
Adam tiba di parkiran kantor nya begitu pun dengan Jaffa yang sudah duluan keluar dari dalam mobil nya dan berjalan menuju lift.
Saat pintu lift akan tertutup Adam buru-buru masuk. Jaffa pun terkejut dengan kehadiran Adam.
"Kenapa dengan wajah mu?"
"Kenapa memang nya dengan wajah ku?"
"Cih kau terlihat buruk hari ini"
Jaffa pun langsung berkaca di dinding lift.
"Excuseme? Wajah ku tampan begini bisa-bisa kau bilang buruk" Jaffa menatap kesal ke Adam perasaan tidak ada celah sedikit pun dengan wajah nya.
Adam yang melihat Jaffa kesal hanya tersenyum kecil.
Tring... Pintu lift pun terbuka. Kedua nya pun keluar berjalan menuju ruangan. Mereka sudah di sambut Weli dan Lani.
"Pak Jaffa ada email masuk dari Ms. Garcia" Lani menyerah kan kertas print yang berisikan email dari pengusaha cantik asal Bali.
Weli yang sudah masuk mengikuti bos utama ke ruangan nya.
"Baik la, jadwal kan meeting dengan mereka jam 1 siang di restoran xxx dan beritahu Bos, aku akan menyiap kan kontrak nya"
"Baik pak".
Lani menulis jadwal meeting di buku khusus untuk bos utama nya. Sebelum masuk ke ruangan bos nya Lani singgah dulu ke pantry untuk membuat kan kopi.
Jam kerja pun terus berlalu baik Adam maupun Maira pun sibuk dengan urusan kerjaan masing-masing.
Hingga jam makan siang pun tiba. Rey seperti biasa turun ke bawah mencari sang sahabat.
Tiwi dan Liya masih sibuk di meja masing-masing.
"Ra ikut makan siang gak?"
Maira yang masih sibuk dengan laptop nya pun mengangkat kepala nya.
"Sekarang?"
Rey pun mengangguk.
"Oke"
Maira pun bergegas beberes dan meraih tas nya.
"Rey aku ajak mereka ya? Boleh?"
Rey pun mengangguk.
"Liya, tiwi ikut makan siang yuk"
"Maaf mbak aku udah ada janji makan siang" Tiwi menyatukan ke dua telepak tangan nya.
"Eeh Li noh di ajak makan siang, ikut gih?"
"Gak apa-apa gitu kak, aku ikut?"
"Iya gak apa-apa, emang kenapa aku udah bilang sama pak Rey kok kalau ngajakin kalian, udah akh yuk"
Liya pun akhir nya ikut gabung dengan Rey dan Maira makan siang.
"Kita makan siang ke mana Rey?"
"Di restoran deket ujung jalan sana aja ya?"
"Okee"
Kini mereka sudah berada di jalan menuju restoran xxx.
__ADS_1
"Ra? Tadi Adam nelfon dia ngundang peresmian hotel nya"
"Iya, kamu datang kan sama kevin?"
Rey mengangguk.
"Rey nanti pergi bareng ya? Enggak enak pergi sendirian, pasti gak ada yang aku kenal juga"
Tidak butuh waktu lama mereka pun tiba di restoran tersebut. Setelah masuk dan memilih tempat duduk dan memesan makanan.
"Kak, Liya permisi ke toilet dulu ya?"
Maira pun mengangguk.
Iliyana pun beranjak menuju toilet. Saat hendak masuk ke arah belakang tanpa sengaja dia menabrak sesorang.
Brugg..
Auuh..
"Kau "
"Anda"
"Ya ampun lagi dan lagi saya harus di tabrak oleh anda?"
"Hee... ? Sedang apa kamu di sini?"
"Kenapa? Ada yang salah saya di sini?"
"Ya bukan ?atau kamu sedang menguntit ya?"
"Eehh.. enak aja kurang kerjaan apa sampai saya harus menguntit?"
"Oh jadi mau bilang ini kebetulan?"
"Ya mungkin, lagi pula ni ya mas Jaffa yang terhormat saya datang ke sini untuk makan, you know MAKAN atau lunch, permisi"
"Heii.. ? Dasar gadis aneh, kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi dia lagi"
Jaffa pun berlalu masuk ke ruang makan yang sudah mereka pesan untuk meeting.
"Hei kenapa lama sekali kau ke toilet?"
"Sory tadi ada kecelakaan kecil"
Aa itu mereka datang?"
Jaffa pun menunjuk ke arah klien mereka dari Bali.
"Silakan " Jaffa mempersilakan klien nya untuk duduk.
"Maaf kan saya tuan Jaffa kalau terlambat"
"Its oke kita juga belum terlalu lama sampai di sini"
"Kenal kan ms. Garcia ini presdir Adam holding. Tuan Adam"
Jaffa memperkenal kan.
