Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Penasaran


__ADS_3

Flashback on


Pagi sepeninggalan Maira, adam pun meraih ponsel nya menghubungi malik.


"Malik bersiap la kita akan pulang ke Jakarta siang ini tapi sebelum itu antar kan aku ke mall ada yang harus aku beli"


"ya siap tuan saya siap kan mobil sekarang"


Akhir nya setelah beberapa saat Adam pun turun menuju parkiran lobby di mana Malik telah siap-siap.


"Kita ke mall tuan?"


Malik pun melirik jam.


"Masih jam sigini apa mall udah buka" batin Malik.


"Ya malik aku bilang kita ke mall" sungut Adam harus mengulang perintah.


Ragu-ragu malik pun bersuara.


"T tuan tapi ini masih jam 9 kurang toko-toko di mall sepertinya belum buka"


Malik pun melirik bos dari kaca spion depan.


"Hemm ya sudah kalau gitu kita cari toko bunga" adam pun bersuara.


"Ya baik tuan"


Setelah menyusuri jalan mengikuti petunjuk gps malik pun menemukan toko bunga yang di maksud oleh tuan nya.


"Tuan ini sudah sampai di toko bunga nya"


Adam pun turun dan melangkah masuk ke dalam toko bunga. Setelah bertanya bunga apa yang pantas untuk di berikan sebagai tanda maaf adam pun membayar dan berlalu dari toko tersebut kini mereka menuju mall yang tak jauh dari hotel.


Sesampai di mall, Malik benar toko-toko di mall baru saja berbenah untuk buka. Setelah menemuakn toko perhiasan Adam pun segera masuk dan mencari sesuatu yang cocok di kenakan oleh maira.


Malik yang mengekori Adam di belakang hanya bisa bergumam dalam hati dia tahu kalau tuan nya akan membeli hadiah untuk kekasih tuan ny.


"Selamt pagi bapak ada yang bisa kami bantu"


Pelayan toko menyambut kedatangan Adam.


"Ya saya ingin sesuatu yang simple tapi sempurna"


Pelayan itu pun diam sejenak lalu tersenyum.


"Baik pak untuk hadiah? Pasti untuk orang spesial ya pak? Bapak mau nya berbentuk apa? Cincin, kalung, Bracelet.... "


Sebelum pelayan tersebut menerus kan, sudah di potong adam.


"Saya ingin kalung"


"Baik pak"


Pelayan tersebut pun mengeluar kan beberpa koleksi kalung yang di maksud adam. Setelah memilih yang pas untuk Maira, Adam pun meninggal kan mall dan kembali ke hotel.


Malik yang melihat tingakah bos nya hanya tersenyum.


"Tuan apa semua ini untuk nona Maira?"


"Hemm"


"Wah beruntung nona Maira, tuan baik cakep tidak pelit lagi, pasti nona Maira bahagia di lamar sama tuan"

__ADS_1


"Sayang nya dia belum mau aku lamar malik"


Malik yang mendengar nya hanya mengkerut kan kening nya dan mengangkat bahu.


"Rumit sekali orang mendekati matang kalau pacaran, untung aku udah nikah" kekeh malik dalma hati.


Flashback off.


Surabaya.


Pagi ini maira dan Iliyana telah siap-siap untuk pulang. Mereka akan terbang ke jakarta siang ini.


Setelah mengemas semua baju-baju dan barang lain nya mereka pun turun menemu Rey yang sudah menunggu mereka di restoran hotel.


Di jam yang sama.


Di Jakarta.


Adam yang baru saja sampai di ruangan nya.


Tok tok...


Weli sang asisten masuk sambil membawa beberapa berkas.


"Bos ini ada berkas yang harus di tanda tangan"


Weli menyerah kan berkas-berkas di hadapan Adam.


"Kenapa sebanyak ini wel ?" Adam terkejut melihat berkas yang di serah kan asisten nya itu begitu banyak.


"Bos itu kan karena bos kemaren enggak masuk kantor?"


"aku tidak datang ke kantor cuma sehari, kenapa tak kau serah kan dari semalam?"


"Cekk apa semua ini harus aku tanda tangan dan periksa?"


