Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Acara peresmian


__ADS_3

Mobil rey pun masuk di lobby hotel. Ketiga nya pun turun. Rey menyerah kan kunci ke petugas valet parkir.


Benar saja acara sudah di mulai. Petugas sedang memeriksa undangan mereka.


Sementara di dalam Adam terus saja melihat ke arah pintu menunggu kedatangan kekasih cantik nya.


Saat MC memanggil nya ke podium untuk memberikan kata sambutan dan setelah itu secara simbolik Adam akan memotong pita di dampingi sang ibu.


Adam pun dengan gagah dan tentu saja sangat tampan dengan balutan jas hitam berjalan menuju podium. Semua mata tertuju pada nya. Terutama kaum hawa yang ada di ballroom.


Salah satu nya adalah nona Garcia. Pengusaha cantik dan sexy asal Bali dan dia adalah salah 1 klien perusahaan Adam. Dia terus menatap Adam dengan tersenyum. Terus mengkhayal kalau dia bisa mendekati Adam dan menjadi wanita Adam.


Saat Adam ingin memulai sambutan nya. Tiba-tiba saja mata nya melihat ke arah pintu masuk siapa lagi kalau bukan kekasih cantik nya datang.


Malam ini Maira sungguh cantik. Mengenakan gaun warna hitam selutut tidak terlalu sexy tapi sangat mewah dan elegant. Rambut nya di sanggul berantakan. Baju itu membalut tubuh nya dengan sempurna. Tak ada riasan yang mencolok hanya bibir nya saja yang merah. Menambah kesan mewah nya.


Adam pun tersenyum melihat kehadiran pujaan hati nya.


Setelah memberikan ucapan sebagai presdir Adam holding, Adam pun memotong pita dengan di dampingi sang ibu. Para tamu pun bertepuk tangan.


Acara demi acara pun berlalu. Kini Adam tengah menyalami tamu yang hadir.


Puas menemui para tamu nya. Adam pun menuju meja Maira, Rey dan Kevin.


"Heii bro congrats ya sangat mewah" Kevin menyalami Adam.


"Congrats Dam.. Semoga kita bisa bekerja sama" Rey pun memberi selamat.


"Tentu next kita akan buat projek bersama Rey".


"Selamat ya dam". Adam pun meraih pinggang Maira dan mencium pipi Maira. Dengan tersipu malu Maira menerima nya.


"Wohoo kenapa hanya dia yang kau berikan ciuman bro, bukan kah tidak adil aku hanya kau berikan tangan?" Kevin menggoda Adam, Adam pun memukul pelan perut Kevin.


"Aa kenal kan ini Jaffa direktur terbaik ku dan dia juga orang kepercayaan ku dalam semua projek".


Jaffa pun menyalami Rey dan Kevin secara bergantian.


"Mereka ini pengusaha sukses jaff, kalian bisa mengobrol mana tau ada ide dan bisa menjalin kerja sama dengan mereka berdua".


Jaffa pun bergabung dengan Rey dan Kevin. Sementara itu Adam pun menggenggam tangan Maira.


"Mau kemana Dam?".


"Aku akan mengenal kan mu dengan seseorang".


Adam pun terus berjalan sambil menggandeng tangan Maira. Beberapa tamu pun melihat mereka Maira menunduk kan wajah nya.


Ibu nya yang sedang duduk dengan weli dan lani.


"Bu?" nyonya Defne pun menoleh dan tersenyum.


"Siapa ini nak?"


"Bu ini Maira. Maira ini ibu ku"


Maira pun menyalami nyonya Defne dengan hormat. Dan di balas pelukan dari nyonya Defne.

__ADS_1


"Cantik sekali kamu sayang".


"Terima kasih nyonya".


"Oh tidak jangan memanggil ku seperti itu, panggil saja ibu".


Maira pun menoleh ke Adam. Adam pun mengangguk.


"Ya bu".


"Ahh kenapa harus meminta persetujuan anak itu" cemberut nyonya Defne.


"Tidak bu, hanya segan saja".


"oh sweet sekali. Kemari la ayo duduk di sini".


"Oh ya sayang kenal kan ini sekretaris ku dan asisten ku di kantor"


Maira pun menyalami Lani dan Weli.


Lani pun berbisik. "Lihat betapa cantik nya calon istri bos kita".


"Ha aha". Weli mengangguk.


"Bu di mana Farasya?"


