Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Perkara kado


__ADS_3

Maira dan Adam pun kembali ke atas. Lelah sudah mendera. Tapi kedua nya tak bisa langsung menikmati waktu berdua.


Maira sudah membersih kan badan nya. Giliran Adam yang masuk ke kamar mandi. Tadi nya Adam ingin langsung mengajak istri nya istirahat tapi karena Zeyra kembali merengek dan ingin di gendong oleh Maira. Adam pun mengurung kan niat nya.


Saat ini Maira tengah mengelon Zeyra di kamar sebelah. Adam yang sudah mandi dan berpakaian menyusul Maira ke kamar anak nya.


"Apa dia belum tidur sayang?".


"Seperti nya sudah tapi belum sepenuh nya lelap".


"Kasian dia, apa panas nya masih?".


"Tidak lagi, obat dari dokter rumah sakit sangat ampuh".


Adam melihat Zidan yang sudah terlelap. Dia mengusap kepala Zidan dan mencium pucuk kepala Zidan dengan kasih sayang.


"Sesstttt... Maira pun perlahan melepas kan pelukan nya dan membaring kan Zeyra ke tempat tidur dengan perlahan. Gadis itu menggeliat tapi tetap terpejam.


Maira terus memastikan. Menunggu beberapa saat takut Zeyra terbangun. Setelah menunggu ternyata tidak ada lagi pergerakan. Maira pun turun dari kasur.


"Mbak Anum tidur la, istirhat".


"Kalau Zeyra terjaga. Telfon aja saya dari telfon kamar ya?".


"Ya buk".


Adam dan Maira pun berlalu dan masuk ke kamar mereka. Kini kedua sudah berada di kamar. Adam mengajak Maira shokat berjamaah. Walau pun Adam jarang melaksanakan sholat tapi sejak melihat Maira sholat perlahan dia mulai belajar sebelum nikah. Dia rajin mencari tau di google. Dengan sedikit ilmu nya dia memperdalam lagi setidak nya bisa jadi Imam buat istri nya. Walau Maira tak pernah bertanya. Tapi sudah jadi kewajiban nya.


Selesai sholat Maira mencium punggung tangan suami nya dan Adam mencium kening dan menyentuh nya denga lembut.


Maira menuju lemari dan mengganti pakaian tidur dress berbahan tipis. Dia beralih ke meja rias. Sedang melepas kan perhiasan nya.


Sedang kan Adam tengah mematikan lampu ruang depan kamar. Dan menutup gorden.


"Suami kuu.. " teriak Maira.


"Iya sayang ada apa?".


"Tolong buka kan pengait kalung ini, aku gerah memakai nya terlalu berat".


Adam pun segera datang dan menyibak rambut istri nya ke arah samping dagu Maira. Leher jenjang mulus Maira pun terekspos. Adam jelas menelan saliva nya.


Setelah melepas kan kalung nya. Adam pun menyingkir kan anak rambut Maira dengan hembusan nafas dari mulut nya. Seketika Maira meremang.


"Adaammm..." Sambil melepaskan anting nya.

__ADS_1


Adam pun meletak kan dagu nya di bahu Maira dan melingkar kan tangan nya sampai ke perut Maira.


"Apa malam ini tidak ada gangguan?".


"Maksud nya?".


"Tidak ada tamu yang datang kan sayang?".


"Oh.. Tidak aku lagi subur". Maira sudah berbalik menghadap ke suami nya. Dan mengalung kan tangan nya di leher Adam.


"Apa malam ini bisa aku minta hak ku".


Maira tersenyum. "Dam kamu sudah punya hak itu dari pagi tadi. Sudah jadi kewajiban ku memberi kan nya secara suke rela".


"Benar kah?". Maira mengangguk.


Cup... Adam mencium kening Maira dengan penuh cinta. " Terimakasih sayang". Sambil membelai rambut Maira.


"Untuk?".


"Semua nya dan hari ini, aku harap selama nya kita bersama saling mencintai".


"Itu juga jadi harapan ku". Mata mereka saling adu. Adam memajukan wajah nya kehadapan Maira ingin meraih bibir yang membuat nya candu itu. Manis dan menggairah kan.


Tiba-tiba saja bel kamar berbunyi. Adam dan Maira jelas menghentikan aksi mereka.


Adam membuka pintu nya. "Haris ada apa?".


"Tidak lihat aku membawa banyak kado, mau di letak di mana?".


"Kenapa kau tidak letak kan saja di kamar mu?".


"Enak saja ini bukan kado ku, jelas ini kado kalian harus nya sebelum kalian tidur ada ritual membuka kado". Sambil nyosor masuk ke dalam kamar sambil mendorong troli barang yang berisikan kado. Haris tidak sendiri dia bersama Farasya.


"Kak maaf mengganggu kalian, tadi bibi yang suruh mengantar ke sini".


"Ya sudah tidak apa-apa". Maira pun menengah kan keadaan.


"Apa kalian tidak buka kado seperti ritual malam pengantin?".


"Ritual ku tidak sama dengan ritual mu Haris, cepat la keluar dari kamar ku".


"Ckk ckk.... Ayo sya kita keluar, kasian kakak mu sudah lama puasa, kak Maira aku pamit".


"Ya makasi ya".

__ADS_1


"Pergi dan jangan datang lagi".


Pintu pun di tutup Adam dengan kesal. " apa dia bilang aku lama puasa, kalau dia sudah tau kenapa dia datang".


"Adam sudah la mereka hanya mengantar kado kita, lagi pula benar kata Haris, harus nya kita buka dulu kado-kado ini".


"Oh tidak sayang, jangan sama kan malam pengantin kita dengan pengantin di luar sana".


"Dam kado-kado ini penting dari tamu undangan mereka sudah susah payah membawa nya"


"Ya Tuhan sayang ada yang lebih penting dari kado itu". Adam menggending Maira.


"Aaak Adam pelan".


"Kau yang memaksa ku".


Hahaha.. Baik la ayo turun kan".


"Tidak akan". Adam langsung menjatuh kan tubuh Maira di tempat tidur.


"Adam jangan geli ahhh".


"Sayang apa kau tidak ingin mengganti panggilan ku lebih romantis lagi".


"Eeemmm... Panggil apa?".


"Sayang. Cinta. Hubby. Abi daddy, many more".


"Ya udah sayang aja. Yang lain tersengar alay".


"Alay?".


"Berlebihan".


"Sayang apa masih kepikiran Zeyra?".


"Sedikit hanya cemas takut panas nya kambuh".


"Hemmm.. Apa kau tidak mencemas kan ku?".


Maira menangkup wajah suami nya dengan kedua tangan nya. " apa yang harus aku cemas kan sayang? Suami ku ini sehat begini?".


I love you".


Love you to".

__ADS_1


Kedua nya sudah saling tatap-tatapan.


__ADS_2