
Dalam perjalanan.
"Sayang aku mau ngajak kamu ketemu seseorang, gak apa kan pulang nya sedikit telat?"
"Ya enggak apa-apa, emang kita mau kemana?"
"Nanti kamu bakalan tau".
"Harus gitu pake rahasia segala". Maira melirik Adam yang sedang menyetir.
"Dam? Mas jaffa itu..
"Sayang please aku tidak mau kamu panggil dua orang pengacau itu dengan sebutan Mas"
"Lah kenapa? Apa yang salah?"
"Aku kamu panggil nama, sedang kan mereka kamu panggil dengan sopan"
"Hahaha apa sih kamu aneh banget, biasa aja dong jangan cemberut gitu".
Maira pun mengusap lengan Adam.
Gak tau enak aja panggil kamu dengan sebutan "Dam" mesra aja"
"Sory sayang, mesra? Mesra dari mana?"
"Coba aku tanya ada gak orang yang manggil kamu dengan sebutan seperti itu?"
Adam pun sejenak berfikir menyatukan kedua alis nya, mencoba mengingat panggilan orang kepada nya.
"Aku rasa enggak ada, pasti mereka memanggil kamu dengan nama penuh Adam, tuan Adam atau pak Adam,ya kan"
"Dah la aku mau nya panggil kamu kayak gitu special, Dam Dam Dam.. "
Hahahha. Maira pun terus menggoda Adam. Adam hanya tersenyum kecut. Gagal dapat panggilan mesra yang sesungguh nya.
Sepanjang perjalanan Maira terus saja menggoda Adam. Tak terasa mobil Adam pun masuk ke halaman Rumah Sakit JIC.
__ADS_1
"Rumah sakit?"
"Yuk turun"
Mereka berdua pun turun dari mobil. Maira yang masih heran kenapa Adam membawa nya ke rumah sakit. Adam pun meraih tangan Maira dan menggandeng tangan Maira.
"Dam tunggu? Kamu enggak jawab, kita ngapain ke sini? Siapa yang sakit?"
"Iya nanti kalau udah sampai di dalam aku akan jelasin oke?"
Maira pun hanya diam dan mengikut perintah Adam. Sepanjang perjalanan masuk ke dalam ia hanya mengikuti langkah Adam. Dan sampai lah di lorong ICU.
Maira pun membatin.
"Ruangan ini seperti ruangan tante sarah waktu kemaren aku jenguk sama ibu apa jangan-jangan benar dugaan aku kalau Adam?eemm... ". Maira pun melirik ke Adam.
"Sayang sebentar ya aku jumpa suster jaga dulu?".
Maira pun mengangguk.
Tak lama berapa saat Adam pun keluar, setelah mendapat izin untuk menjenguk sang mama, untuk masuk lebih satu orang namun waktu nya hanya 15 menit.
Sampai di dalam dugaan Maira benar tante Sarah.
"Ma Adam datang, ma ini Adam kenalin calon istri Adam"
Maira yang ada di samping Adam hanya diam tak percaya apa yang barusan dia dengar. Ternyata Adam adalah anak tante Sarah yang di ceritakan oleh paman Zakaria.
15 menit pun berlalu setelah mengenal kan Maira ke mama nya Adam pun mengajak Maira keluar.
Kini kedua nya sudah berada di dalam mobil.
"Dam"
"Oh ya tadi kamu mau cerita? Cerita apa?"
" Dam, aku dan orang tua ku mengenal mama kamu"
__ADS_1
"Kenal?"
"Iya jadi, paman kamu paman Zakaria adalah tetangga dengan keluarga ku di bandung, rumah nenek yang di Bandung bersebelahan dengan rumah paman Zakaria"
"Tunggu dulu? Jadi kamu yang pernah donorin darah ke mama?"
Maira pun menganguk.
"Heh heh... Kamu tau waktu kamu selesai donorin darah ke mama, aku sempat nyusulin kamu ke ruang donor, buat ngucapin terima kasih tapi sampai di sana aku gak nemuain pendonor nya, suster bilang kamu udah pergi buru-buru"
"Ia jadi waktu itu aku dapat kabar kalau mantan suami ku mau bawa anak-anak ke Jakarta karena saat itu aku lagi dalam pengurusan perceraian ku dengan mas Nugroho"
Adam pun meraih tangan Maira. Dan menggenggam nya erat.
"Terimakasih ya kamu sudah bersedia mendonor kan darah, saat itu terlambat saja kami tidak menemukan pendonor mungkin nyawa mama tidak tertolong"
"Dam itu semua udah jalan nya, Allah memang kasi jalan buat tante sarah selamat"
"Tapi jujur aku sempat kaget waktu kemaren paman Zakaria bilang kalau Tante Sarah punya anak, setau kita semua tante Sarah gak punya anak dangan almarhum suami nya"
"Ya aku dan mama terpisah sejak aku masih kecil. Mama memilih untuk pulang ke Indonesia mengejar mimpi nya menjadi seorang model, di saat bersamaan karir Daddy di bisnis juga sedang berkembang, daddy tidak mengizin kan mama balik ke Indonesia apa lagi jadi model, tapi mama ngotot untuk pulang ke sini, akhir nya daddy ngizinin tapi dengan syarat mama tidak boleh bawa aku ke Indonesiadan daddy mencerai kan mama, saat itu umur ku baru 1 tahun, setelah lulus kuliah aku baru di perboleh kan bertemu mama itu pun melewati pertengkaran dengan daddy untung saja ibu ku istri ke dua daddy menjadi penolong ku dan meminta daddy untuk mengizinkan ku ke indonesai bertemu mama"
Jadi selama itu kamu baru tau kalau kamu ada ibu kandung?"
"Enggak aku sudah tau sejak ibu Defne datang tapi aku tidak berani menanyakan ke Daddy, ibu Defne selalu menasehati kalau mau bertemu dengan mama Sarah aku harus nuruti semua kemauan Daddy hingga sukses, sejak saat itu aku terus belajar dan mengikuti kemauan daddy untuk terjun ke dunia bisnis nya,sampai akhir nya aku punya keberanian untuk izin ke daddy bertemu mama"
Maira pun memeluk Adam.
"Ya udah jangan sedih lagi oke, semoga tante Sarah segera pulih dan kamu bisa kumpul lagi dengan mama kamu, hemm"
"Terimakasih ya sayang"
Setelah puas berpelukan, Adam pun melaju kan mobil nya untuk mengantar Maira pulang.
🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
__ADS_1
Witha.