Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Pengertian


__ADS_3

Maira jelas kaget Adam datang sepagi ini.


"hai... Good morning" sapa Adam sumringah.


"kamu ngapain pagi-pag gini nyamperin aku" maira.


"kenapa... kamu kayak nya enggak senang aku datang jemput kamu?" balas Adam sedikit kesal ngeliat ekspresi kaget maira.


" bukan itu maksud ku, tapi ngerepotin kamu aja dan lagian jarak rumah kamu ke sini kan jauh?". Jelas maira.


" why... Aku rasa ini hal wajar di lakukan sepasang kekasih" balas Adam.


"Haaa....nak Adam, wah mau nganter maira kerja ya" buk dini keluar dari rumah nya sambil menggandeng zidan.


"ya dah ra enggak apa-apa, kok kamu gitu sih kasian nak Adam jauh-jauh datang jemput kamu kok malah jutek gitu" buk dini mencoba menenang kan Maira.


" ya buk tapi...."


Maira masih bingung, bingung ngeliat Adam yang tiba-tiba datang, bingung liat ibuk nya. Aakhh maira bener-bener speechless pagi ini.


"zidan biar ibu suruh rafif antar ya" pujuk buk dini.


Namun di cegah oleh Adam.


" Jangan buk biar aja sekalian sama saya" pinta Adam.


"oke boy... Haii siapa nama kamu?" Adam pun menyapa anak maira sambil setengah duduk dan melakukan salam kepal.


"Zindan uncle"... Jawan zidan


"okeeh... Gini zidan seperti nya mami kamu kurang suka uncle jemput, gimana kalau zidan yang uncle antar ke sekolah?" lanjut Adam sambil tersenyum ke zidan dan melirik sedikit ke arah maira.


Maira masih terpaku melihat interaksi Adam ke anak sulung nya.

__ADS_1


Kalau buk dini ya sudah pasti senang bukan main melihat aksi Adam berkomunikasi dengan zidan cucu nya.


Karena zidan mengangguk Adam pun meraih tangan zidan.


"oke boy dimana tas sekolah nya"? Tanya Adam.


"ada sama mami di mobil? Tunjuk zidan.


" ra kamu beneran gak mau di antar nak Adam, kenapa kamu bengong gitu? Ya sudah nak Adam biar ibu yang ambil tas zidan ya! "buk dini emang pengertian.


" gak usah buk biar maira aja" akhir nya maira pun bergerak dari mematung nya.


Masih diam tak berekspresi apa-apa maira pamit ke ibu nya dan begitu juga Adam.


Sepanjang perjalanan maira hanya diam menyaksikan interaksi antara Adam dan zidan ya zidan yang biasa nya tak terlalu banyak bicara dengan oramg asing tapi entah kenapa dengan Adam justru dia menunjuk kan sikap yang berbeda.


(ye anak-anak biasa nya enggak bisa boong kalau dia ngerasa nyaman, berarti uncle Adam mah baik orang nya).


Setelah mengantar zidan, Adam pun melajukan mobilnya menuju ke arah kantor maira


Maira jelas kaget.


"kenapa kamu berhenti?" maira.


" aku tidak akan mengantar mu ke kantor kalau kamu masih diam seperti itu?" adam.


"bicara la aku akan mendengarkan nya, aku paling tidak suka di abaikan, kalau menurut mu sikap ku pagi ini menyebalkan katakan, aku harus bersikap seperti apa? Oh god... Please kita belum ada 1 bulan bahkan masih hitungan hari menjadi sepasang kekasih tapi sudah ada perdebatan. Sungguh ini bukan hal yang menyenangkan ".


Adam pun menghela nafas panjang sambil menatap maira yang sedari tadi hanya menunduk.


Maira bukan nya tidak senang tapi ini benar-benar mendadak, maira hanya takut kalau kehadiran Adam tidak di terima oleh anaknya. Secara maira belum menjelas kan apa-apa ke anak nya. Maira hanya takut anak-anak nya belum bisa memahami situasi mami nya. Tapi justru apa yang di pikirin maira jelas tak terjadi. Melihat sikap adam yang ramah ke anak nya dan sikap zidan pun sama.


Ada kesedihan di hati maira kenapa dia jadi seperti orang bodoh. Entah lah maira benar-benar kalut pagi ini.

__ADS_1


Adam yang melihat wajah maira yang masih bingung dan kosong. Adam pun meraih tangan maira dengan lembut. Ia mengerti apa yang ada di fikiran maira.


"heii...lihat aku, lihat mata aku. Please...anak kamu anak yang cerdas, lagi pula tadi dia nyaman aku ajak bicara, kamu terlalu berlebihan sayang" adam mencoba meyakin kan. maira.


Dengan perlahan maira menatap Adam.


Tanpa sadar air mata maira jatuh. Ia pun terisak menangis.


Dengan lembut adam membelai wajah maira dan menyapu air mata maira.


"maaf kan aku kalau sikap ku berlebihan... Aku cuma khawatir dengan anak-anam ku, aku takut kalau kedatangan kamu tiba-tiba membuat mereka bingung, aku belum berani menjelas kan hubungan kita, kamu tau? Mereka pernah melewati masa sulit di mana perceraian ku dan ayah ny, aku cuma tidak ingin membuat mereka sedih atau pun bingung" jelas maira sambil terisak.


Adam pun meraih pundak maira dan memeluk nya erat sambil mengusap kepala maira. Setelah maira sedikit tenang. Adam pun melepaskan nya.


"oke... Aku benar-benar minta maaf, sama sekali aku tidak bermaksud kurang ajar, aku hanya ingin menunjuk kan perhatian ku ke kamu itu aja, please berhenti la menangis sungguh aku tidak tahan melihat nya" sambil menggenggam tangan maira.


"Jangan sampai aku menculik mu hari ini" adam menyeringai.


"adaaaamm" ringis maira sambil mencubit perut adam.


"aduh... Wow wow tolong kamu jangan memancing ya, kamu tau kan seberapa nekat nya aku" sahut adam sambil menyungging kan ujung bibir nya.


"udah nangis nya" goda adam.


" ya dah antar aku ke kantor nanti aku telat bisa-bisa di pecat aku" rungut maira.


"ckkk....berani rey memecat kamu, aku gulung perusahaan nya" adam sedikit sombong.


Adam pun kembali melajukan mobil nya.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha


__ADS_2