Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Perasaan


__ADS_3

Beberapa menit sebelum Adam turun dari apartemen.


Saat mata mereka saling mengunci seolah mereka sedang berada di masa lalu. Lusia menikmati kesempatan ini dia masih terpesona dengan Adam bohong kalau dia tidak mengagumi Adam yang sekarang jauh lebih tampan dan berkharisma.


Wajah mereka sudah saling mendekat dan seakan wajah mereka ingin bertumpu dan detik itu juga seperti ada yang menyadari Adam.


Adam tersentak dengan cepat dia menarik wajah dan mendorong tubuh Lusia.


"Sory Lusia aku harap jangan seperti ini dan jangan menyalah arti kan bantuan dari ku".


Lusia pun terdiam sambil menggigit bibir bawah nya. Adam pun berbalik dan berlalu ke pintu. Dengan cepat Adam keluar.


Sepanjang jalan wajah Maira terbayang terus. Seolah merasa bersalah Adam tak berhenti mengutuk diri nya. Kenapa dia jadi lemah begitu.


Di apartemen Jaffa.


Liya masuk ke ruang kerja suami nya membawa minuman dan cemilan untuk suami tercinta.


"Mas ini aku bawain minuman dan cemilan".


"Iya sayang makasi ya".


Liya duduk di hadapan meja kerja Jaffa. Sedang kan Jaffa masih sibuk dengan ponsel nya. Dengan sedikit keberanian karena penasaran Liya pun bertanya.


"mas memang nya kalau aku boleh tau siapa yang di temui pak Adam di apartemen nya? Bukan nya itu apartemen milik nya?".


"Dia memberi tempat tinggal untuk mantan kekasih nya tepat nya mantan kekasih yang pernah serumah dengan nya sayang". Ucap Jaffa sambil meletak kan ponsel nya dan mengambil gelas berisikan air sirup buatan istri nya.


Penjelasan Jaffa berhasil membuat Liya membola dan membulat kan bibir nya. Dia benar-benar terkejut luar biasa.


"Apa kak Maira tau?".


"Aku rasa tidak sayang, aku tau Adam seperti apa, dia itu lemah kalau udah berurusan dengan perasaan. Kau tau apa yang membuat ku marah seperti ini, karena dia menolong wanita itu diam-diam. Tidak seharus nya dia memberi tempat tinggal apartemen pribadi milik nya, aku tidak akan khawatir kalau dia belum menikah tapi sekarang dia punya keluarga".

__ADS_1


"Tapi kenapa sekarang mantan nya sampai mencari nya dan minta tolong pak Adam mas?".


"Itu yang aku curigai, aku sudah menyuruh orang untuk menyelidiki nya sayang, kalau dia punya tujuan tertentu aku pasti kan aku sendiri yang akan menendang nya dari sini".


"Sayang jangan seperti itu".


"Itu lebih baik sayang dari pada dia berurusan dengan tuan Zein daddy Adam jauh lebih parah dari yang aku buat. Kau tau? Daddy Adam tidak menyukai Lusia, orang tua Lusia itu licik dia yang mengajar kan anak nya untuk mengejar anak orang kaya untuk kepentingan usaha nya, dan Adam hampir menjadi imbas nya untung daddy Adam cepat mengatasi nya karena dia punya koneksi di mana-mana. Saat orang tua Adam tau Lusia tinggal serumah dengan adam selama setahun Tuan Zein murka dan menyuruh Adam pulang ke singapur. Adam tau nya Lusia itu di jodoh kan oleh orang tua nya. Nyata nya tidak Lusia di jual oleh orang tua nya untuk kepentingan bisnis. Jadi aku tidak heran kenapa sekarang dia ada masalah seperti ini".


"Apa pak Adam tau latar belakang Lusia?".


"Tidak, sampai sekarang Daddy Adam menutup semua akses tentang Lusia, setelah Lusia keluar dari kuliah nya baru daddy Adam mengizin kan Adam kembali kuliah. Yang membuat aku heran dari mana Lusia tau adam di sini?".


"Lalu kenapa mas bisa tau semua nya?".


"Sejak kecil aku dan Adam tumbuh bersama, tak ada rahasia Adam yang aku lewati sayang. Tuan Zein tau kelemahan Adam makanya di mempercayai ku untuk merahasia kan ini dan saat itu aku yang menemani Adam saat dia terpuruk karena berpisah dari Lusia".


Liya hanya mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum. Luar biasa suami nya. Jujur Liya makin jatuh cinta kepada pria setengah bule ini. Karena selain pintar Jaffa juga sangat bertanggung jawab dengan kepercayaan yang di beri kan oleh Tuan Zein. Sampai dia semarah ini melihat Adam membantu mantan nya.


"Kenapa kamu senyum-senyum gitu hemm? Mau gulat sore-sore gini?".


"Sayang mau kemana? Mau ya sayang gulat?".


"Enggak, habisin tuh sirup sama cemilan nya". Ucap nya sambil berlalu keluar.


Jaffa hanya tersenyum melihat istri nya ngambek.


...........


Adam tiba di mansion


Dengan langkah cepat dia masuk dan mencari Maira. Tadi saat dia tinggal Maira sedang tidur.


Saat masuk Dinda tengah berberes di ruang tengah.

__ADS_1


"Tuan ibu Maira udah pindah ke atas".


Adam pun beralih berjalan menuju lift. Dan menekan lantai tiga.


Tiba di atas terlihat Maira sedang duduk di bawah jendela.


"Sayang". Adam langsung menghampiri dan memeluk istri nya.


"Mas, kamu dari mana?".


"Kamu kenapa di sini sayang, apa masih muntah? Apa baby kita menyiksa kamu lagi?".


"Enggak mas tadi aku bisa makan tanpa muntah hanya saja bawaan nya lemes".


"Syukur la".


"Mas kamu belum jawab kamu dari mana? Tadi ibu bilang kamu ada urusan di luar".


"Ya sayang maaf ya, tadi aku tinggalin kamu tidur. Tadi aku ke apartemen, melihat kondisi apartemen udah lama di tinggal".


"Kenapa gak ngajak aku, biar di temanin".


"Kamu lagi hamil sayang jangan banyak gerak dulu".


"Mas kamu udah kasi ibu Defne dan Daddy kalau aku hamil?".


"Aakh ya aku sampai lupa baik la kita telfon ibu sekarang ya?".


Maira pun mengangguk dan tersenyum, walau hati nya merasa tak enak. Maira merasa ada yang di sembunyikan oleh Adam. Tak biasa nya dia memiliki perasaan seperti ini, apa mungkin karena hormon hamil.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha


__ADS_2