"Ya la bos masa iya saya yang tanda tangan, perusahaan kan bos yang punya"


Weli pun santai menjawab nya, dia sudah tak tau lagi cara menghadapi bos nya yang sedikit emosian ini.


Adam yang mendengar jawaban Weli langsung melotot dan memberikan tatapan sinis.


Weli hanya tersenyum getir melihat sorotan mata bos nya.


"apa bos mau kopi?" Weli mencoba meredakan kekesalan bos nya.


"Hemm" Adam pun kembali menatap kertas yang menumpuk di hadapan nya.


Weli pun segera keluar dan menuju meja lani.


"Lan buatin bos kopi"


"Dih kenapa gak kamu aja"


"Ya ampun lan, kan biasa kamu yang buatin bos kopi entar kalau salah gimana habis la aku di semprot ama bos, ayo lah"


"Tugas ku di sini sebenar nya ap sih? Sekretaris ap OB?" sungut melani kesal.


"Dua-dua nya lan"


"Sialan lu"


Weli pun tertawa melihat lani kesal. Lani telah beranjak ke pantry kantor yang tak jauh dari ruangan mereka.

__ADS_1


Tidak lama terdengar bunyi lift, jaffa pun keluar dari lift.


"Apa bos sudah datang?" tanya nya kepada Weli.


"Sudah pak, ada di rungan nya"


Jaffa pun masuk ke ruangan Adam.


"Pagi dude, wow apa kau sedang bekerja bos?"


"Menurut mu"


Jaffa pun duduk di hadapan Adam.


"Lihat la ini" jaffa menyerah kan undangn untuk acara peresmian hotel.


Adam pun menghentikan kegiatan nya.


"apa semua sudah siap?"


"Sudah aku serah kan ke pihak EO untuk kelancaran acara, siang ini kita meeting dengan pihak EO untuk final rangakain acara nya ?"


" apa harus siang ini?"


" yes karena kau belum tahu detail acara nya, kalau ada yang masih kurang masih ada waktu untuk di rubah"


Adam pun menarik nafas perlahan. Dia tahu siang ini maira sampai di Jakarta tadi nya dia ingin menjemput maira, tapi seperti nya anak buah nya tak mengizinkan nya keluar dari kantor hari ini.


Jaffa yang melihat ada keraguan dari wajah Adam, dia pun penasaran


"Heiiii dam... Ada apa? Apa ada masalah?"


"Eem tidak, ya sudah nanti aku susul ke hotel, tapi setelah semua berkas sialan ni selesai"


"Ya Tuhan kau hanya tinggal menandatangani apa susah nya semua nya sudah di periksa oleh ku dan haris" jaffa mulai kesal biasa nya juga Adam gila kerja, tapi belakangan ini dia seperti tidak konsentrasi.


"Hem.. Aku pikir setelah pulang dari berinvestasi kau lebih bersemangat, ini malah jadi melemah, kenapa apa investasi mu kurang?" cela jaffa tanpa dosa.


Adam pun melempar nya dengan pena.


"Apa otak dan mulut mu itu tidak bisa bekerja dengan baik"


"Wohoo, calm down dude, dam apa tuan Zain dan nyonya Defne akan datang peresmain nanti?"


"aku belum menelfon mereka, nanti aku kabari daddy dulu baru ibu"


"Okee.. Emm 1 lagi apa kekasih mu akan datang?" jaffa mulai lagi, sebenar nya itu yang mau di tanya nya.


Adam pura-pura tak mendengar dan langsung kembali fokus pada kertas yang ada di hadapan nya.


"Baik la bos kalau begitu, aku pamit ke ruangan ku sampai jumpa nanti siang okee"


Saat jaffa beranjak, tiba-tiba suara Adam menyaut.


" iya aku akan mengajak nya" sambil berdehem seolah olah ada yang nyangkut di tenggorokan padah tidak ada.


Jaffa hanya tertawa sambil berlalu. Jaffa tau Adam bukan tipe yang suka main-main dengan wanita kalau dia sudah mengikuti kemana wanita itu pergi berarti dia sudah benar-benar jatuh cinta.


"Aku jadi penasaran, seperti apa wanita nya sampai dia jadi seperti itu" Jaffa membatin.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2