"Oh dia sedang dengan Haris, entah di mana mungkin lagi memilih makanan"


Adam hanya mengangguk. Kini mereka Maira dan nyonya Defne larut dalam obrolan. Adam pun izin untuk menemui beberapa tamu.


Sementara di balkon.


"Sedang apa di sini?" Haris datang mengejut kan dia.


"Hanya mencari udara segar, di dalam terlalu ramai"


"Mau berkeliling taman?".


Farasya pun mengangguk. Kini kedua sudah berjalan dengan santai menyusuri taman yang penuh dengan berbagai bunga dan pohon rindang di tambah dengan lampu hias yang menyala di setiap sudut taman.


Belum ada suara dari kedua nya. Tiba di sebuah bangku taman. Haris menawarkan Farasya untuk duduk. Farasya pun mengikuti nya.


"Kau ingat pertama kali kita bertemu?"


"Ya ini seperti dejavu"


"Tapi saat itu wajah mu terlihat jelek sekali"


"Hahaha, masih ingat?".


Haris mengangguk. " sekarang kau sangat cantik" sedikit berbisik di samping telinga Farasya.


"Benar kah?".


Hening.


"Apa kau sudah punya pacar di Amerika?".

__ADS_1


"Aku tidak punya waktu memikir kan kencan".


"Kakak sendiri? Apa sudah memiliki wanita di indonesia? Aku dengar wanita di sini memiliki kecantikan yang unik".


"Tidak, aku tidak di kasi kesempatan oleh kakak mu untuk berkencan, dia selalu memberi ku begitu banyak kerjaan".


"Hahahaha... Kak Adam memang pekerja keras".


"Hemmm, apa rencana mu sekarang?".


"Entah la bibi dan paman meminta ku untuk pulang ke Turky mengambil alih perusahaan orang tua ku".


Hening


"Kak? Apa aku boleh menanyakan sesuatu pada mu?".


"Ya ?".


"Kenapa kau tidak pernah mengunjungi ku selama di Amerika?".


Haris pun seketika menoleh ke Farasya.


"Apa kau sangat marah padaku?".


"Tidak, justru aku sangat marah pada diri ku sendiri, karena tidak bisa menyelamat kan mu dari hukuman Tuan Zein"


Farasya pun menggigit bibir bawah nya. Hati nya sangat rindu dengan laki-laki yang selalu menemani nya kemana pun dia mau. Haris yang selalu memperlakukan nya dengan lembut. Yang selalu membuat nya tertawa dan akan mengelap air mata nya ketika sedih.


Bertahun-tahun dia memendam rasa rindu itu. Tapi Haris justru menjauh kan diri dari nya.


"Apa sekarang kau tidak ingin berteman dengan ku lagi kak?". Air mata nya tumpah seketika.


Haris yang melihat kesedihan dari wajah Farasya langsung memeluk tubuh gadis itu.


"Aku merindukan mu kak Haris".


"Aku juga, aku lebih merindukan mu sya. Lirih nya pelan.


Kini kedua nya tengah meluap kan kerinduan yang amat. Cukup lama Haris memeluk Farasya.


"Jangan menangis aku belum siap melihat wajah jelek mu". Haris menggoda nya sambil menyeka air mata Farasya.


Farasya pun memukul lengan Haris pelan.


"Berjanji la dengan ku jangan lagi berbuat yang akan melukai diri mu sendiri, kau tahu hati ku rasa nya ingin meledak, melihat kau bersedih".


"Maaf kan aku, seadainya saja... "


"Shutt... Jangan mengingat yang lalu. Itu semua sudah berlalu. Kau hanya perlu menjalani masa depan yang bahagia".


Farasya pun mengagguk dan tersenyum. Sikap Haris yang lembut dan hangat seperti ini lah yang sangat dia rindukan.


Jujur saja andai kan saja dulu mata nya tidak di butakan oleh perasaan gila nya ke Adam mungkin dia dan Haris sudah menjadi sepasang kekasih. Dia tahu Haris menaruh hati kepada nya tapi dia pura-pura tidak mengetahui nya. Saat itu dia benar-benar bodoh. Dan rasa sesal nya pun hingga kini. Bagai mana bisa dia mengabaikan pria sebaik Haris.


Saat ini hati nya tengah bahagia dia bisa kembali mendapat kan perhatian Haris lagi dan perlakuan nya masih sama tidak berubah sama sekali.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Witha.


__ADS_2