
Perasaan bahagia saat pertemuan tanpa sengaja ini pun bukan hanya maira saja yamg merasakan.
Di sisi lain Adam pun merasakan hal yang sama, entah la ada sebuah perasaan nyaman saat memandang wajah maira.
Ya sama seperti maira, adam juga belum tau perasaan yang sesungguh terhadap maira, tapi yang adam tau saat ini dia seperti menemukan kebahagiaan nya sendiri, kebahagian yang belum pernah dia rasakan sebelum nya.
Jatuh cinta? entah lah...... Walaupun dulu dia pernah menikah tapi perasaan seperi ini tak di rasakan nya pada mantan istri nya dulu.
Off analisis perasaan maira dan Adam. ππ
Back to Adam dan maira yang sedang duduk 1 meja.
Sesaat keheningan terjadi pelayan restoran pun datang mengantar pesanan maira.
"kamu udah makan?" tanya maira ke Adam.
"iya sudah tadi, makan la, aku tidak menggangu selera makan kamu kan?" tanya Adam masih dalam tatapan pesona nya.
"hee... Tidak" jawab maira pelan sambil menggelengkan kepala.
"mana mungkin aku bisa makan denga santai kalau di tatap seperti itu, terus kalau aku bilang iya terganggu nanti dy malah pergi hemmm"
Batin maira.
Adam tau kalau maira sungkan untuk makan karena dari tadi maira hanya mengaduk aduk makanan nya.
Senyum di sudut bibir Adam pun selalu menghiasi wajah tampan nan rupawannya, wajah aksen timur tengah itu memang penuh pesona, tegas dan tentu nya menghanyutkan jika di beri tatapan lembut nan misterius.
Ya wajah malu-malu maira berhasil membuat adam gemas. Sungguh Adam tak tahan.
" ra..." panggil adam
Maira yang sudah berhasil memasuk kan makanan ke dalam mulut nya sambil mengunyah pelan.
"heemmm... Jawab maira sambil mengerutkan keningnya.
Adam masih senyum melihat tingkah maira.
" aku ke toilet dulu ya.. Makan la perlahan-lahan" goda Adam
"ya....." rona wajah maira pun berubah.
Adam pun berlalu.
"huuuhhh.... Nafas maira perlahan berhamburan, ya sedari tadi dia mencoba menyembunyikan gugupnya.
Maira pun mencoba mengatur nafas nya.
__ADS_1
" Siapa juga yang gak kagok makan di depan pria tampan, terus di liatin begitu, huuuhh makanan ni yang seharus nya aku telan tanpa rasa bersalah, tapi tiba-tiba saja jadi hambar gini"
"Untung aku cuma pesan seporsi, coba tadi aku pesan banyak, bisa-bisa mati di tempat aku, kayak mana coba mau ngabisin" lirih maira.
Heeh he he.... Maira ketawa geli memikir kan kejadian hari ini.
Akhir nya maira pun dengan serius makan ngabisin seporsi ramen.
Tanpa maira sadari di sudut lain restoran Adam yang sedari tadi memperhatikan tingkah maira.
Ya Adam sengaja pergi dengan alasan ke toilet, Adam takut maira malu untuk makan di hadapan nya. Dugaan Adam benar. Bukti nya maira pun makan dengan santai saat ia tidak ada di situ.
Sungguh Adam makin penasaran dengan pribadi maira.
Adam pun kembali ke tempat maira.
"udah selesai makan nya?" tanya adam.
Maira pun tersenyum lebar.
"iya udah, oh ya kamu sendirian aja?
" iya... Tadi siih sama asisten, tapi dia udah pulang! " jawab adam santai sambil melipat kedua tangan ny di atas meja.
" kamu pulang nya gimana ? "
" ya sama kamu la, boleh aku numpang? " dengan santai Adam menawarkn diri tanpa dosa.
Dengan pede nya..." Ckckc Adam why with you dam..... Hahha", batin Adam.
Wajah maira pun menjadi sedikit memanas, yang pasti maira senang. βΊοΈ
"ha.. Oh ya dah aku antar..... Ya dah kita jalan sekarang! Ajak maira.
" Oke mana kunci mobil kamu biar aku yang nyetir" pinta Adam.
Maira pun tersipu.
Maira menatap intens ke Adam, ya pembawaan Adam yang selalu tenang, dengan gaya yang sedikit berantakan, lengan kemeja di gulung setengah, kancing kemeja terbuka 3 deret ke bawah dan sebelah tangan ny masuk ke saku celana. Santai elegant dan bergairah.
"Wait bergairah.... Hahahah sungguh kau maira tidak tahu malu π" batin maira tertawa.
Maira pun berjalan beriringan dengan Adam dengan riang. Sungguh pemandangan yang serasi.
Mobil yang di tumpangi maira dan Adam sudah melaju di jalan.
__ADS_1
Perlahan Adam melirik ke maira. Wajah cantik maira merona, sangat mempesona.
" Ra apa habis ini aku boleh bertemu lagi dengan kamu, ya seperti makan malam?"
"hemmm... Boleh boleh... Aku free kalau weekend" jawab maira tersenyum
"okeee... Tapi kamu gak da janji sama rey kan?"
Tanya Adam. Karena Adam tak ingin pertemuan dengan maira ada gangguan lagi.
"hahhaha......" seketika maira tertawa, mengingat kemaren maira membatal kan makan siang mereka karena harus nemanin rey meeting.
"enggak... Maaf soal kemaren, aku tidak bisa menolak, karena sudah tuntutan kerjaan"
"apa di kantor itu kamu jadi asisten pribadi rey dan ikut kemana pun rey pergi" tanya Adam sedikit ada penekanan ketidak sukaan.
" enggak terlalu sering sebenar nya ada oom rey yang sering ikut rey meeting selaku manager kantor, tapi karena hari itu oom nya rey lagi ada urusan lain, jadi lah aku yang ikut dengan rey".... Senyum maira pun mengembang.
Mereka pun menikmati perjalanan dengan tenang.
Akhir nya mereka pun sampai di parkiran apartemen Adam.
"Kamu tingggal di sini"
"iya di lantai 10" jawan adam.
"thanks dah mau anterin aku, maaf harus nya aku yang anterin kamu pulang"
"enggak apa-apa its oke, kalau gitu aku jalan ya dah terlalu sore" pamit maira.
"heemm hati-hati.... Kalau sudah sampai tolong kabari aku" titah Adam.
Maira pun mengangguk.
Ya hari yang penuh bahagia untuk sepasang anak manusia yang saling menyimpan rasa kagum satu sama lain.
.
.
.
.
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment
Witha
__ADS_1