Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Layanan VVIP


__ADS_3

Maira tiba di kantor Adam. Ini pertama kali nya dia menginjak kantor Adam sebagai nyonya Adam.


Sampai di lantai 20 Maira berjalan perlahan. Tidak ada satu orang pun di sana. Lani yang tengah sibuk di lantai keuangan sedang Weli sedang ada di ruangan Adam.


"Kemana mereka semua?". Gumam Maira. Dia pun melangkah menuju pintu ruangan Adam.


Tok tok.. Maira membuka perlahan pintu ruang kerja Adam. Menyembul kan kepala nya.


"Apa aku boleh masuk?". Adam dan Weli yang tengah membahas kerjaan pun langsung menoleh.


"Masuk la sayang". Maira pun masuk.


"Periksa la kembali nanti kalau sudah di perbaiki baru bawa kembali ke sini".


"Baik bos, saya permisi".


"Mari buk Maira". Maira tersenyum mengangguk.


"Mas masih sibuk?".


"Tidak sayang". Adam berdiri dan mendekat ke Maira. Dan memeluk tubuh istri nya.


"Astaga mas main peluk aja".


"Kangen".


Adam menyembunyikan wajah nya di ceruk leher istri nya mencium aroma tubuh istri nya, aroma nya adalah obat penenang yang mujarab.


"Ayo kata nya mau ke rumah sakit?".


"Ya sebentar lagi". Adam mencium leher Maira


"Mas geli ahh". Sambil mendorong dada Adam.


Hahaha... Tapi enak kan sayang".


"Ini di kantor gak sopan banget".


"Habis nya enak sayang".".


"Iya tapi kan nanti kalau Weli atau siapa yang masuk gak enak di liat mas".


"Kan kantor aku sayang siapa yang mau marah memang nya".


Adam sudah mendorong tubuh istri nya di meja kerja nya. Jelas tubuh Maira kini berada di sisi meja dan sudah di kunci oleh suami nya, kedua tangan kekar Adam sudah bertengger di sisi tubuh Amira.


"Kamu mau ngapain sih mas iihh.. Gak di rumah gak di kantor?".


Dengan senyum nakal Adam makin mendekat kan wajah nya ke hadapan Maira. Tangan Maira sudah menahan dada Adam.


"Kalau di rumah sudah pasti sayang".


"Jangan aneh-aneh mas,nanti kalau ada yamg masuk kayak mana?".


Adam pun meraih telfon kantor dan memencet nomor yang tersambung ke meja Weli.


Tutt. " iya bos". Terdengar suara Weli menjawab.


"Jangan kemana-mana dan jangan izin kan siapa pun yang masuk ke ruangan ku tanpa terkecuali".


"Siap bos laksanakan". Jawaban Weli.

__ADS_1


"Hemmm dengar sayang, jadi tidak ada alasan kamu nolak"


"Ya Tuhan mas".


"Nolak dosa lo sayang".


"Ya ya andalan kamu mas".


Hemmmmppp.


Percuma Maira mengelak toh Adam tetap Adam hobi nyosor nya belum ilang. Bibir ranum istrinya sudah di kulum nya. Semakin Maira berontak semakin Adam bergairah. Akhir nya Maira pasrah melayani suami nya.


Cukup lama mereka berpagutan, sampai akhir nya Adam melepas kan bibir nya dari bibir Maira karena kehabisan oksigen.


Cup cup... Adam mencium seluruh wajah istri nya.


"Sisa nya di rumah". Bisik nya.


Maira hanya berdecak kesal. Karena riasan nya hancur karena ulah suami nya.


"Ya udah ayo kita kerumah sakit"


"Iya sayang sebentar aku beresin dulu ini".


"Apa ada kabar dari paman?".


"Tadi pagi paman bilang mama sudah mulai terapi menggerak kan tangan dan belajar duduk, mama juga sudah mau makan pelan-pelan".


"Oh syukur la mas".


"Ya sudah yuk". Adam pun menggandeng tangan Maira keluar.


"Wel saya mau ke rumah sakit dan langsung pulang ya".


Mereka pun berlalu masuk ke dalam lift.


"Mas nanti kita singgah ke toko buah ya buat mama. Sama beliin makanan untuk paman, apa bibi juga ada di rumah sakit?".


"Entah la kalau jam segini seperti nya belum, anak-anaknya belum pulang sekolah".


