Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Cerita lain


__ADS_3

Sedikit cerita tentang Nugroho dan Tiwi.


Hari ini setelah selesai meeting Nugroho izin ke Maira untuk membawa anak-anak. Rencan nya malam ini Nugroho akan makan malam dengan kedua orang tuanya dan sekalian memeperkenal kan Tiwi.


Selama berapa bulan ini mereka dekat Nugroho belum mengenal kan Tiwi secara langsung ke orang tua nya karena mereka tinggal di Jogja.


Malam ini Nugroho janji dengan Tiwi untuk menjemput nya. Anak-anak dan orang tua nya sudah terlebuh dahulu berangkat dengan supir.


Nugroho tiba di rumah Tiwi, Tiwi sudah menunggu di teras. Kebetulan Tiwi hanya tinggal dengan adik nya yang laki-laki sedang kan orang tua Tiwi sedang ada di bogor.


Maira langsung berdiri dan mengahampiri mobil Nugroho. Nugroho pun keluar dari mobil nya.


"Loh mas kok anak-anak gak ikut?".


"Mereka sama ibu dan bapak langsung ke restoran. Kita nyusul mereka".


"Oh, ya udah yuk, dah gak usah pake bukain pintu segala, aku bisa sendiri". Tiwi tersenyum lembut ke Nugroho.


Ini la yang Nugroho jatuh hati pada Tiwi sikap dewasa nya kurang lebih seperti Maira yang mandiri.


Selain Tiwi juga begitu sayang dengan anak-anak nya. Saat ini hanya Tiwi yang di terima anak-anak nya.


Sejak peristiwa perceraian nya dengan Maira dan melakukan kesalahan karena jatuh hati pada wanita lain, Nugroho menutup hati nya.


Cukup lama dia sendirian. Pernah sekali dia dekat dan mecoba mengenal kan pada anak nya tapi anak-anaknya justru menolak dan tak menerima kehadiran wanita tersebut.


Sejak saat itu Nugroho tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, dia hanya fokus bekerja dan merawar anak-anak nya. Dan pada akhir nya bertemu dengan Tiwi.


Teman kerja mantan istri nya. Tak pernah dia sangka. Dulu mungkin dia pernah bertemu dengan Tiwi saat mengantar atau menjemput Maira kerja tapi tidak pernah saling menyapa.


Back to Nugroho dan Tiwi yang dalam perjalanan menuju restoran.


"Kenapa kamu? Kok gelisah?".


"Aku gugup aja mas, ini pertama kali ketemu sama orang tua kamu".


"Santai aja Wi, bapak sama ibu juga pengen ketemu sama kamu".


"Apa mereka mau terima aku mas".

__ADS_1


"Udah gak usah mikir aneh-aneh". Nugroho meraih tangan Tiwi dan tersenyum.


Tiba di restoran Nugroho dan Tiwi sudah di sambut Zidan dan Zeyra. Mereka berdua begitu senang melihat kedatangan Tiwi.


Nugroho pun mengenal kan Tiwi dengan kedua orang tua nya. Mereka saling ngobrol. Orang tua Nugroho menyambut bahagia. Apa lagi melihat kedekatan Tiwi dengan cucu-cucu mereka tambah membuat mereka terpikat dengan kepribadian Tiwi yang sopan dan keibuan.


Makan malam penuh canda dan tawa. Tiwi bahagia bisa di terima oleh orang tua Nugroho. Tapi sampai saat ini Nugroho dan Tiwi belum pernah membahas hubungan mereka terlalu jauh. Saat ini mereka hanya melakukan pendekatan ke keluarga masing-masing.


Namun siapa sangka malam ini menjadi momen termanis dalam hidup Tiwi. Saat setelah makan malam usai. Nugroho secara pribadi di saksi kan oleh orang tua dan kedua anak nya dia melamar Tiwi.


Nunggroho menyodor kan kotak berisi cincin di hadapan Tiwi. Dengan wajah bingung Tiwi hanya bisa menutup mulut nya.


"Mau kah kamu terima lamaran ku Wi?".


"Ini serius mas?".


"Ya di depan kedua orang tua ku dan anak-anak ku, aku dengan segenap hati ku meminta kamu untuk menjadi istri ku?".


