
Iliyana mengerjap kan mata nya. Sontak dia terkejut dari tidur nya.
"Haa... Kenapa aku tidur di sini?. Ya ampun jam berapa ini?". Dia melirik jam dinding yang ada di kamar Jaffa. 01.00 WIB.
Iliyana turun dari kasur dan keluar dari kamar.
"Mas jaffa?". Menyusuri ruangan langkah nya pun terhenti di ruang tv dia melihat Jaffa yang sudah terlelap di sofa.
Dia pun perlahan menghampiri.
"Yaacchh gimana cara bangunin nya, besok aku harus kerja lagi". Rintih nya.
Iliyana pun merunduk berjongkok. Perlahan dia menyentuh pundak Jaffa. Mencoba membangun kan. Tapi Jaffa sama sekali tak bergeming.
"Gimana ini, apa aku pulang aja pakai taxi online?". Gumam nya masih sambil berjongkok.
Iliyana menggeserkan badan nya ke meja meraih tas nya mencari ponsel nya. Dan membuka aplikasi taxi online. Namun sudah beberapa saat tak ada yang menerima pensanan nya. Iliyana sudah lelah mencari kantuk nya pun mendera.
Dia melirik ke arah Jaffa yang tenang dalam tidur nya. Gadis itu sedang merutuk diri nya karena dengan gampang nya tertidur saat mikir tadi.
Iliyana pun menghantuk-hantuk kan kepala nya ke meja. Lagi-lagi dia terlelap dengan mudah nya. Sambil duduk di lantai kepalanya menopang di atas meja. Iliyana benar-benar tidak bisa menahan kantuk nya.
Jaffa perlahan membuka mata nya. Sambil menyunggingkan senyum nya melihat ke arah Iliyana yang sudah terlelap merebah kan kepalanya di meja. Jaffa sebenar nya sadar kalau Iliyana membanggun kan nya tapi dia sengaja tidak bangun. Dia memang menahan gadis itu karena sampai sekarang dia belum tahu apa jawaban Iliyana.
..........
Pagi pun tiba. Maira sudah selesai sarapan dan sedang menyiap kan keperluan sekolah anak nya. Pagi ini entah kenapa tiba-tiba saja mantan suami nya datang menawar kan diri untuk mengantar anak laki-laki mereka ke sekolah.
"Maaf Ra saya datang tanpa memberi tahu kan terlebih dahulu". Maira hanya mengangguk. Dia malas mau protes bagaimana pun juga Nugroho adalah ayah anak-anak nya.
Setelah mencium anak nya Maira pun menyerah kan anak nya ke mantan suami nya itu.
"Ra apa boleh kita bicara sebentar?".
"Ya mas mau biacara apa?".
"Maaf sebelum nya kalau saya lancang?".
Maira hanya dian dan mencerna arah pembicaraan mantan suami nya itu. Dia tau pasti ini soal Adam.
"Sebenar nya bukan urusan saya, laki-laki kemaren apa itu ke.. "
"Tunangan saya mas, kami sudah tunangan munggu ini kita akan menikah". Jawan Maira to the point.
"Maaf kalau saya harus terus terang sekarang, karena mas sudah menyinggung nya jadi sekalian saja saya kasi tau". Tegas nya.
"Ohh... Selamat kalau gitu, tapi apa anak-anak bagaimana?".
"Bagaimana maksud nya?".
__ADS_1
"Ya apa mereka baik-baik saja?".
"Syukur nya mereka anak-anak yang tidak terlalu rewel dengan kehidupan orang tua nya, oh ya mas gak usah khawatir, walau saya menikah anak-anak akan jadi priorotas saya sama kamu, dan gak ada yang berubah, saya tidak akan membatasi waktu kamu untuk anak-anak, dan ini sudah kesepakatan kita dari awal bercerai, urusan kamu dan saya hanya tentang anak-anak".
Nugroho benar-benar terdiam mendengar kata-kata Maira, seperti nya Maira benar-benar memberi dia batasan. Entah kenapa ada rasa bersalah dan sakit mendengar mantan istri nya itu akan menikah lagi.
"Maaf mas saya harus siap-siap ke kantor, lagian juga kasian Zidan nanti dia telat sekolah nya".
"Oke maaf.. Oh ya nanti Zidan pulang biar saya yang jemput".
Maira hanya mengangguk dan berlalu.
"Kenapa muka kamu Ra? Ngomong apa nak Nugroho?". Ternyata diam-diam buk Dini ngintip di balik gorden ruang tamu.
"Nanya soal Adam". Seloroh nya sambil berlalu di ikuti ibuk nya.
"Emang nya kapan dia ketemu sama nak Adam?".