"Senang berkenalan dengan anda Tuan Adam dan sebuah kehormatan bagi saya untuk langsung bertemu dengan anda"
"Tampan sekali, lebih tampan dari direktur nya" batin Garcia. Dia terpesona dengan kharisma Adam yang gagah dan penuh pesona masih muda lagi, selama ini dia pikir presdir Adam holding sudah tua.
Mereka pun berbincang mengenai kontrak investasi Adam holding dengan resort nya.
Mata Garcia tak pernah lepas menatap Adam. Dan senyuman nya terus terukir di bibir sexy nya. Apa lagi Garcia duduk berhadapan dengan Adam. Jadi sangat leluasa ia menikmati wajah tampan Adam.
Sebenar nya dia ingin fokus tapi mata dan fikiran nya sudah kacau saat melihat Adam sejak awal. Muncul ide untuk menggoda Adam, ia pun berfikir kalau bisa memikat Adam pasti akan banyak keuntungan yang ia dapat.
__ADS_1
Dari dulu cita-cita nya memang ingin mendapatkan jodoh yang sempurna tidak hanya wajah tapi juga karier. Adam seperti nya sudah paket komplit.
Tapi Adam hanya fokus membaca semua kontrak dan berkas profil resort. Bahkan dia tak melirik sedikit pun ke Garcia. Bahkan Adam hanya berinteraksi dengan Jaffa, dan Jaffa la yang berbicara ke asisten Garcia.
Di ruang lain, Maira, Rey dan Liya tengah menikmati makan siang mereka.
Beberapa saat berikut.
Balik kantor yuk, dah pasa selesai kan makan nya?" Rey mengajak kedua staff nya.
Kedua nya pun mengangguk.
Rey yang memanggil pelayan resto untuk membayar makan siang mereka.
"Rey bentar ya aku ke toilet dulu ya?"
"Okee, aku tunggu di mobil ya?"
"Liya ikut kak"
Mereka berdua pun tiba di toilet.
Terlihat ada seorang perempuan cantin dan sexy tengah merapikan makeup nya di kaca washtafel sambil menelfon seseorang.
Maira yang sedang berada di dalam toilet bisa mendengar sangat jelas apa yang di bicarakan wanita itu.
"Loe harus tau ternyata pimpinan Adam holding nya sangat tampan, gak seperti yang gua pikir"
Seperti nya dia sedang bicara dengan teman nya di ponsel nya.
"Gak gak gua gak mau melepas kan dia gitu aja, ini seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui" hahaha terdengar dia tertawa.
"Adam nama nya, ya paling enggak bisa ngajak dia makan malam la" sambil memakai lipstik
Maira dan Liya pun bisa mendengar ocehan wanita itu. Maira yang keluar dari toilet segera menarik tanga Iliyana untuk pergi dari situ. Telinga nya sudah tak tahan mendengar ocehan wanita itu, dia tau siapa yang di bicarakan wanita itu.
"Kak... kak tunggu dulu, tenang dong"
"Liya kamu tau kan siapa yang di bicarakan wanita tadi, berarti Adam ada di sini?"
"Iya terus, kakak mau cari pak Adam?"
"Enggak kalau bisa jangan sampe ketemu"
"Jangan curiga dulu kak mana tau aja tu cewek kepedean, mungkin aja dia itu klien nya pak Adam"
Maira pun mengehela nafas panjang.
"Bener juga sih kata kamu mungkin aja dia klien nya Adam, tapi kamu liat kan penampilan nya itu mana sexy lagi, pria mana coba yang gak ngelirik"
"Cekk, ni ya menurut aku gak semua pria suka sama penampilan cewek yang heboh gitu kak, lagian pak Adam ihh gak percaya aku dia tergoda, dah la positif thingking aja"
"Hemm ya udah yuk kasian pak Rey nungguin kita"
"Udah tenang aja kak, jangan ngerasa kesaing hati pak Adam tu nemplok ke kakak, percaya deh"
"Sok tau kamu"
Maira pun menggit bibir bawah nya, tiba-tiba rasa cemburu muncul di hati nya mendengar ocehan wanita di toilet tadi. Bohong kalau dia tidak kepikiran, siapa yang tidak akan menolak pesona Adam belum lagi dia adalah pengusaha sukses, muda dan pintar. Pasti banyak wanita di luar sana yang ingin jadi pendamping Adam.
"Akhhh kenapa jadi kepikiran kemana-mana sih"
Maira merutuk dalam hati.
Maira dan Iliyana pun berjalan menuju pintu keluar, Maira sama sekali tidak melihat Adam yang sejak tadi berada di restoran yang sama. Karena Adam bedara di dalam ruangan yang berbeda. Karena posisi Adam duduk pun terhalang tembok pembatas restoran.
Sungguh makan siang penuh petaka.
🍁🍁🍁🍁
__ADS_1
Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.
Witha.