Tiwi begitu tercengang tanpa kata dia menatap orang tua Nugroho bergantian ke arah Zidan dan zeyra yang juga ikut melihat adegan ayah mereka melamar Tiwi.


Diam sejenak, akhir nya Tiwi menerima lamaran Nugroho yang begitu manis. Semua yang menyaksi kan ikut bahagia.


"Ya pak, ya sudah aku antar Tiwi pulang dulu ya".


"Ya sudah hati-hati, Tiwi kabari orang tua kamu kalau tiga hari lagi kami datang untuk melamar kamu secara resmi". Tiwi pun mengangguk.


Hari ini adalah hari yang paling spesial bagi Nugroho selain lamaran nya di terima dia juga menerima hadiah sebuah arloji dari Tiwi.


Nugroho semakin mantap memilih Tiwi untuk menjadi pendamping hidup nya yang kedua kali nya dan tentu nya menajadi yang terakhir.


...………...


Di mansion malam ini Maira tengah gelisah di kamat nya. Adam yang baru saja selesai bekerja mengerut kan kening nya.


"Ada apa sayang? Kenapa gelisah begitu? Apa ingin sesuatu hemm?".


"Tidak mas aku hanya rindu anak-anak, kenapa belakangan ini mereka betah sekali di rumah ayah nya".


"Sayang weekend kemaren mereka di sini dengan kita, mereka hanya main di rumah ayah nya gak nginap sekarang mereka nginap karena ayah nya sedang berulang tahun, kasi kesempatan Nugroho quality time dengan anak-anak".

__ADS_1


"Tapi mas kayak mana nanti kalau mas Nugroho dan Tiwi menikah terus Zidan dan Zeyra milih tinggal sama mereka?".


"Hahahaha sayang apaan sih jauh banget mikir nya, dengar kamu mami nya sayang mana mungkin mereka ninggalin kamu, kita akan merawat Zidan dan zeyra sama-sama, dan kita berdua juga bakal dapat amanah lagi satu jadi kamu jangan berfikir terlalu jauh oke".


"Tapi mas aku takut aja, mas liat kan mereka sayang sama Tiwi dan Tiwi juga bisa ambil hati mereka". Maira sudah terisak dalam dekapan Adam.


"Sayang sudah la jangan menangis kamu terlalu jauh mikir nya, kamu mami nya tidak akan ada yang bisa mengganti kan posisi ibu kandung bagai mana pun baik nya ibu sambung, percaya la mereka anak-anak pintar mereka tau bagai mana menyayangi kita semua, aku, kamu, ayah mereka dan calon ibu sambung mereka, liat bagai mana aku memanjakan mereka dan menyayangi mereka tapi mereka tetap mencari ayah nya, dan Zidan Zeyra selalu adil dalam kasih sayang mereka ke kita semua sebagai orang tua mereka".


Maira malah makin terisak. "Cup cup sudah sayang, kalau sudah begini rasa nya daddy ingin menerkam mami anak ku?".


"Mas ih".


"Hahahaha, makanya berhenti la menangis". Adam menangkup wajah Maira dan mengusap air mata Maira.


"Mas aku ingin makan bakso?".


"Hemm bakso?". Adam mengernyit kan dahi nya.


"Baik la, ayo ganti baju kita keluar makan bakso sekalin jalan-jalan biar ilang sedih nya".


"Tapi aku mau nya kita makan nya sambil liat pantai?".


"Apa?". Adam hanya bisa mengedip kan mata nya sambil melongo.


"Mas, kenapa gak mau ya?".


"Bukan gak mau sayang tapi ini udah malam dan pantai jauh dari sini".


"Ya sudah kalau gitu gak usah pergi mending tidur". Maira menarik selimut dan merajuk.


"Ya baik la sayang, ayo kita makan bakso sambil liat pantai". Adam menarik lembut Maira dan yang di tarik pun patih berdiri.


Mereka akhir nya pergi mencari bakso yang di ingin kan Maira. Setelah mendapat kan bakso Adam pun melaju kan kendaraan nya ke arah pantai yang cukup jauh dari mansion tapi demi istri yang mengidam Adam pun pasrah.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.

__ADS_1


__ADS_2