"Kemaren pagi buk pas jemput anak-anak".
"Oh... Terus kamu bilang kamu bakalan nikah?".
"Iya lah buk, sekalian dia nanya jadi Maira jelasin aja sekalian".
"Hemm... Ya sudah la kamu jangan emosi gitu pamali aah calon manten muka ny di tekuk gitu entar ilang seri nya".
"Ya buk,,, lagian ngapain juga sih dia kepo amat kan bukan urusan dia".
"Ya udah buk Maira berangkat kerja dulu?".
"Eh.. Kamu bawa mobil?".
"Ya buk... Bapak antar aja ya?".
"Kenapa emang nya buk?".
"Kan kamu entar lagi jadi manten, gak boleh kemana-mana sendiri apa lagi bawa mobil, darah manis".
"Apaan sih buk hari gini masih aja percaya ama begituan, tawakal aja buk".
"Iya ibuk tau tawakal itu udah pasti ini ikhtiar dan jaga-jaga. Udah dech kamu jangan bandel, tunggu di sini ibuk panggil bapak".
Maira pun hanya pasrah buk Dini mau pasti buk Dini dapat kan. Dia pun meraih tas dan sepatu kerja nya. Dan beralalu ke luar.
Saat sedang duduk menunggu bapak nya di teras. Maira mendengar deru mobil masuk ke perkarangan rumah nya.
"Mobil kantor Adam?". Lirih nya. Tidak lama keluar la malik.
"Malik?".
__ADS_1
"Maaf mbak Maira, saya di suruh tuan Adam untuk mengantar mbak ke kantor".
"Oh ya tunggu sebentar ya".
"Buk buk". Teriak nya.
"Iya ada apa Ra... ".
"Buk ini Maira dah di jemput sama Malik, Adam yang suruh, dah bapak gak usah nganter".
"Oh ya sudah, hati-hati ya". Maira menyalami ibuk nya.
"Mari nyonya saya permisi".
Maira baru saja duduk. Ponsel nya pun berdering. Ternyata dari tunangan nya.
Hallo ya dam?".
Kamu sudah di jemput Malik?".
Sudah, ini aku udah di jalan makasi ya".
Iya sayang, maaf kalau aku tidak sempat nganterin kamu, ada meeting pagi ini, oh ya habis ini aku mau kerumah sakit jenguk mama".
Kok gak nunggu aku dam, biar bareng?".
"Ya besok aku bawa kamu ya kalau kamu udah cuti okee sayang".
"Hemm baik lah.. Jangan lupa makan, jangan capek-capek, terus jangan meeting ama nona sexy itu".
"Hahaha kamu itu pagi-pagi dah buat aku pengen makan kamu... "
"Apaan sih dam aku serius".
"Iya sayang... Aku udah suruh Jaffa yang handle kalau urusan itu.. Oke sayang. Love u".
"Me to".
Terdengar tarikan nafas Maira berhamburan keluar. Biar lah dia di bilang lebay atau cemburu. Nyata iya, dia tidak ingin kejadian di pub terulang lagi. Apa lagi sekarang hubungan nya dengan Adam bukan lagi sekedar kekasih. Dalam hitungan hari mereka akan menikah. Sebisa mungkin Maira ingin menghindari gangguan yang akan memecah kan konsentrasi persiapan menjelang nikah.
ππππ
Haii readers, author mau nyapa kalian yang setia membaca karya author. Ini perdana author berani menulis novel. Walau selama ini sudah memendam nya. π
Author terharu sudah sampai sejauh ini author menulis bab demi bab. Maaf kalau masih banyak yang kurang dari segi alur cerita. Author hanya ingin membuat novel dengan alur cerita yang santai tidak terlalu banyak yang berat, seperti orang ketiga yang kejam, perselingkuhan, dendam atau war. Pokok nya tema yang berat-berat.
Author hanya ingin memberi kan bacaan yang gak bikin mumet. Nah kalau kalian ingin yang berat-berat bisa di karya-karya penulis lain. Nanti kalau udah mumet baca yang berat mampir dah tu baca karya Author kalian yang manis iniπππ.
Terimakasih author ucapin yang udah kasi Like dan comment nya. Author juga terimakasih sudah di kasi masukan. Jadi semangat author menulis nya. Kadang-kadang suka buntu mau ngerangkai kata-kata tapi kalau liat kalian yang Like dan vote jadi bikin semangat lagi.
__ADS_1
Semoga kita semua selalu sehat-sehat ya. Selalu dukung karya ku ya readers tercinta. Setelah ini selesai bakalan ada lagi karya author di tunggu ya. π
Salam cinta dari author untuk kalian readers.