"Ya sudah kita belikan saja sekalian".


"Hemm ya sayang, nanti bilang aja sama Malik".


"Aku sampai lupa nanya kamu, kamu udah makan siang?".


"Udah sayang tadi di kantor bareng Weli". Sambil mencubit hidung Maira.


Tiba di lobi kantor mereka sudah di tunggu Malik.


Silakan masuk Tuan nyonya". Malik membuka pintu belakang.


Maira yang mendengar Malik memanggil nya dengan panggilan nyonya dia mengerut kan kening nya. Setelah duduk dengan sempurna dan mobil perlahan jalan Maira buka suara.


"Jangan panggil saya nyonya Malik, panggil seperti biasa aja".


Maaf kan saya tapi?". Malik melirik ke Adam


"Hekkmm... ".


"Iss kamu ini mas".

__ADS_1


"Masak iya kamu mau di panggil mbak, kamu kira kamu mbak nya Malik".


Maira hanya menggeleng kan kepala nya, selalu saja suami nya mempermasalah kan panggilan kali ini panggilan Malik ke Maira.


"Ya sudah ibuk saja gak usah nyonya, tunggu saya udah dapat cucu baru kamu panggil saya nyonya".


Hahahhaa Adam tergelak mendengar ocehan istri nya.


Kenapa kamu ketawa haah?". Sambil mencubit pinggang Adam.


"Aduuh sayang iya ya, aku cuma lucu aja dengar kamu bilang tunggu punya cucu, lama ya baru bisa di panggil nyonya".


Ccckkk... Maira berdecak.


Setelah mendapat kan buah dan makanan untuk di bawa ke rumah sakit. Mobil yang di tumpangi Adam dan Maira pun beralalu melaju ke rumah sakit.


Sampai di ruangan mama Sarah. Adam dan Maira segera masuk. Tapi Mama Sarah sedang tertidur.


"Mama kamu baru selesai makan dan minum obat, seperti nya kelelahan karena terapi tadi pagi".


"Apa ada kesulitan paman?".


"Tidak ada Dam mama kamu semangat sekali, hanya saja dia belum bisa mengeluar suara dengan keras".


"Paman ini kami bawain makan untuk paman".


"Terima kasih neng Maira".


"Iya paman".


"Ayo apa kalian tidak makan?".


"Tidak paman kami sudah makan".


"Ehh ya Dam apa kamu tidak pergi bulan madu, pengantin baru kok sudah bekerja, kasian atuh istri kamu".


"Iya paman sebenar sudah rencana paman tapi melihat kondisi mama kami urungkan".


"Ya ampun adam Maira, apa yang kalian khawatir kan kan ada paman di sini".


"Bukan gitu paman, Adam hanya tidak enak harus ninggalin mama takut ada apa-apa ".


"Adam kamu itu anak yang berbakti, kamu sudah memberi kan semua yang terbaik buat mama kamu, ya contoh nya sekarang. Rumah sakit serba canggih, perawat setiap jam datang memantau belum lagi dokter khusus sehari 3 kali menjenguk mama kamu, paman saja hanya memantau dari sofa ini. Jadi apa yang kamu bimbang kan?".


"Iya paman". Adam hanya diam mencerna omongan paman nya.


"Lagi pula sekarang mama kamu belum bisa banyak bergerak dan berbicara kita belum bisa merawat nya dengan pantauan kita. Mama kamu masih dalam pengawasan perawat dan dokter. Mereka tidak mengizin kan kita membantu hanya di boleh kan memberi semangat".


Neng kamu juga jangan terlalu mengkhawatir mama mertua kamu ya, pergi la menikmati waktu berdua, ya kalau memang tidak mau jauh-jauh yang dekat saja. Bandung juga bagus atuh sama kayak di paris. Paris van Java ya kan?".


Hahahahha.


Mereka pun tertawa.


"Paman Zakaria ada-ada aja iya juga sih, bandung juga dingin ya paman".


"Lah iyaa neng, kamu itu Dam jangan kerja mulu".


Ya Adam memang sudah memesan layanan VVIP di rumah sakit untuk mama nya. Adam hanya ingin mama nya mendapat kan yang terbaik tapi keputusan untuk pergi berbulan madu ke Paris bukan waktu yang tepat.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Hiii readers jangan lupa kasi gift ya buat Terjebak cinta ke dua.


__ADS_2