
Menjelang malam.
"buk... Maira nanti malam keluar ya ada janji"
Izin maira ke ibu dini.
"emmmmm.... Sama yangtelfon kamu kemaren ya ra? Ya kan ibuk bilang juga apa".
Senyum buk dini sambil ngegoda maira.
Maira pun senyum getir ngeliat ibuk nya.
"apaan si buk. Maira cuma temanan gak da yang lebih dari itu, ibu jangan mikir yang aneh-aneh dech" sungut maira.
"ya dah ra pergi la tapi jangan pulang terlalu malam, mau teman atau demen, ibu enggak masalah asal kamu bisa jaga diri dan jaga batasan ya, kamu itu kan bukan anak gadis lagi, tau sendiri kan tetangga banyak yang julid, entat liat kamu kaluar malam-malam sama laki-laki kemana-mana pikiran nya "
Nasehat ibuk nya.
" ya bukk... Kan ibuk taw maira jadi ngapaian pikirin tetangga buk" lirih maira kesel.
"ya dah nanti suruh teman kamu itu turun pamit sama ibu sama bapak, biar tau seberapa tanggung jawab nya laki-laki yang lagi ngedekati kamu itu" pinta buk dini.
"ya buk dini siap... Hehhee titip anak-anak ya buk. Makasi ya buk, ibuk selalu ngertiin maira" sambil meluk ibuknya.
"ya kamu dah dewasa bukan anak-anak lagi, jangan mau di ajak main-main bukan umur nya lagi, ingat itu, kamu berhak bahagia nak" sambil ngelus tangan maira.
Bapak profesor yang ngeliat dan menguping percakapan antara anak dan istri nya itu menarik nafas panjang. Sesungguh nya ada rasa takut menyeruak di hati bapak maira.
...............
Malam pun tiba, maira yang sedang bersiap di kamar nya.
Terdengar suara dari luar mengetuk pintu rumah orang tua nya.
Maira pun bergegas keluar dan membuka pintu.
" haii..." sapa Adam.
" mau masuk dulu?" tawar maira.
Adam pun mengagguk dan mengikuti langkah maira.
"duduk dulu ya aku ambil tas" maira.
"ra.... Aku bisa ketemu sama bapak dan ibu kamu, aku mau izin ngajak kamu" adam.
Maira benar-benar terkejut gak nyangka sikap Adam begitu sopan.
__ADS_1
"Ya Tuhan jenis laki-laki seperti apa yang kau kirim untuk ku, sudah ganteng tanpa cela, tajir melintir dan sopan pula, semoga aku tidak salah menilai dan benar-benar jodoh yang sempurna Tuhan" batin maira sambil terkekeh.
Padahal tanpa Adam minta maira memang mau memanggil ke dua orang tua nya untuk pamit.
"ya dah bentar ya" lanjut maira.
Adam duduk di ruang tamu. Adam menatap sebuah pajangan foto besar, ya foto maira masih remaja dan keluarga nya.
"dugaan ku benar ya dia pasti orang yang sama 10 tahun lalu" gumam Adam.
(adam masih penasaran guys sama wanita 10 tahun lalu, bener gak ya maira?)
Tidak lama maira datang dengan ibu dan bapak nya.
"oh ini teman nya ra, yang buat kamu senyum-semyu " buk dini masih dengan kocak nya godain maira. Hahahhahahah.
Adam pun berdiri dan menyalami ibu dan bapak maira.
"Adam.... pak buk" kenal nya.
" ya kami orang tua nya maira" jawab buk dini.
Buk dini yang cair aja ngeliat ketampanan Adam. Lain hal bapak profesor.
Bapak profesor masih dengan sikap hening dan datar. Ngeliat Adam dari atas sampai bawah.
Maira yang ngeliat situasi itu, mencoba mencairkan suasana.
"Adam ini teman nya rey pak buk" terang maira.
"oh... Teman kolega orang tua rey?" akhir nya bapak profesor bersuara.
