Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Permintaan


__ADS_3

"Boleh aku masuk pak Rey".


"Eh Ra ya masuk la, sejak kapan jadi sok sungkan gitu?".


"He he he... Sibuk?". Maira pun duduk di hadapan meja Rey.


"Gak Ra... Ada apa ni kayak nya serius, kalau enggak, gak mungkin naik kesini?. Masih sibuk dengan pena nya sambil melirik Maira.


Melihat wajah sahabat nya itu penuh dengan ragu-ragu Rey pun menghenti kan aktivitas nya.


"Oke kenapa Ra?.


"Gini Rey aku datang ke sini mau ngabari kalau minggu ini aku sama Adam akan menikah".


"Really, wah selamat dong Ra, akhir nya dapat jodoh lagi. Aku di langkah lagi dong". Hahaha.


"Apaan sih Rey, makanya jangan kerja mulu cari dong?".


"Kevin udah tau?".


"Belum, nanti aku mampir ke restoran nya".


"Apa yang bisa aku bantu sama kevin?. Dulu waktu kamu nikah yang pertama aku gak hadir, jadi kali ini aku harus hadir".


"Ya Rey harus dong hadir kalian, oh ya Rey ada satu lagi".


"Eemm apa tu?".


"Aku mau resign setelah nikah?".


Hening. Rey hanya mematung mendengar kabar resign Maira. Dia tak bisa mengahalang keputusan sahabat nya. Walau berat tapi dia tetap harus menghormati keputusan sahabat nya.


Dengan nafas panjang. " sedih Ra aku dengar nya tapi kayak mana pun juga aku harus menghormati keputusan kamu".


Setelah berdiskusi cukup panjang. Maira dapat cuti 2 minggu tapi Rey masih minta dia untuk datang setelah bercuti. Rey ingin dia memberi kan arahan kepada pengganti nya.


Maira pun menyetujui. Berat rasa nya harus berhenti. Tapi ini sudah jadi keputusan final Maira. Belajar dari pengalaman pernikahan pertama. Sama-sama sibuk bekerja Maira tidak memiliki waktu yang cukup buat mengurusi mantan suami nya dulu. Tapi dasar mantan suami nya aja yang keterlaluan sampai harus selingkuh.


Untuk sementara waktu Tiwi la yang mengambil alih pekerjaan Maira. Sedikit banyak Tiwi sudah banyak tau apa yang di kerjakan Maira. Sebenar nya antara Tiwi dan Liya. Lebih cekatan Liya tapi Tiwi lebih berpengalaman di kantor. Tapi keputusan ada di CEO mereka.


Jam hampir menunjuk kan jam pulang.


Adam masih saja sibuk dengan berbagai dokumen baik pabrik dan hotel nya. Dia juga sedang mengevaluasi semua produk-produk nya. Ada juga beberapa proposal investasi hotel. Di bantu Jaffa dan haris tentu nya.


Jaffa melirik jam di ponsel nya. Ternyata sebentar lagi jam pulang Iliyana. Dia pun melirik Adam masih fokus dengan dokumen nya.


"Hkeemm... " Dude apa kau tidak menjemput Maira?".


Adam pun menghentikan kegiatan nya dan melirik jam di meja nya.


Huhh.. Dia meraup wajah nya. "aku akan suruh Malik saja yang menjemput nya dan antar ke sini".


"Ohh no Dude bagaimana kalau aku saja, kebetulan aku ada urusan juga di sana?". Jaffa melihat Adam sambil menaik kan alis nya.


Adam menggeleng kepela nya dia benar-benar heran melihat tingkah direktur nya itu. " Ya sudah bawa dia dengan selamat sampai di sini?".


"Oke siap itu masalah kecil". Dia pun bergegas berdiri dan bersiul sambil berlalu. Bukan main senang mas Jaffa memang gak ada akhlak nya meninggal bos nya dengan tumpukan kertas.

__ADS_1


...........


Tiinnn..


Suara klakson mobil Jaffa mengejut kan Maira dan Iliyana yang sedang berdiri di depan lobby kantor.


"Haii calon kakak ipar dan calon istri, silakan masuk". Sapa nya tanpa dosa.


Maira tersenyum sedang kan Iliyana pengen nimpuk kepala Jaffa dengan kayu biar enteng dikit pikiran nya biar kalau ngomong pake filter.


"Oh ya Ra Adam masih sibuk jadi aku yang jemput".


"Oh ya, sekalian sama Iliyana?".


"Of course... Yuk masuk".


"Kak, kakak di depan aja?".


"Enggak dong kamu aja oke". Maira pun mendorong badan Iliyana dan membuka pintu depan mobil. Iliyana pun merungut.


