Terjebak Cinta Ke Dua

Terjebak Cinta Ke Dua
Masih rahasia


__ADS_3

Setelah pertemuan nya dengan Lusia di hotel dan mendengar langsung apa yang di hadapi Lusia. Adam justru iba melihat kondisi menyedih kan dari Lusia.


"Dam aku tidak masalah kau ingin membantu nya tapi jangan sampai kau mempertaruh kan rumah tangga mu sendiri, aku hanya mengingat kan selebih nya terserah pada mu".


Adam hanya diam tak bersuara. Bagaimana pin juga dia harus memberitahu Maira. Tapi saat ini keselamatan Lusia lebih penting.


Adam kembali menemui Lusia saat setelah Jaffa pulang.


"Adam aku mohon pada mu, tolong lindungi aku dan anak ku, saat ini hanya kamu saja yang tidak di kenal oleh Albert dia tidak akan mencari ku ke sini, tolong aku untuk tinggal di sini?".


"Tapi lusia aku".


"Adam please, aku mohon, aku tidak akan melewati batas ku, aku tau kamu sudah mempunyai kehidupan baru, tapi aku hanya ingin kamu sebagai penjamin aku dan anak ku di sini".


"Adam pun memijit kepala nya. Dia benar-benar serba salah.


"Baik la begini lebih baik kalian berdua tidak menginap di hotel, aku akan mengantar kalian ke apartemen ku, di sana jauh lebih aman".


"Terima kasih Adam".


Adam pun melihat wajah anak Lusia yang sudah beranjak remaja. Ya wajah bule khas terlihat dari wajah anak perempuan Lusia.


Adam pun mengantar Lusia dan anak nya ke apartemen pribadi milik nya. Sejak menikah Adam sama sekali tidak pernah datang ke apartemen nya.


Sampai di apartemen Adam pun mengajak Lusia dan anak nya untuk naik ke atas.


"Masuk la apartemen ni sedikit kotor karena aku sudah lama tidak datang ke sini".


"Tidak apa-apa aku bisa membersih kan nya, maaf sekali Adam aku merepot kan mu".


"Tinggal lah di sini kalian aman di sini, apartemen ini sangat privat jadi kalian tidak perlu takut".


"Terima kasih uncle, sudah membantu ku dan mama, kami berhutang budi kepada uncle". Anak Lusia menatap haru ke Adam.


"Iya sama-sama Cathy semoga kalian berdua betah tinggal di sini, kalau begitu aku pamit pulang Lusia, istirahat la, aku akan menghubungi orang yang bersih-bersih di sini untuk membantu mu".


"Eee Adam bisa kita bicara sebentar?".


"Adam pun menghenti kan langkah nya.


"Cathy sayang bisa masuk ke kamar mama mau bicara sebentar ke uncle?". Cathy pun mengangguk dan beralalu.


"Ada apa?".


"Dam apa boleh sekali lagi aku meminta bantuan mu?".


"Bantuan? Maksud nya?".


"Aku tidak mungkin bertahan di sini mengandal kan uang tabungan ku, jadi bisa kah kamu memberi ku pekerjaan, jadi pelayan di hotel atau restoran pun aku tidak masalah, untuk kerja di kantor tidak mungkin. Aku tidak membawa ijazah ku".


"Baik la nanti aku fikir kan, kalau sudah ada akan aku kabari secepat nya".


"Terima kasih adam".

__ADS_1


Cup dan Bugh


Adam terkejut bukan main Lusia tiba-tiba mencium pipi dan memeluk nya mungkin bagi nya biasa saja di negara luar tapi ini di Indonesia hal seperti ini akan jadi salah paham.


"Eehh Lusia maaf kan aku, tolong jangan seperti ini".


"Maaf Adam aku hanya terbawa suasana tadi itu hanya ucapan terima kasih ku saja, tidak ada maksud lain".


"Lain kali jangan seperti ini".


"Ya baik la".


Adam pun berlalu meninggal kan apartemen dan melesat kan mobil nya menuju mansion. Hari ini Adam pulang larut.


Maira tengah gelisah menunggu suami nya belum juga pulang. Ponsel Adam sama sekali tidak aktif. Tadi dia menanyai Liya apa kah Jaffa sudah pulang atau belum. Liya mengatakan kalau Jaffa ada di rumah dan tidak lembur.


Kekhawatiran Maira bertambah saat Lani memberitahu kalau Adam sudah pulang sejak sore. Maira mondar mandir di ruang keluarga.


Mama Sarah dan Ibu Dini yang ada di sana pun ikut khawatir. Kebetulan buk Dini ibu Maira menginap di mansion karena merindukan cucu sedang lan bapak sedang ada acara di luar kota.


"Ra yang tenang atuh, mungkin saja ponsel Adam habis batre jadi tidak aktif".


"Buk tapi dia kemana? Jaffa ada di rumah, sedang kan Lani bilang dia sudah pulang dari sore".


"Mungkin saja dia ke pabrik bukan nya siapa itu?"


"Haris?".


Aahk iya Haris yang biasa ngurusin pabrik lagi di singapur belum kembali".


"Ra positif thinking dong mungkin saja tiba-tiba di tengaj jalan mau pulang dia dapat kabar dari pabrik, siapa yang tau, udah tenang tunggu sampai suami mu pulang tanyakan baik-baik jangan pakai emosi hanya karena curiga, gak boleh kamu berlebihan begitu, sudah nih minum air putih biar kamu tenang".


