, sebentar ya"


Setelah berbicara dengan sang anak Maira pun turun karena perut nya lapar.


"Buk"


"Udah bangun kamu?"


"Ya buk maira lapar"


"Ibuk tadi mau bangunin kamu eh kamu nyenyak kali tidur nya"


"Kepala maira pusing tadi buk wakti turun dari pesawat, oh ya buk anak-anak masih nginap di rumah ayah nya tadi ibu mas nugroho minta izin"


"Oh ya, ibu baru saja mau ajak bapak jemput mereka, rumah sepi enggak mereka"

__ADS_1


"Ya ibuk mau gimana lagi, mereka punya 2 nenek dan kakek"


"Ya dah kata nya mau makan tu anum udah siapin"


"Ya buk, buk bapak mana?"


"Biasa lagi di kandang burung, tadi burung nya ada yang sakit, burung aja sakit panikan huh"


Maira hanya tertawa geli melihat ibu nya ngomel. Setelah makan Maira berniat nyamperin bapak nya yang ada di taman belkang rumah.


"Pak" panggil nya.


"Iya bapak di sini"


"Bapak ngapain?"


Maira melihat bapak nya sedang memindah kan beberapa burung ke sangkar yang baru.


"Bapak baru beli kandang baru, rafif katanya ada tugas kuliah"


Melihat anak nya duduk, pak Rasyd pun berhenti dari kegiatan nya.


"Gimana kerjaan kamu kemaren di Surabaya lancar?"


"Alhamdulillah lancar pak"


"Anak-anak gak di jemput?"


Maira menggelengkan kepala ny. Pak Rasyd pun paham berarti mantan menantu nya minta waktu bersama cucu-cucu nya.


"Eeem pak, Maira mau bicara sesuatu sama bapak"

__ADS_1


"Iya kenapa, bicara la Ra"


Pak Maira mau minta pendapat bapak, kalau Maira menikah lagi apa Bapak setuju?"


Maira gugup sebenar nya kalau berbicara serius seperti ini ke bapak nya. Tapi Maira harus tetap bicara karena bagaimana pun bapak nya adalah walinya bapak nya harus merestui dengan siapa Maira berhubungan.


Pak Rasyd pun memandang anak perempuan nya itu. Jujur sebenar nya dia ingin melihat anak nya bahagia, tapi setelah kejadian perceraian anak nya hati nya sangat hancur.


"Kamu sudah siap menikah lagi?"


"Belum sih pak, tapi Maira pingin serius aja sama Adam, kalau emang jodoh dari Tuhan ada ya Maira enggak nolak, tapi Maira pengen bapak restuin Maira sama Adam meskipun masih masih tahap sebatas pacaran gitu pak"


" Adam sendiri apa dia serius sama kamu?"


"Iya dia dah berapa kali ngelamar Maira, tapi entah lah Maira cuma gak mau terlalu cepat aja pak takut kecewa lagi"


"Ya sudah bapak hanya bisa mendukung kamu, kamu yang ngejalanin, kamu senang ya bapak senang, asal bisa jaga diri bapak restuin, menikah sekarang atau nanti itu keputusan kamu yang penting Adam nya serius sama kamu dan bisa nerima anak-anak kamu, bapak tidak masalah"


Maira tersenyum ada sedikit lega dalam hati nya, maklum dulu waktu mau izin deket sama cowok uhh bapak langsung teriak udah gak bakalan dapat izin. Walaupun sekarang Maira sudah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri tapi rasa hormat nya kepada cinta pertama nya tidak pernah berubah. Dia tetap harus mendengar kan pendapat bapak nya.


Maira pun mengahampiri bapak nya dia memeluk bapak nya sambil berucap.


"Makasi ya pak, Maira sayang sama bapak dan ibuk"


Anak dan bapak itu pun berpelukan haru.


"Nikmati la hidup mu nak bapak hanya menjaga mu dalam doa" bisik pak Rasyd.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dam comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2