
Liya menghempas badan nya di kasur. Sambil menatap langit-langit kamar nya, dia teringat kata "nikah" yang di ucap Jaffa barusan.
"Ya ampun seriusan ni umur 24 aku nikah?".
"Duh duh enggak, baru juga niti karier?".
"Kalau ayah sama ibu tau, habis lah aku".
"Tapi.... Aaaakkkhh.... Liya menghentak-hentak kan tubuh nya di kasur. Dan menutup muka nya dengan bantal.
Sekian detik berikut nya dia pun terlelap. Sementara ponsel nya berdering terlihat Jaffa menghubungi nya tapi Liya sudah di alam tidur.
...........
Pagi sekali Adam dan Maira sudah bersiap, mereka akan pulang ke rumah Maira. Mereka sengaja pergi sepagi ini agar bisa bertemu dengan Zidan. Dan kedua nya memutus kan akan menginap di rumah Maira malam ini.
"Sayang besok kita ke paris berangkat sore ya".
"Ya aku ikut aja... Duh aku deg degan yank?".
"Kenapa?".
"Ini pertama kali nya aku pergi jauh, tanpa anak-anak pula".
"Kan cuma empat hari, weekend selanjut nya kita ajak anak-anak liburan ke resort aku yang di bali, oke".
"Iyaa... Yank, aku boleh gak nanti telfon mas Nugroho?".
Adam mengerut kan kening nya. " ya aku cuma mau bilang sama dia buat jagain anak-anak, terutama Zidan soal nya Rafif lagi ada tugas kuliah ke semarang".
"Ya sayang".
"Makasi ya yank!. Ehh kok aku kayak kaku ya manggil kamu yank yank".
"Terus kamu ganti panggil apa lagi?".
"Mas?".
"Enggak kamu udah manggil mantan suami kamu dengan mas, masa aku juga dapat panggilan yang sama".
"Ya ampun apaan sih gak nyambung banget sih. Ya udah la aku panggil "Dam" aja udah itu lebih mesra". Maira kesal dan mencebik kan bibir nya.
Adam hanya terkekeh melihat istri nya kesal. Sementara Malik yang sedari tadi mendengar kan ocehan suami istri itu hanya tersenyum saja.
Tiba di rumah Maira dan Adam langsung menuju ruang makan, anak dan orang tua nya tengah sarapan.
"Assalamualaikum
"Waalaikumsallam
"Eeh kalian ayo sini sarapan".
"Mamiiiiii..
Maira memeluk anak nya lalu menyalami ke dua orang tua nya. Begitu juga Adam.
"Ayo duduk Adam, kita sarapan".
"Iya pak".
"Zeyra belum bangun ya?".
"Belum mi, mami sama daddy malam ini bobok di sini kan?".
"Iya dong sayang".
"Yeaay... ".
"Bapak mau ke kampus?".
"Iya ada seminar pagi ini".
"Ya sudah kalian lanjut sarapan nya, bapak pamit dulu, sekalian antar Zidan sekolah".
"Terimakasih ya pak".
"Hati-hati ya pak".
__ADS_1
"Kalian beneran nginap di sini malam ini?".
"Iya buk"
"Ya sudah kalian sarapan ibuk mau ke halaman belakang".
Maira dan adam mengangguk.
"Seperti nya nanti malam aja kita kasi tau semua nya kalau besok kita ke paris".
"Iya sayang".
Selesai sarapan Maira menuju kamar anak nya dan Adam duduk di ruang tengah.
Saat masuk ke kamar anak nya, Zeyra baru selsai mandi dan berpakain dengan Anum.
"Mamiiiiii ".
"Heeii sayang mami udah bangun?".
"Hemmm... Harum nya".
"Iya dong eya kan dah mandi".
Mami cama daddy bobok cini kan?".
"Iya sayang,".
"Zeyra sarapan dulu habis itu main sama mami dan daddy di bawah ya".
"Oce".
Maira tengah sibuk di kamar nya merapikan dan membersih kan kamar yang sudah di tinggal nya beberapa hari.
Setelah selesai dia turun. Sampai di ruang tengah Maira melihat Adam tengah bermain dengan Zeyra.
"Duh sayang mami main apa?".
"Dia kasi liat aku robot katanya di kasi sama oom baik? Siapa sayang?".
"Ooohh, Sayang siang ini aku kerumah sakit ya?".
"Mau jenguk mama?".
"Iya kamu mau ikut?".
"Iya aku ikut".
"Ya udah aku ke atas lagi ya mau milih baju-baju". Maira pun berdiri dan hendak berlalu tapi tangan nya sudah di raih Adam.
"Aku ikut, Zeyra sayang main sama mbak Anum dulu ya daddy bantuin mami dulu".
"Ckkk.. Bantuin apa mau ngerecokin aku".
"Bantuin dong sayang curigaan aja sama suami. Lagian kan aku belum tau kamar kita yang mana".
Maira hanya menggeleng kepala nya. Dan benar saja, sampai aja di kamar Adam sudah ngerecokin Maira.
