Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Kata cinta


__ADS_3

Setelah melakukan ciuman pelepas rindu tadi kini kedua nya masih betah merangkul satu sama lain nya. Maira yang duduk di sebelah Adam masih mendekap di dada Adam dan Adam pun membelai rambut maira yang panjang dan sesekali mencium pucuk kepala Maira.


Perlahan lelah seharian bekerja pun sirna, padahal tadi hampir saja dia gila karena dokumen laporan perusahaan nya menumpuk.


Suasana hening. Mereka sedang dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba Maira bersuara.


"Dam?"


"Hemm"


"Apa aku boleh bertanya sesuatu"


Iya sayang?"


Apa yang membuat kamu jatuh hati pada ku?"


"Senyuman di wajah kamu sejak kita pertama kali kenalan"


Hanya itu?"


Cukup lama tak ada jawab, akhirnya Maira melepas kan pelukan nya. Dan menatap Adam.


Ada apa sayang?"


"Kamu enggak dengar tadi aku ngomong apa?"


"Iya dengar"


"Terus kok enggak di jawab?"


Adam pun memutarkan badan ny ke hadapan Maira. Kini mereka duduk saling berhadapan. Adam pun meraih tangan Maira. Dan meletak kan nya di telapak tangan nya.


"Perasaan aku ke kamu itu tidak bisa di deskribsikan dengan kata-kata sayang. Bukan kah cinta itu di rasakan bukan di pikir kan, cinta lebih butuh balasan dari pada alasan hemm"


Sejenak Maira menatap pria yang sudah membuat perasaan nya seperti rollercoaster kadang seperti layang-layang terbang melayang-layang yang pasti dengan jutaan bahagia. Dia tahu benar kalau Adam selalu menunjuk kan betapa dia sangat jatuh hati pada nya. Maira bisa merasakan nya.


Tapi sayang nya Maira ingin mendengar nya.

__ADS_1


"Sayang dengar kan aku, aku tidak punya alasan kenapa aku begitu jatuh hati pada mu atau lebih tepat nya mencintaimu. Yang aku tahu sekarang aku bahagia saat bersama mu"


Sekali lagi Maira tidak bisa berkata-kata. Tadi saja dia sangat penasaran isi hati Adam tentang nya. Kini Adam berhasil membungkam dia dengan kata-kata yang siapa saja mendengar nya pasti akan luluh lantak.


Maira pun hanya mampu membalas dengan tersenyum. Tiba-tiba saja maira merasakan perut nya lapar seingat nya tadi sebelum ke tempat Adam dia memang belum makan malam.


"Apa kita akan kek gini sampai dua jam ke depan?"


"Kenapa kamu tidak suka? Ada hal lain yang ingin kamu lakuin dengan?"


"Bukan tidak suka, aku lapar" ujar nya sambil memanyun kan bibirnya.


End. Adam pun tertawa padahal tadi dia tengah berpuitis ria. Harus terhenti karena permintaan wanita nya.


Cuupp. Adam mengecup nya.


"Oke baik la, ayo kita ke dapur aku akan memasak kan sesuatu untuk mu"


Maira pun mengernyikan kening nya.


"Emang kamu bisa masak gitu?"


"Kalau ternyata aku berhasil kamu harus memberi kan ku hadiah?


"Hadiah? Misal nya?"


"Nanti akan aku kasi tau setelah kita selesai makan oke deal?"


Kini Maira sudah duduk di meja dan terus memperhatikan Adam meracik masakan nya. Kalau di liat dari bahan-bahan yang di siapkan Adam. Menu yang akan di sajikan Adam adalah steak terlihat adam sedang memanggang daging.


Hemm harum nya?" Maira yang terus memperhatikan, rasanya perut Maira sudah menuntut untuk di masuk kan steak nya.


Akhir nya setelah menunggu hampir 30 menit. Adam pun berhasil membuat 2 porsi steak blackpaper lengkap dengan salad sayur nya.


"Wow dam ni pasti lezat" Maira yang sedari tadi tidak sabar ingin mencicip masakan yang di buat Adam. Sambil mengecap-ngecap bibir nya.


Itu dah aku potong-potong, ayo di coba.. "

__ADS_1


Belum selesai Adam bicara Maira sudah memasuk kan potongan steak ke dalam mulut nya.


"Heemmm... Enakk" mata Maira pun membola.


"Pelan-pelan sayang, enak?"


Maira pun mengangguk, Adam tersenyum senang melihat ekspresi bahagia di wajah Maira. Adam pun menyeka bibir Maira karena belepotan. Sudah jadi kesenangan Maira kalau dapat makanan enak.


"Dam kamu belajar masak dari mana bisa buat makanan seenak ini?"


"Dulu waktu di New york teman serumah ku dia dari spayol emang jago masak jadi sedikit banyak aku belajar dari dia"


"Oh pantesan, emang laki-laki kalau masak gak di raguin" masih sambil ngunyah.


"No dia mahasiswi jurusan business analystics"


Seketika Maira tersedak mendengar kata mahasiswi.


"Sayang kamu enggak apa-apa, pelan-pelan sayang" Adam pun memberikan minuman ke Maira.


Tidak ada lagi percakapan Maira dan Adam pun menyelesaikan makan malam mereka. Maira kini tengah membersih kan piring-piring kotor.


"Sayang sudah biar kan besok pagi ada yang datang membersih kan rumah"


"Enggak apa-apa, lagian gak boleh piring kotor di tumpukin sampai besok pagi, pamali"


Adam pun kini berada di belakang Maira yang tengah mencuci piring. Adam meletak kan dagunya di atas pundak Maira.


"Adam kamu ngapain? Mana bisa aku gerak kalau kamu kayak gitu, udah sana mending kamu pilihin film yang bagus buat kita nonton"


Kamu mau nonton? Kamu suka genre apa?"


"Aku suka yang thriller tapi ada komedi nya, yang penting jangan film horor"


"Heemm oke baik la" Adam pun berlalu sambil mengecup pipi Maira.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.


Witha.


__ADS_2