"Hai cantik..." Goda Jaffa sedikit berbisik, gadis itu hanya mencebik kesal sambil memasang seatbelt.


Mobil Jaffa pun sudah bergerak jalan menyusuri jalan menuju kantor Adam.


"Oh ya Ra apa kau tidak butuh Braidsmaid dan groomsmen?".


"Eeemm... Mau sih tapi aku gak cukup banyak teman, oh ya Liya kamu mau? Biar buat lucu-lucuan aja".


"Boleh. ajak Tiwi juga kak".


Sepanjang jalan mereka membahas siapa-siapa saja yang akan nanti jadi braidsmaid dan groomsmen. Jaffa benar-benar top bisa dengan cepat mencair kan kedekatan dengan Maira dan Iliyana. Gadis yang di goda nya pun sudah sumringah lagi tadi aja dia kesal nya bukan main di goda Jaffa.


Tiba di kantor Adam Maira pun naik sendiri menggunakan lift khusus, untuk para para petinggi Adam Holding.


Sementara Jaffa sudah berlalu mengantar Iliyana pulang.


"Malam ini apa bisa ke apartemen ku?".


"Untuk?".


"Masak makan malam, pulang nanti aku pengen makan malam dengan mu".


"Mau di masakin apa?".


"Apa saja yang penting enak".


"Eemmm... ".


"Tidak keberatan kan?".


"Gak".


"Kalau gitu aku boleh minta sesuatu lagi?"


Iliyana pun langsung menolah, tanpa menjawab. Dia malas terjebak akal-akal nya Jaffa.


"Duhh, kenapa begitu ngeliat nya?". Jaffa hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

__ADS_1


Jaffa melaju kan mobil nya. Dia tak mau melanjutkan menggoda Iliyana. Takut mood nya berubah nanti gagal lagi makan malam. Gadis itu sudah menyetujui untuk datang ke Apartemen nya dan memasak.


Sampai di depan kosan Iliyana Jaffa menyerah kan card credit.


"Untuk apa?".


"Pakai la untuk belanja, oh ya aku sudah mengirim nomor pintu apartemen, dan satu lagi pakai taxi jangan pakai sepeda motor okee".


Iliyana jelas kaget di beri kartu kredit walau bukan black card tapi kartu itu unlimited.


"Baik la... Kalau gitu aku masuk dulu, hati-hati bawa mobil nya".


"Heemm... ".


Saat hendak turun Iliyana berhenti sesaat dan menoleh ke Jaffa. "Jangan terlalu lama pulang nya, aku tunggu".


Jaffa pun tersenyum. Kini mobil nya sudah berlalu.


Di kantor Adam. Maira sudah masuk ini untuk pertama kali nya dia datang ke kantor calon suami nya. Walau dia sudah kenal dengan Lani dan Weli tapi dia tetap sungkan untuk masuk.


Setelah menyapa Lani dan Weli. Maira pun berlalu dan masuk ke ruang kerja Adam. Terlihat Adam sibuk berkutat dengan banyak kertas dan di sana juga ada Haris.


"Sayang masuk la". Sapa nya sambil berdiri.


Tanpa aba-aba dia langsung. mencium kening Maira. "Adam ada Haris". Adam hanya menjeling ke Haris. Haris hanya tersenyum melihat Maira. Sementara Maira merasa tidak enak dengan kelakuan Adam.


"Santai la sayang, jangan malu-malu". Sambil menuntun Maira ke arah sofa.


"Dimana Jaffa?".


"Dia lagi ngantar Iliyana pulang".


"Aaaa.. Dia lagi gencara-gencar nya mendekati sekretaris Rey".


"Iya gappa la sayang. Mereka cocok. Oh ya sayang besok undangan nya udah jadi kan?".


"Seperti nya iya, besok kalau sudah selesai aku suruh Malik antar ke rumah ya?". Maira mengangguk.


"Sayang apa kamu sudah cuti?".


"Sudah, oh ya Dam... Rey minta aku untuk masuk dulu habis cuti. Dia belum nerima surat resign dari aku, dia masih minta 2 apa 3 hari saja buat aku mengarah kan beberapa kerjaan ke pengganti aku".


"Kenapa samapi berhari-hari sayang?".


"Dam?". Maira memegang lengan Adam dan menatap Adam memohon pengertian nya.


"Oke oke baik la sayang, sayang kamu tunggu di sini ya aku siapin dulu beberapa kontrak penting, aku suruh Weli untuk memesan cemilan dan minuman untuk kamu".


"Iya, ya udah sana lanjutin lagi kerja nya".


Maira pun duduk denga santai nya sambil memandang setiap sisi ruang kerja calon suami nya itu. Besar sangat besar.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.

__ADS_1


__ADS_2