Seperti sekarang. Maira tengah memilih baju-baju nya di dalam lemari tapi Adam sudah bergelayutan memeluk nya belakang dan tangan suami sudah jelas tak bisa diam saja.
"Ya ampun yank, kamu ini parah banget sih gak ada puas-puas nya?".
"Mana bisa puas sayang junior ku suka nagih terus kalau di dekat kamu".
"Cihh junior kamu tu yang ngatur otak kamu? Bukan dia yang ngatur kamu".
"Junior aku beda sayang dia suka maksa ke aku minta jatah".
"Dasar suami mesum".
"Mesum nya sama istri sendiri ya gak apa lah". Adam masih saja betah mencium leher istri nya dari belakang. Sedang kan Maira sudah kesal karena urusan dia memilih baju untuk besok jadi terganggu.
Kalau sudah begini Maira tak bisa menghentikan suami nya selain meladeni sampai tuntas.
Tapi yang buat Maira sangat kesal suami nya melakukan bukan satu putaran pergulatan merekan bahkan dua kali. Sampai kedua nya terlelap di tempat tidur sampai siang mereka masih terlelap.
Kedua nya baru bangun setelah suara pintu kamar di ketuk ibu Dini.
__ADS_1
Tok tok
"Ra... Nak Adam?".
"Eehmm..ya buk?". Jerit nya.
"Ajak suami kamu makan siang, bapak sama ibu tunggu di bawah?".
"Ya buk bentar lagi Maira turun".
"Yank bangun, katanya mau ke rumah sakit jenguk mama?".
"Hemm... ".
Maira pun beringsut turun. Sambil meringis. Suami nya benar-benar keterlaluan pantang di kamar. Selalu aja bawaan nya menjelajah.
Setelah selesai mandi kedua nya pun keluar dari kamar. Dan bergabung di bawah makan siang.
Ibu nya hanya senyum-senyum liat anak dan menantu nya habis mandi.
"Duh seger amat kalian berdua, kalau pengantin baru emang gitu ya bawaan nya seger aja?".
"Apaan sih buk kita berdua mau ke rumah sakit?".
"Loh siapa yang sakit?".
"Enggak pak mau jenguk mama saya"
"Ohh ya, Dam nanti bisikin ke nyonya Sarah salam dari ibuk".
"Ya buk.. Oh ya anak-anak pada kemana?".
Mereka udah tidur siang, Zidan tadi pulang sekolah lagsung tidur".
"Buk pak Adam sama Amira mau bilang sesuatu mumpung bapak sama ibu ada di sini?".
"Iya ada apa Adam?".
"Gini pak besok rencana nya Adam mau ngajak Maira bulan madu ke Paris".
"Uwahh.. Bagus lah".
"Ya pergi la kalian butuh waktu buat berdua".
"Buk pak titip anak-anak lagi ya?".
"Apa sih kamu Ra. Ibuk sama bapak gak keberatan kamu titipin anak-anak".
"Ya buk Maira gak enak ngerepotin ibu sama bapak".
"Huss gak boleh ngomong gitu, mereka itu cucu-cuc ibuk".
"Ya sudah Maira kamu punya kehidupan kamu yang baru butuh waktu untuk berdua, anak-anak kamu tetap jadi tanggung jawab kamu, tapi mereka juga punya Ayah, sekarang giliran waktu mereka sama Ayah nya nanti kamu kan lebih punya waktu banyak sama mereka, karena mereka tinggal sama kamu".
Maira diam mendengar kan kata-kata bapak nya entah kenapa Maira sedikit melow mau meninggal kan anak-anak nya. Tapi Maira bersyukur punya orang tua yang pengertian dan anak-anak yang gak rewel.
Mereka juga sangat menikmati hidup mereka dengan mami atau sedang sama ayah mereka. Tak pernah sekali pun anak-anak nya berontak atau merajuk menunjuk kan ketidaksukaan mereka. Mereka anak-anak yang selalu ceria di mana pun mereka berada dan dengan siapa mereka pergi.
Adam dan Maira pun pergi ke runah sakit setelah di jemput Malik. Sampai di rumah sakit Adam dan Maira terus berada di samping mama Sarah bercerita mengenai kepergian mereka bulan madu.
Ma cepat bangun ya Asam rindu mama". Saat Adam hendak berlalu dan melepas kan genggaman tangan mama nya. Adam merasakan sedikit pergerakan dari jari mama nya.
Sontak dia terkejut. ". Sayang aku ngerasain jari mama gerak".
"Haa masak iya, kamu yakin?".
"Iya... Ma bener kan tadi itu tangan mama". Adam masih menggenggam tangan mama nya dan mengelus kepala mama nya.
Perlahan tapi mulai pasti tangan mama nya sedikit demi sedikit bergerak.
"Ma mama... Ya Tuhan mama... ".
"Tante sarah?". Maira tak percaya yang di liat nya tangan mama mertua nya itu mulai aktif dan perlahan mata mama Sarah mengerjap.
Adam sudah berlalu memanggil dokter. Kini mereka tengah di luar dokter sedang memeriksa mama Sarah di dalam. Adam pun tengah bersyukur.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1