"tidak pak saya teman rey semasa kuliah dulu di New York" jawab Adam.
Ibuk dini mengangguk-angguk.
"oh ya tadi katanya maira nak Adam... mau mengajak maira keluar ya?" selidik buk dini, buk dini takut Adam di introgasi sama suami nya, malah buat Adam gak nyaman kan, entar malah gagal maira dapat suami tampan nya luar biasa itu.. Hihihi. (Pikiran buk dini dah jauh aj guys)
"ya buk pak, maaf kalau kedatangan saya ke sini mau mengajak keluar maira, kalau boleh di izinin sama bapak dan ibuk" pinta Adam sopan.
" ya boleh silakan ya kan pak?" lirik buk dini ke suami nya dan di balas anggukan pak profesor.
"jangan pulangin maira larut malam ya nak Adam....maklum gak enak di liat tetangga"
Lanjut buk dini lembut.
" ya dah buk aku sama Adam pamit ya" maira menyalami ibu sama bapak nya di ikuti Adam.
__ADS_1
Jelas maira kaget dan geli ngeliat tingkah Adam yang polos. Hahahhaha.
Udaah kayak anak sekolah pamitan, ya maklum Adam yang hidup di luar negeri tidak pernah melihat dan melakukan salam tangan. Biasa nya di luar sana selalu cium pipi dan berpelukan. Adam seperti menemukam suasana yang aneh tapi berhasil membuat dia menjadi manusia yang sopan dan merendah tanpa arogan.
Mereka pun pergi menuju restoran mewah yang berada di salah satu gedung tinggi di kota jakarta. Ya sangat romantis.
Niat Adam malam ini ingin menyatakan perasaan nya dan Adam tidak ingin gagal dan di tolak oleh maira.
Maira dan Adam sudah duduk dan pelayan pun datang membawa buku menu, setelah memesan beberapa makanan dan minuman pelayan restoran pun berlalu.
"wow keren banget tempat nya... Kamu kok tau dam tempat kayak gini?" tanya maira.
"rey yang recom in ke sini" jawab Adam santai.
"haaaa, rey?" rey taw kalau aku keluar sama kamu?" Maira jelas kaget.
Adam mengangguk.
" kenapa kamu kaget gitu" tanya Adam sambil mengerutka kening nya.
"ee... Enggak ada apa-apa?" jawab maira sambil tersenyum.
Alunan musik di restoran itu pun menambah susana semakin romantis dan syahdu. Karena di setiap meja memang di hiasi sepasang anak manusia.
"Kamu suka?" adam.
"eemm iya aku belum pernah dinner mahal gini" jawab maira polos.
Adam pun menatap maira dalam. Wajah maira entah kenapa Adam tidak pernah bosan untuk melihat wajah maira apa lagi di saat maira tersenyum. Ingin rasa nya Adam bawa maira selalu ada di samping nya siang dan malam.
"ra..." panggil Adam.
"aku boleh nanya sesuatu ke kamu?" Tanya Adam.
Maira mengangguk.
" apa aku boleh lebih jauh lagi ingin mengenal mu secara pribadi. Maksud ku apa boleh meminta mu menjadi istri ku?.... Ya mungkin ini terburu-buru, tapi aku tidak ingin memiliki hubungan yang tak jelas, jujur aku juga bukan pria yang romantis dan menggombal. Jujur aku pernah gagal dalam pernikahan, dan mungkin kamu bukan wanita pertama yang hadir di kehidupan ku, tapi aku ingin menjadi kan kamu wanita terakhir ku.... " tutup Adam tanpa basa basi.
Maira terperangah mendengar kata-kata adam, maira tak menyangka Adam secepat itu mengungkap kan perasaan nya secara gamblang. Maira sama sekali tak da persiapan apa-apa.
Ya maira hanya berfikir ini akan menjadi makan malam biasa. Ternyata oh ternyata. Jujur maira bingung mau jawab apa. Maira belum siap dengan lamaran Adam.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha
__ADS_1