Maira pun mengikuti apa yang di suruh ibu nya. Tak lama terdengar suara mobil masuk keperkarangan mansion. Kebetulan hari ini memang Adam tidak di supiri Malik karena Malik menemani bapak Maira ke luar kota Adam yang menyuruh nya.


"Inget pesan ibu jangan marah, sambut suami mu dengan senyum jangan langsung menghakimi nya tunggu sampai dia memberi penjelasan baru kamu boleh memutus kan kekhawatiran kamu".


"Iya buk". Sebenar nya Maira udah kesal untung saja ada buk Dini jadi Maira bisa mengontrol emosi nya.


"Mas". Maira menyambut Adam yang baru saja masuk.


"Maaf sayang mas baru pulang tadi ponsel mas mati tidak bisa hubungi kamu".


"Ya sudah mandi dulu ganti baju nya yuk".


"Ma buk Adam ke atas dulu". Kedua orang tua mereka pun mengangguk.


Maira dan Adam pun masuk ke lift khusus ke kamar mereka.


"Mas mau aku siapin air hangat?".


"Tidak usah sayang mas mandi pakai shower aja?".


"Mas udah makan aku siapin ya?".

__ADS_1


"Nanti saja sayang belum lapar".


Adam pun berlalu untuk mandi. Maira menyiap kan baju ganti untuk suami nya. Penasaran dengan keberadaan suami nya Maira pun gelisah menunggu Adam selesai mandi. Perasaan nya sungguh tak bisa di bohongi.


Begitu Adam keluar dan selesai berpakaian Maira langsung mengekor suami nya ke ruang kerja. Adam tau Maira ingin menanya kan kemana dia. Adam hanya tersenyum melihat wajah penasaran Maira.


Adam duduk di kursi kerja nya sedang kan Maira duduk di hadapan meja.


"Ada apa sayang?".


"Mas jawab dengan jujur kamu kemana?".


Adam masih diam dan hanya menghela nafas sambil membuka laptop nya.


"Mas kamu dengar aku tidak sih?".


"Dengar sayang".


Adam bingung bagai mana memberi tahu Maira tentang keberadaan Lusia. Terlihat wajah Maira tidak bersahabat kalau di beri tahu pasti Maira akan berfikir yang tidak-tidak. Adam pun sungguh lelah malam ini dia malas untuk berdebat.


"Sayang tadi aku hanya singgah ke pabrik ada beberapa laporan dari pengawas pabrik, biasa nya Haris yang mengurus tapi dia belum kembali jadi aku yang ambil alih".


Maira masih menatap Adam tak percaya. Tapi nasehat ibu kembali terngiang. Maira pun mengurung kan niat pertanyaan lain yang lebih mencurigakan. Adam tau Maira tak percaya ya jelas dia sudah berbohong.


Adam pun berdiri menghampiri Maira. Dan menangkup wajah Maira dengan kedua tangan nya. Adam mencium singkat bibir sexy Maira.


"Mas beneran kan gak nyembunyiin apa-apa dari aku?".


"Tidak sayang (maaf kan aku sayang tidak sekarang nanti pasti akan aku kasi tau yang sebenar nya)". Adam membatin sambil menatap wajah istri nya.


Dengan lembut Adam mencium kembali bibir istrinya. Perlahan-lahan dan semakin lama ciuman itu justru semakin dalam. Dan kedua nya sudah larut dalam hasrat.


Adam terus mencumbui Maira. Tubuh Maira sudah berdiri dan mendekap di tubuh suami nya. Maira mengalung kan tangan nya di leher Adam sedang kan Adam mengunci tubuh Maira dengan sentuhan lembut di titik sensitif.


Ciuman semakin panas dan menuntut kala tangan Adam sudah berhasil menerobos membuka balutan tubuh istri nya.


Tangan Adam bekerja dengan cepat kini kedua nya sudah polos. Adam mendorong tubuh Maira di sofa. Kedua nya sudah memburu kenikmatan jadi tidak sempat lagi menuju ranjang.


Sudah puas bermain di tubuh indah istri nya Adam pun mulai menciptakan gerakan yang memabuk kan. Maira sudah di hujam dengan pedang samurai milik suami nya.


Hanya ******* dan rintihan yang tercipta indah mengiringi pacuan maju mundur Adam.


Malam ini suami istri ini benar-benar lembur. Adam dan Maira tak hanya sekali melakukan pergulatan. Setelah berhasil menumpah kan lahar panas di sofa ruang kerja. Kini kedua nya berpindah ke tempat tidur. Adam tak berhenti sekali dia terus saja mengolah tubuh istri nya.


Tiga kali putaran berhasil membuat Adam jatuh terkulai di atas tubuh istri nya. Habis sudah semua dia tumpah kan. Keringat mereka menyatu bersama di sela hembusan nafas yang masih tersengal karena kelelahan.


Untung saja kamar mereka jauh di atas dan tersendiri. Jadi suara erangan dari kedua nya tak terdengar siapa pun.


Karena kelelahan Adam dan Maira langsung tidur tanpa bersih-bersih dan berpakaian kembali.


🍁🍁🍁🍁


Jangan lupa mampir, vote, like dan comment.

__ADS_1


Witha.


__ADS_2